Angel Investment, Alternatif Pendanaan Bagi Pengusaha Pemula

Salah satu konsep pendanaan bagi start-up yang tengah berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir adalah angel investement.
Nenden Sekar Arum | 08 Juni 2015 11:00 WIB
Salah satu konsep pendanaan bagi start-up yang tengah berkembang di Indonesia adalah angel investement - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Salah satu konsep pendanaan bagi start-up yang tengah berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir adalah angel investement.

Angel investment adalah istilah untuk investasi yang dilakukan oleh para investor yang biasa disebut sebagai angel. Secara historis, angel investor mengacu pada keluarga bangsawan yang mensponsori atau mendanai usaha baru.

Saat ini, sebagian besar angel investor adalah individu-individu ternama yang memiliki dana yang besar dan bersedia mendanai perusahaan-perusahaan yang tengah mengembangkan bisnis di tahap awal.

Sejak tahun 2012, para angel di Indonesia mulai dikumpulkan dalam sebuah program yang bernama Angel Investment Network Indonesia (Angin) yang dirancang oleh Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI).

Program Manager GEPI Surya Darmadi menjelaskan program Angin tak hanya fokus pada pendanaan, tetapi juga mentoring bagi pengusaha-pengusaha baru yang tengah mengembangkan bisnisnya.

“Selain memberikan dana, para Angel juga menjadi mentor yang bisa memberikan bimbingan dan arahan, serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang dialami para entrepreneur,” paparnya.

Melalui program Angin GEPI, entrepeneur yang terpilih bisa mendapatkan pendanaan sebesar Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar. Dana tersebut bisa digunakan untuk pengembangan dan ekspansi bisnis dengan masa investasi 1 – 3 tahun.

“Tidak ada kewajiban bunga dan agunan untuk pendanaan ini, tapi akan dikonversi sebagai ekuitas atau saham di perusahaan,” imbuhnya.

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi para entrepreneur jika ingin mendapatkan manfaat dari program ini, di antaranya adalah warga negara Indonesia yang berkompeten dan berkomitmen, start-up berada dalam tahap perkembangan atau ekspansi awal, memiliki strategi bisnis yang jelas.

Setelah itu, para pelaku usaha harus mendaftar dan mengisi formulir aplikasi yang telah disediakan di website gepi.co/angin. Semua aplikasi yang masuk akan direview dan diseleksi.

Setiap usaha yang lolos seleksi akan mengikuti pitching session melalui presentasi dan wawancara. Setelah itu, akan ada analisis strategi, keuangan dan operasional.

Setelah terpilih, maka perusahaan yang berhak menerima investasi akan divaluasi, adanya persetujuan mengenai dana dan ekuitas, setelah itu dana didistribusikan ke perusahaan.

“Dalam setahun kami hanya memilih 2-3 startup yang akan mendapatkan dana dan mentoring,” katanya.

Adapun, penerimaan aplikasi dibuka sepanjang tahun dan dibagi dalam beberapa gelombang. Gelombang yang tengah berjalan adalah periode Mei-Juni, yang ditutup pada 15 Juni 2015.

“Meskipun sudah lewat masanya, pelaku usaha masih tetap bisa mengirimkan aplikasinya dan akan kami simpan di database, dan akan direview saat gelombang pendaftaran selanjutnya dibuka,” katanya.

Surya mengatakan, perusahaan-perusahaan yang memiliki peluang besar untuk didanai adalah perusahaan yang memiliki keunikan, serta mempunya dampak sosial, memanfaatkan teknologi, atau fokus pada produk konsumen dan ritel.

Hingga saat ini, Angin telah mendanai empat perusahaan, yakni Wangsa Jelita, Berry Kitchen, Marguerite Nougat dan Kakoa Chocolate.

Daftar tersebut akan terus bertambah banyak, seiring dengan semakin banyak angel yang tergabung dalam Angin. Saat didirikan, Angin memiliki 15 angel, dan sekarang sudah mencapai 20 .

“Kami juga terus membuka pintu bagi para investor yang ingin berkomitmen mengembangkan kewirausahaan di Indonesia,” katanya.

Tag : pembiayaan, tips bisnis
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top