Triniti Dinamik Raih Dua Penghargaan TOP CSR 2018

PT Triniti Dinamik meraih dua penghargaan TOP CSR 2018 sekaligus.
Mia Chitra Dinisari | 17 Oktober 2018 09:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Triniti Dinamik meraih dua penghargaan TOP CSR 2018 sekaligus.
 
Dua kategori bergengsi yang diperoleh pengembang properti tersebut adalah Top CSR 2018 untuk Program Sosial Kepolisian RI-Program Polsantren dan Bedah Rumah, serta kategori  Top Leader on CSR Commitment 2018 yang diberikan kepada Presiden Direktur Triniti Dinamik Samuel Stepanus Huang, yang dianggap sebagai sosok yang memberikan komitmen tinggi bagi kegiatan-kegiatan sosial, kemasyarakatan dan kemanusiaan.

Dari total 150 perusahaan peserta, sebanyak 72 perusahaan yang ditetapkan menjadi pemenang TOP CSR 2018 di berbagai kategori sektor usaha

“Kami bersyukur mendapatkan penghargaan Top CSR 2018.  Ini menjadi motivasi positif bagi kami untuk terus bekerja lebih giat lagi. Saya juga sangat menghargai pihak Kepolisian di bawah pimpinan Kombes Pol Harry Kurniawan S.IK, MH selaku Kapolres Metro Tangerang Kota yang mendorong kami untuk bekerjasama membedah rumah penjaga mesjid atau marbot,” ungkap Samuel dalam siaran persnya.

Menurut Harry Kurniawan, kegiatan tersebut rutin dilakukan pihaknya untuk mensejahterahkan masyarakat sekitar, khususnya para marbot. 

“Saya selalu beribadah ke mesjid yang selalu bersih, rapih dan nyaman. Tetapi saya terenyuh ketika mengunjungi beberapa rumah marbot yang justru tinggal di hunian yang kurang layak. Oleh karena itu, kami berterimakasih kepada Bapak Samuel dan Triniti Dinamik yang sudah bersedia bekerjasama melakukan renovasi dan bedah rumah marbot,” ungkap Harry yang dihubungi terpisah. 

Sebanyak 150 perusahaan terkemuka dari berbagai sektor industri, mengikuti seleksi Top CSR 2018 yang mengambil tema “Great CSR for Great Business”.
 
 
Saat ini pengembang tersebut sudah membangun lima proyek apartemen di Tangerang dan Alam Sutera, seperti Springwood Residence dan The Smith- Office dan SOHO, termasuk pembangunan oleh group company, antara lain Brooklyn, Yukata dan Collins dengan total revenue lebih dari Rp 5 triliun.
 
Beberapa aktivitas CSR yang sudah dilakukan Triniti Dinamik antara lain melakukan bedah rumah milik warga kurang mampu yang sudah tidak layak huni seperti di Bangka, Provinsi Bangka-Belitung, yang bertepatan dengan HUT REI ke-46 pada April 2018 lalu. 

Kemudian melakukan bedah rumah khusus penjaga mesjid (marbot) di Tangerang bekerjasama dengan Kepolisian RI, melakukan kegiatan bakti sosial ke sejumlah rumah sakit, yatim piatu, panti jompo, rumah ibadah, aksi donor darah termasuk ikut mendukung kegiatan warga pada hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Idul Adha dan Natal.
 
Ke depan, Triniti Dinamik akan membangun ribuan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Samuel menyebutkan saat ini perusahaan sudah mengakuisisi lahan di Maja, Lebak Banten, sekitar 10 hektar, dari rencana keseluruhan lahan seluas 40 hektar. Izin lokasi sudah dikantongi, dan ditargetkan dalam waktu dekat segera dibangun.
 
Selain di Maja, Triniti Dinamik juga sedang menyiapkan lahan untuk pengembangan rumah subsidi di Serang, Banten. Perumahan untuk MBR ini, kata Samuel, dibangun khusus untuk masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal, dan bukan ditujukan untuk orientasi mencari keuntungan semata (profit oriented). Ini juga merupakan bentuk dukungan yang konkrit terhadap Program Sejuta Rumah (PSR) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
 
“Kami akan bangun rumah subsidi ini dengan baik, sehingga nantinya bisa menjadi salah satu proyek kebanggaan bagi Triniti Dinamik,” tegas Samuel.
 
Ketua Dewan Juri Top CSR 2018,  Mas Achmad Daniri, menjelaskan seleksi dilakukan secara ketat dan kredibel. Penilaian CSR didasarkan pada keterkaitan CSR terhadap tiga hal yakni ISO 26000, Strategi Bisnis yang menggunakan pendekatan Creating Shared Value (CSV), dan Praktek Good Corporate Governance (GCG).
 
“Itulah mengapa kegiatan TOP CSR ini tergolong Award CSR yang paling kredibel di Indonesia, sehingga banyak perusahaan yang mengikutinya,” ungkap Mas Achmad Daniri yang juga Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance atau KNKG.

Tag : pengembang rumah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top