Evan Spiegel, Pria di Belakang Suksesnya Snapchat

Evan Thomas Speigel merupakan orang di balik pengembangan aplikasi populer, Snapchat, sekaligus CEO dan salah satu pendiri aplikasi tersebut.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 November 2018 07:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Evan Thomas Speigel merupakan orang di balik pengembangan aplikasi populer, Snapchat, sekaligus CEO dan salah satu pendiri aplikasi tersebut.

Sebelum mengembangkan Snapchat, pria yang dikenal dengan Evan Spiegel ini telah melewati beberapa kegagalan pengembangan yang membuka jalan menuju kesuksesannya.

Masa muda

Evan Thomas Spiegel lahir pada 4 Juni 1990, di Los Angeles, California. Orang tuanya, Melissa Ann Thomas dan John W. Spiegel, merupakan pengacara. Evan hidup dalam keluarga yang sangat makmur dan berkecukupan.

Mirip dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, Evan memiliki kehidupan istimewa dan merupakan seorang penggila teknologi. Evan memiliki komputer pertamanya pada kelas 6 sekolah dasar.

Dia belajar Sekolah Seni dan Ilmu Pengetahuan Crossroads di Santa Monica. Dia juga mengambil kelas desain di Akademi Seni dan Desain Otis saat masih di sekolah menengah dan belajar kelas di Art Center College of Design di Pasadena.

Sebagai seorang siswa, ia biasa melakukan eksperimen dengan Photoshop dan sempat magang tanpa bayaran di departemen marketing Red Bull.

Pendidikan

Setelah menyelesaikan sekolahnya, ia melanjutkan studi ke Stanford University di bidang desain produk dan kemudian menjadi melanjutkan ke Kappa Sigma, di mana ia bertemu dengan co-founderSnapchat, Bobby Murphy.

Evan bekerja di bawah Murphy untuk tugas mendesain jaringan sosial online. Namun, setelah  mengambil inspirasi dari Google Circles, Proyek tersebut mengalami kegagalan.

Meskipun gagal, proyek tersebut mendapat pengakuan dari Scott Cook dalam salah satu kuliah tamu. Evan pun mendapat tawaran pekerjaan di txtWeb, sebuah proyek untuk menyiarkan informasi dari web melalui pesan teks.

Lalu, mengembangkan proyek pertamanya dengan Murphy bernama Future Freshman, yang merupakan perangkat lunak daring yang bertujuan untuk membantu pengelolaan penerimaan masuk perguruan tinggi oleh konselor dan orang tua. Meskipun dimulai dengan baik, namun proyek ini tidak berlangsung lama.

Selepas dari kegagalan tersebut, kesempatan lain mendatangi mereka. Salah seorang rekan Evan dan Murphy, Reggie Brown, mendatangi Evan untuk mendiskusikan keinginannya menghapus gambar yang pernah dia unggah dan bagikan ke dalam web secara permanen.

Karier

Dari diskusi dengan Brown, Evan dan Murphy mengembangkan ide dasar Snapchat dan mulai mengerjakan pengembangannya. Awalnya aplikasi tersebut , itu bernama Picaboo, seperti yang disarankan oleh Brown, namun tidak dapat menarik dukungan investor.

Karena sejumlah perbedaan pemikiran dengan Brown, Brown memutuskan untuk berpisah dan meminta 30% saham di aplikasi tersebut, bersama dengan daftar kontribusinya. Selain itu, Evan dan Murphy harus melepas nama Picaboo, yang diikuti oleh surat perintah penghentian usaha dari perusahaan yang menggunakan nama yang sama.

Setelah itu, Murphy dan Spiegel memutuskan untuk melepas Brown dari timnya dan mengganti nama aplikasi menjadi Snapchat pada September 2011. Setelah berganti nama, Snapchat mulai menarik sejumlah respon dari pengguna muda dan akhirnya, tumbuh menjadi perusahaan bernilai jutaan dolar melalui banyak kemajuan dan perkembangan.

Pada bulan Mei 2012, jumlah foto yang dikirim dan dibagikan di Snapchat mencapai 25 gambar per detik, dan pada bulan November, pengguna telah berbagi lebih dari satu miliar foto di aplikasi Snapchat iOS, dengan 20 juta foto dibagikan per hari.

Dengan lebih banyak fitur yang ditambahkan pada aplikasi, seperti “My Story" dan kemampuan untuk berkomunikasi melalui obrolan video, aplikasi Snapchat menjadi sangat populer di seluruh dunia.

Perusahaan tumbuh secara fenomenal selama bertahun-tahun dan pada tahun 2016, Snapchat mencapai 10 miliar tayangan video setiap hari. Pada April 2016, Snapchat menempati posisi aplikasi unduhan teratas di 28 negara yang berbeda.

Tag : Snapchat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top