Kiki Widyasari, dari Model, Artis Sinetron, Hingga Menggapai Doktor

Perjalanan hidup Friderica Widyasari Dewi mungkin tak salah bila dikatakan penuh warna. Bagaimana tidak, hidupnya pernah berkiprah di dunia glamor, keartisan, fesyen, hingga intelektual, ranah keuangan yang belakangan digeluti.
Miftahul Ulum & Gloria N. Dolorosa | 26 Januari 2019 17:11 WIB
Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi (dua kanan) didampingi suami, Brigjen Eddy Hartono (tiga dari kanan) berfoto seusai ujian terbuka disertasi di UGM, Sabtu (26/1/2019). - Ist

Bisnis.com, JAKARTA – Perjalanan hidup Friderica Widyasari Dewi mungkin tak salah bila dikatakan penuh warna. Bagaimana tidak, hidupnya pernah berkiprah di dunia glamor, keartisan, fesyen, hingga intelektual, ranah keuangan yang belakangan digeluti.

Friderica Widyasari Dewi yang akrab dipanggil Kiki pada era medio 1990-an merupakan sosok artis. Kala itu, peraih gelar Diajeng Yogyakarta 1994 dan Putri Ayu Yogyakarta 1995, masuk kehidupan dunia entertainment.

Beberapa sinetron yang dibintangi antara lain Angling Darmo, Panji Manusia Milenium, dan Doaku Harapanku. Saat periode ini, ia juga menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi UGM.

Pesona dunia keartisan ternyata tidak menghanyutkan seorang Kiki. Ia tetap menyelesaikan studi sarjana di UGM dan melanjutkan pendidikan ke California State University of Fresno, Amerika Serikat, hingga menyandang gelar Master of Business Administration di bidang Keuangan.

Selepas menyandang gelar Master, Kiki mengikuti jalan hidup di ranah keuangan, masuk Bursa Efek Indonesia. Pilihan ini mengantarkannya ke posisi strategis. Tanggung jawab yang pernah diemban di bursa antara lain Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI (2006-2007) dan Sekretaris Perusahaan BEI (2007-2009).

Berbekal kemampuan yang dimiliki, istri dari Brigjen Eddy Hartono dipercaya menjadi Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) (2009-2015). Selepas itu, ia dipercaya menjadi Direktur KSEI (2015-2016). Selanjutnya ia dipercaya sebagai Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) periode 2016-2019.

Selama menggeluti bidang keuangan, Kiki juga aktif di berbagai aktivitas sosial. Beberapa jabatan mentereng juga disandang. Sebut saja di antaranya Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) (2018 - saat ini) dan Sekretaris Jenderal MES (2015-2018).

Perjalanan intelektual tersebut tidak berhenti begitu saja. Hari ini, Sabtu (26/1/2019), kiki resmi menyandang gelar doktor dari UGM, setelah lulus ujian dengan predikat cum laude.

Pada ujian terbuka disertasi di Sekolah Pascasarjana UGM, Kiki memaparkan disertasinya bertajuk Analisis Dampak Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan dan Risiko pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Data yang digunakan dalam disertasi ini yakni data perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2011-2015. Hasil penelitian menunjukkan struktur kepemilikan di pasar modal Indonesia sangat terkonsentrasi dan sebagian besar pemilik langsungnya berupa korporasi, juga berjenjang-jenjang.

Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi memunculkan masalah ekspropriasi oleh pemegang saham mayoritas karena memiliki kendali atas perusahaan. Dengan begitu, struktur kepemilikan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Konsentrasi kepemilikan pun tidak berpengaruh terhadap risiko perusahaan.

Hasil lain yakni perbedaan identitas pemilik pengendali memiliki dampak yang berbeda terhadap nilai perusahaan. Temuan pada penelitian ini bahwa pemerintah memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hal ini bertentangan dengan studi Pedersen dan Thomsen (2003). Selain itu, perbedaan identitas pemilik pengendali memiliki dampak yang berbeda terhadap risiko perusahaan.

Tag : inspirasi, tokoh bisnis
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top