Warung Pintar Buka Peluang Individu Berbisnis Pakai Perangkat Teknologi

Dengan mengusung konsep modern, Warung Pintar, usaha ritel berbasis TI, mengklaim dapat membantu warung tradisional untuk mengembangkan kesempatan berbisnis yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat menengah ke bawah dengan memanfaatkan teknologi.
Hafiyyan & Fitri Sartina Dewi
Hafiyyan & Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  01:19 WIB
Warung Pintar Buka Peluang Individu Berbisnis Pakai Perangkat Teknologi
Pelanggan berbelanja di kios Warung Pintar - Warung Pintar

Bisnis.com, JAKARTA - Dengan mengusung konsep modern, Warung Pintar, usaha ritel berbasis TI, mengklaim dapat membantu warung tradisional untuk mengembangkan kesempatan berbisnis yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat menengah ke bawah dengan memanfaatkan teknologi.

 

CEO sekaligus Co-Founder Warung Pintar Agung Bezharie Hadinegoro mengatakan saat ini Indonesia memiliki jutaan warung yang belum didukung dengan pemanfaatan teknologi, dan konsistensi produk sehingga usaha yang dijalankan sulit untuk berkembang.

 

Melalui dukungan dari implementasi Internet of Things (IoT) dan analisis data, warung yang merupakan bagian dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini pun diyakini bisa lebih berkembang, dan mampu bersaing dengan peritel modern maupun minimarket.

 

“Kami berupaya menciptakan produk yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis warung, tidak hanya menjadi bisnis kecil, tetapi mendorong transformasi usaha mikro agar siap bersaing menuju ekonomi masa depan,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

 

Dengan konsep yang diusung, Warung Pintar berhasil menunjukkan pertumbuhan bisnis yang pesat Jumlah warung yang dimiliki perusahaan rintisan ini pun telah tumbuh sebesar 575 kali lipat hanya dalam kurun 12 bulan.

 

Hingga saat ini, jumlah warung yang dimiliki mencapai 1.150 warung. Pada tahun ini, perusahaan akan terus menambah jumlah warung hingga mencapai 5.000 lebih. Selain itu, jangkauan operasional juga akan diperluas dengan merambah daerah-daerah baru di Pulau Jawa.

 

Meskipun demikian, dia mengatakan perjalanan untuk mewujudkan visi menjadi golden standard bagi pengusaha mikro di Indonesia masih sangat panjang. Selain itu, Agung mengungkapkan keberadaan Warung Pintar juga memiliki Social Return On Ivestment hingga 110%.

 

Hal itu diartikan bahwa setiap investasi yang diberikan, secara langsung menciptakan dampak sosial 110% terhadap kualitas kehidupan mitra seperti untuk penididikan anak, kesehatan, hubungan sosial masyarakat, kemampuan berwirausaha, dan berbagai manfaat lainnya.

 

“Warung Pintar mendorong kenaikan pendapatan mitra hingga 41% jika dibandingkan sebelumnya,” imbuhnya.

 

Meski sudah cukup memiliki pengalaman karir di industri yang berkaitan dengan teknologi, tetapi Agung merasa masih harus banyak belajar dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, dia pun tak segan untuk meminta pendapat atau masukan dari para karyawannya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umkm, lunch with ceo, warung pintar

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top