Francoise Bettencourt Meyers, Cerita Getir di Balik Wanita Terkaya Dunia

Wanita terkaya di dunia, Francoise Bettencourt Meyers, bukan sosok asing bagi dunia internasional. Sebagai cucu pendiri L'Oreal S.A., ia mutlak menjadi penerus dan pewaris kerajaan kosmetik tersebut sepeninggal sang Ibu, Liliane Bettencourt, pada 2017.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Maret 2019  |  11:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Wanita terkaya di dunia, Francoise Bettencourt Meyers, bukan sosok asing bagi dunia internasional. Sebagai cucu pendiri L'Oreal S.A., ia mutlak menjadi penerus dan pewaris kerajaan kosmetik tersebut sepeninggal sang Ibu, Liliane Bettencourt, pada 2017.

Dengan kekayaan senilai US$49,3 miliar (sekitar Rp702,15 triliun, asumsi Rp14.242 per dolar AS), Bettencourt Meyers memimpin puncak daftar wanita terkaya sekaligus nomor 15 terkaya di dunia 2019 versi Forbes.

Debut Bettencourt Meyers dalam daftar miliarder itu dimulai tahun lalu setelah kematian ibunya, Liliane Bettencourt, pada September 2017. Bettencourt sendiri telah menjadi langganan daftar itu setiap tahun sejak Forbes menerbitkan daftar pertamanya pada 1987.

Nilai kekayaan Bettencourt Meyers meningkat sebesar US$7,1 miliar atau 17% sejak tahun lalu berkat kinerja luar biasa L'Oreal, di mana ia dan keluarganya memiliki 33% saham.

Sekitar 90% kekayaan Bettencourt Meyers terkait dengan saham perusahaan. L'Oreal mencatat pertumbuhan penjualan terbaiknya dalam lebih dari satu dekade pada tahun lalu dengan total pendapatan mencapai US$30,6 miliar, seperti dilansir Forbes.

Bettencourt Meyers bertindak sebagai Presiden Bettencourt Schueller Foundation milik keluarganya. Yayasan ini berdonasi untuk proyek-proyek termasuk riset tentang neuron, dukungan untuk keluarga anak-anak autis dan paduan suara Prancis.

Menurut WealthX, yayasan keluarga yang dipimpinnya sendiri, Bettencourt Schueller Foundation, memiliki aset senilai sekitar US$683 juta pada tahun 2010.  Namun di balik berkah luar biasa itu ada riwayat pertikaian keluarga yang pahit selama bertahun-tahun.

Skandal Keluarga

Francoise Bettencourt Meyers lahir pada 10 Juli 1953. Dia adalah satu-satunya anak perempuan dari Liliane Bettencourt dan politisi Prancis André Bettencourt.

Ia menikah dengan Jean-Victor Meyers, cucu seorang rabi yang dibunuh di kamp Yahudi di Auschwitz. Pernikahan ini kontroversial, karena sang kakek, Eugène Schueller, yang mendirikan L'Oreal pada 1909, justru adalah seorang simpatisan Nazi.

Dibesarkan dengan ajaran Katolik yang kuat, pernikahan Francoise dengan Jean-Victor Meyers, sudah menimbulkan friksi dalam keluarganya apalagi setelah memutuskan untuk membesarkan anak-anak mereka dalam agama Yahudi.

Tapi ini bukan satu-satunya skandal di dalam sejarah keluarganya yang kontroversial. Pada 2008, Bettencourt Meyers mengajukan tuntutan pidana terhadap François-Marie Banier, seorang fotografer Prancis terkenal sekaligus teman lama ibunya.

Dia menuduh Banier mengambil keuntungan dari kondisi mental ibunya, Lilian Bettencourt, untuk melakukan penipuan senilai lebih dari US$1 miliar dalam bentuk uang tunai dan hadiah. Kasus ini dikenal sebagai "The Bettencourt Affair".

François-Marie Banier diduga memanipulasi Bettencourt untuk memberinya uang tunai, karya seni mahal, dan polis asuransi jiwa.

Penyelidikan itu memicu pertikaian antara Bettencourt dan putrinya, Bettencourt Meyers. Hubungan ibu dan anak ini baru membaik setelah gugatan terhadap Banier dibatalkan pada akhir 2010.

Namun pada Mei 2015, Banier terbukit bersalah karena menipu Liliane Bettencourt. Setelah Banier mengajukan banding atas hukuman penjara yang dijatuhkan padanya, hukumannya ditangguhkan dan ia dikenakan denda.

Pada Oktober 2011, seorang hakim menyatakan bahwa Bettencourt secara mental tidak layak untuk mengelola kekayaan keluarga, sehingga menempatkannya di bawah pengawasan dan kontrol secara hukum oleh anak perempuan dan dua cucunya.

Sejak itu dan hingga akhir hayat hidupnya Bettencourt berada di bawah perwalian mereka. Posisinya di jajaran dewan direksi L'Oréal pun digantikan oleh salah satu cucunya, Jean-Victor Meyers, pada 2012, seperti dilaporkan Forbes.

Dalam Kepompong

Meski telah menjadi bagian dari dewan direksi perusahaan selama lebih dari dua dekade, Bettencourt Meyers diketahui kurang menunjukkan minat pada hal-hal yang berkaitan dengan L'Oreal.

“Dia datang ke pertemuan-pertemuan tetapi tidak seperti Liliane, dia tidak pernah benar-benar terlibat. Liliane membaca banyak dokumen, L'Oreal adalah hidupnya. Itu jelas bukan Francoise,” ujar Tom Sancton, penulis “The Bettencourt Affair”.

Pantas jika L'Oreal adalah segala-galanya bagi Liliane Bettencourt. Di usia baru menginjak 15 tahun, Bettencourt sudah bergabung dengan perusahaan ayahnya. Dari pernikahannya dengan Andre Bettencourt, lahirlah Francoise.

Ketika masih kecil, menurut Sancton, Bettencourt Meyers sudah terlihat tidak nyaman dikelilingi oleh orang-orang kaya. Meski kemudian menjadi pewaris raksasa kosmetik dunia dan menjadi wanita terkaya sejagat, tak banyak wawancara yang diberikannya.

“Dia benar-benar tinggal di dalam kepompongnya sendiri. Dia hidup membatasi diri dengan keluarganya sendiri,” lanjut Sancton tentang Bettencourt Meyers, seperti dilansir The Sydney Morning Herald.

Sehari-hari, Bettencourt Meyers lebih sering bermain piano. Dia juga seorang penulis dan telah menerbitkan sejumlah buku mengenai dewa-dewa Yunani dan studi Injil. Selain musik dan buku-buku, Bettencourt Meyers cenderung lebih suka melibatkan diri dalam kegiatan amal.

“Keluarga itu tidak benar-benar bergaul dengan orang-orang kaya lainnya di Prancis,” terang Eric Treguier, yang telah mengamati kalangan atas Prancis untuk majalah Challenges selama lebih dari dua dekade.

“Dua puluh tahun yang lalu mereka mengadakan perjamuan di rumah mereka yang mengundang para politisi, bankir, dan seniman tetapi ketika Francoise bertambah tua dan suami Liliane meninggal, lingkaran di sekitar keluarga itu menyusut,” ungkapnya pada 2017.

Kedua putranya, yakni Jean-Victor dan Nicolas, kini telah menunjukkan minat yang lebih besar pada L'Oreal. Bettencourt Meyers pun diharapkan akan mengambil peran lebih aktif dalam sebuah perusahaan yang lama identik dengan nama mendiang ibunya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
orang terkaya

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top