Soal Santri, Ini Kesaksian Dirjen IKM Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan kuliah umum kepada 1.000 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman. Lulusan pondok pesantren dinilai dapat menambah wirausahawan di dalam negeri.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 16 Maret 2019  |  20:00 WIB
Soal Santri, Ini Kesaksian Dirjen IKM Kemenperin
Merayakan Hari Santri 22 Oktober. - PBNU

Bisnis.com, BOGOR -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan kuliah umum kepada 1.000 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman. Lulusan pondok pesantren dinilai dapat menambah wirausahawan di dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa jumlah wirausahawan baru 2,8%--2,9% dari populasi penduduk. Adapun sebuah negara setidaknya memiliki jumlah wirausahawan sejumlah 4% dari total warga negara.

"Kami melakukan program pelatihan kewirausahaan pada 2017 [kepada pndok pesantren, setelah] kami eveluasi ternyata santri-santri ini memang tangguh, kuat, dan tekun. Itu modal utama menjadi wirausaha," ujarnya, Sabtu (16/3/2019).

Gati melanjutkan para santri yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan dan telah lulus dari Ponpes dapat kembali dibina menjadi wirausawan. Untuk permodalan, lanjutnya, para lulusan Ponpes dapat mengajukan pembiayaan ke pihak perbankan dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR), ke pihak Kementerian Keuangan dalam bentuk pembiayaan Ultra Mikro (Umi), dan ke perusahaan teknologi finansial (tekfin).

Namun, Gati melihat pengajuan pembiayaan kepada perusahaan tekfin belum diakses oleh Ponpes walau sudah dikenalkan sejak 2017. "Di masa yang akan datang kami bisa kerja sama merealisasikannya."

Gati mengemukakan kementerian akan melakukan pelatihan wirausaha sektor digital melalui program Santri Berkreasi. Dengan kata lain, ujarnya, kementerian berkmaksud untuk memberikan para santri keahlian dalam industri digital seperti animasi.

Kementerian, lanjutnya, bekerja sama dengan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) dalam pelaksanaan program tersebut. Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu.

Gati menyatakan kementerian akan kembali fokus dalam membina ponpes pada tahun ini. Menurutnya, peran santri menjadi penting mengingat tingginya kuantitas santri per Ponpes yang tersebar di penjuru negeri.

"Berdasarkan Global Competitivenes [Index], Indonesia berada di peringkat 45 dari 140 negara. Di sini peran santri diperlukan supaya bisa meningkatkan perekonomian Indonesia," ucapnya.

Gati mengutarakan generasi mudan berperan penting dalam mewujudkan target pemerintah untuk menjadi negara denagn indsutri maju pada 2030. Di sisi lain, menurutnya, Ponnpes memiliki generasi muda yang tangguh yang dapat menjadi wirausahawan baru.

Adapun, kementerian menargetkan target lahirnya 5.000 wirausaha baru di 2019 melalui program e-Smart IKM Di sisi lain, kementerian mencatat telah ada 20 Ponpes yang mengikuti program Santriprenuer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Hari Santri

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top