Ini Sepak Terjang Executive Producer Termuda di Hollywood, Marsai Martin

Marsai Martin menjadi fenomena baru industri perfilman Hollywood dengan mencetak prestasi sebagai produser eksekutif (executive producer) termuda sepanjang sejarah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 April 2019  |  13:35 WIB
Ini Sepak Terjang Executive Producer Termuda di Hollywood, Marsai Martin
Marsai Martin - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Marsai Martin menjadi fenomena baru industri perfilman Hollywood dengan mencetak prestasi sebagai produser eksekutif (executive producer) termuda sepanjang sejarah.

Di usia 14 tahun, sosok Marsai sebagai seorang produser wanita berkulit hitam sudah cukup menjadi anomali di industri yang identik dengan warna kulit putih dan dominasi pria.

Tapi ternyata membuat gebrakan baru di Hollywood karena usia yang relatif sangat muda, jenis kelamin, atau pun ras yang tidak pada umumnya bukan suatu hal yang istimewa bagi Marsai.

“Aku pikir ada orang lain berusia lebih muda yang sudah melakukan hal seperti itu. Tapi itu menjadi motivasiku agar menginspirasi lebih banyak anak muda untuk terus bergerak maju,” kilahnya.

Lahir di Texas pada 14 Agustus 2008, kiprah Marsai lebih dulu dikenal dengan membintangi film seri komedi “Black-ish” bersama aktor Anthony Anderson dan Tracee Ellis Ross.

Melalui debut perannya ini, Marsai telah menyabet banyak penghargaan mulai dari Young Artist Award hingga nominasi penghargaan bergengsi Screen Actors Guild Award. Padahal, ketika memenangkan kategori aktris pendukung terbaik Young Artist Award, gadis manis ini baru berusia 7 tahun lho.

“Keinginanku tampil di depan para penonton berawal di usia dua tahun. Orang tuaku sampai melongo waktu aku memainkan adegan film Dreamgirls. Aku pikir itu sudah ada dalam darahku selama ini,” ungkap Marsai.

Entah dapat keberanian dari mana, gadis bernama lengkap Caila Marsai Martin itu kemudian berkeinginan mengembangkan proyek filmnya sendiri.

Kepada Backstage.com, Marsai mengatakan memiliki ide untuk mengembangkan proyeknya sendiri ketika ia baru berusia 10 tahun dan sedang menjalani jeda dari season pertama "Black-ish".

Pada masa-masa itu, Marsai dan keluarganya tiba-tiba berpikir untuk mencoba mengembangkan proyek mereka sendiri. Meski tidak mustahil, tetapi ide ini terdengar sedikit gila.

“Agen-agenku menertawakan pemikiran kami, jadi mereka kami pecat,” ujar Marsai, seperti dikutip CNBC. Ia dan kedua orang tuanya kemudian benar-benar mulai merencanakan tujuan mereka berikutnya.

“Salah satu film favorit ibuku saat ia remaja adalah Big yang diperankan Tom Hanks. Lalu aku pikir, 'Oh, oke, bagaimana jika kita melakukan sesuatu seperti itu tetapi berbeda. Sesuatu yang lebih modern, dengan perspektif berbeda, dan mungkin dengan para pemain berkulit hitam,'” kisahnya.

SUSUN CERITA

Bersama sang Ayah, Marsai memperdengarkan ide itu kepada Kenya Barris, pengagas film Black-ish. Tak disangka idenya itu disambut antusias dan lahirlah film yang sedang happening, Little. Di karya pertamanya ini, Marsai terlibat aktif dalam casting dan penyusunan cerita.

Segala gagasan yang dimiliki Marsai bisa saja dengan mudah diremehkan oleh orang-orang dewasa. Namun Barris mampu dengan jeli melihat potensi cerah Marsai tak hanya di depan kamera tetapi juga di belakang kamera.

“Awalnya aku pikir nggak ada yang akan mau mendengar ideku karena masih muda. Jujur, aku masih sangat gugup dan agak malu untuk mengatakan apa yang aku ingin sampaikan,” ungkap Marsai.

“Tapi ketika kamu bersama orang yang yang benar-benar bisa kamu percaya, dan kamu juga peduli dengan apa yang mereka pikirkan, kamu akan memberi tahu mereka apa pun yang kamu inginkan,” yakinnya.

Kepada NPR, Barris mengatakan bahwa Marsai adalah bakat dengan sikap dewasa yang jauh lebih besar dibandingkan dengan usia yang terlihat.

“Aku selalu tertarik menyutradai, menulis, dan memproduksi, jadi ketika aku menjelajahi belakang layar, rasanya seperti dunia baru yang aku masuki. [Untungnya] aku memiliki sistem pendukung yang membantuku,” terang Marsai.

Marsai mengambil kendali atas cerita-cerita yang begitu sering menjadi target remaja seusianya melalui perusahaan produksi yang didirikannya, Genius Productions. Perusahaannya tersebut baru diluncurkan awal tahun ini di bawah kerja sama pertama dengan Universal Pictures.

"Marsai adalah bintang yang sedang naik daun,” tutur Presiden Universal Pictures Peter Cramer kepada The Hollywood Reporter.

"Dia tidak hanya sangat berbakat di depan kamera tetapi menawarkan perspektif unik sebagai seorang pencipta dan produser yang akan beresonansi dengan semua audiens.”

Berdasarkan laman resminya, Genius Productions disebut menciptakan cerita-cerita menarik untuk televisi, film, dan proyek-proyek digital. Genius juga memasarkan dan mendistribusikan konten-konten mutakhir termasuk untuk film, televisi, dan proyek digital.

Melalui perusahaan sendiri, Marsai telah membuktikan bahwa usianya yang masih muda justru adalah aset dalam sebuah industri yang menua.

“Aku berharap dapat membawa ide-ide segar ke layar lebar. Sebenarnya ada begitu banyak ide, tetapi mereka perlu lebih banyak keanekaragaman, inklusifitas, dan lebih terkait dengan anak-anak seusiaku,” ujarnya, seperti dikutip Fast Company.

Contoh film yang dimaksudnya adalah proyek pertama yang akan diproduksi sendiri oleh Genius berjudul StepMonster. Film komedi ini mengisahkan upaya seorang remaja menyesuaikan diri dengan kehidupan ibu tiri barunya.

“Penonton akan memahami sesuatu yang sangat otentik, dan hanya itu yang ingin aku buat,” tegas Marsai.

Marsai dalam filmnya, Little./Bloomberg

MEMBUKA PINTU

Marsai menjadikan misinya untuk membuka pintu bagi lebih banyak anak muda dan remaja menuangkan semua gagasan yang mereka punya ke dalam film.

“Kita berbicara tentang generasi berikutnya, tentang membuat Hollywood memahami kita, mendengarkan, dan mengikuti jejak kita,” ucapnya.

Sepak terjang Marsai di usia muda - baik itu dalam layar kaca, di belakang layar, maupun tekad dan pandangannya yang bijaksana soal kehidupan – menjadi inspirasi di mana-mana. Ia percaya setiap orang bertanggung jawab atas keinginannya sendiri.

Namanya semakin harum ketika ia didaulat masuk dalam daftar prestisius "Most Influential Teens 2018" oleh majalah Time. Artinya, Marsai diakui sebagai salah satu anak muda paling berpengaruh sejagat raya.

“Jika kamu tidak menyuarakan apa yang kamu inginkan, kamu pasti tidak akan mendapatkannya (karena kamu tidak pernah bertanya). Jadi apa yang harus ditakuti?” dorong Marsai.

Gadis muda yang satu ini memang benar-benar sudah tahu apa yang dia inginkan. Namun, menjadi sukses, terkenal, dan sudah pasti kaya di usia muda ternyata bukan segalanya. Kabarnya, Marsai justru ingin pensiun dari dunia hiburan di usia dini.

“Dalam jangka panjang, aku ingin menjadi pembawa acara 'Saturday Night Live' dan pensiun dini. Aku ingin sampai pada titik di mana aku bisa pensiun di usia 21 tahun dan seluruh keluargaku bangga padaku. Itulah tujuan dari semua yang aku lakukan,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hollywood, film hollywood

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top