Bisnis Kreasi Tenun dengan Ratusan Reseller

Sebelum membidani Namora Etnik, Paula pernah bekerja sama dengan kelompok produsen sepatu etnik dari bahan motif batik atau tenun. Namun, dia tidak puas karena produsen tidak dapat memproduksi kain tenun Nusa Tenggara Timur sesuai yang dia harapkan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  06:30 WIB
Bisnis Kreasi Tenun dengan Ratusan Reseller
Repro namoraetnik

Bisnis.com, JAKARTA – Harapan untuk memberikan nilai tambah terhadap tenun menjadi alasan Paula Stela Nova Landowero mendirikan Namora Etnik pada 2017. Namora Etnik memproduksi sepatu, tas, dan aksesori dari tenun.

Sebelum membidani Namora Etnik, Paula pernah bekerja sama dengan kelompok produsen sepatu etnik dari bahan motif batik atau tenun. Namun, dia tidak puas karena produsen tidak dapat memproduksi kain tenun Nusa Tenggara Timur sesuai yang dia harapkan.

Kini dia bekerja sama dengan supplier kain tenun NTT untuk mendapatkan kain tenun yang diinginkan. Dia menilai kondisi pasar untuk produk kerajinan tenun masih menantang. Hal tersebut mendorongnya untuk untuk mengeksplorasi kain tenun NTT sebagai upaya nyata melestarikan kekayaan budaya Nusantara.

“Usaha ini memotivasi saya karena bisa membantu orang lain untuk mendapatkan penghasilan tanpa modal besar dari [pesanan kain tenun],” katanya. Paula mengatakan saat ini telah memiliki lebih dari 100 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia.

Beberapa mitra bisnis bahkan mampu memasarkan produk Namora Etnik hingga ke luar negeri. “Mereka cukup menjadi dropshipper, jadi cukup mencari pembeli,” tambahnya.

Harga untuk sepatu tenun Namora Etnik dibanderol antara Rp230.000 hingga Rp300.000 per pasang. Produk sepatu Namora Etnik cukup beragam dari flat shoes, wedge, juga heels. Sementara itu, harga tas dan dompet dari material tenun dan kombinasi kulit serta batik dibanderol mulai dari Rp200.000 per item.

Namora Etnik dalam sebulan dapat menjual setidaknya 250 pasang sepatu. “Sejak 2017 sudah lebih dari 6.000 pasang sepatu terjual,” katanya.

Konsumen Namora Etnikk hadir dari berbagai penjuru Nusantara. Namun, dari beberapa daerah tersebut, pembeli dari luar Pulau Jawa masih lebih dominan. Paula berharap ke depan bisa memasarkan produknya hingga mancanegara yang sejauh ini pasar tersebut masih mengandalkan reseller yang berada di luar negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
entrepreneurship, peluang usaha

Sumber : Tulisan ini pernah dimuat di Bisnis Indonesia Weekend edisi 12 Mei 2019

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top