Menggali Kekayaan Jamu ala Acaraki

Berangkat dari keinginan untuk mengangkat kekayaan jamu Indonesia dengan sentuhan inovasi, kafe jamu Acaraki hadir sejak pertengahan 2018 di kawasan Kota Tua, Jakarta.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  22:09 WIB
Menggali Kekayaan Jamu ala Acaraki
Kafe Acaraki menawarkan pengalaman baru dalam menikmati jamu - Istimewa


Bisnis.com, JAKARTA – Jamu menjadi kekayaan dari budaya lokal Indonesia. Sayangnya, popularitas jamu belakangan ini terkalahkan oleh minuman dari negara lain yang justru meramaikan pasar kuliner Tanah Air.

Berangkat dari keinginan untuk mengangkat kekayaan jamu Indonesia dengan sentuhan inovasi, kafe jamu Acaraki hadir sejak pertengahan 2018 di kawasan Kota Tua, Jakarta. Nama Acaraki sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang memiliki makna peracik atau pembuat jamu.


Jony Yuwono, Owner dan Founder Acaraki, mengatakan bahwa kopi juga pada awalnya dibuat secara tradisional hingga berkembang dengan banyak teknik termasuk manual brewing.

“Kenapa tidak dengan jamu,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.


Sebelum mantap membuka Acaraki, Jony telah melakukan riset sejak lima tahun lalu tentang jamu. Mulai dari bahan, eksplorasi cara pembuatan, peralatan, hingga membuat resep yang pas. Selain itu, Jony juga berdiskusi dengan komunitas terkait jamu dan melakukan uji coba dengan berbagai teknik.


Acaraki sendiri mengangkat jargon The Art of Jamu atau sisi seni dari jamu. Melalui beragam teknik pembuatan jamu, pihaknya ingin menawarkan pengalaman baru dalam menikmati jamu, terutama dengan membidik segmen anak muda.


“Sepertinya ada sedikit disconnect, di mana rata-rata anak muda, mereka pernah dengar tentang jamu tapi meninggalkan jamu karena memiliki pengalaman yang buruk dengan jamu yaitu pahit, tapi di sini ya kami mencoba mengeksplorasi, jamu bisa juga dibuat enak,” jelasnya.


Jony menambahkan kopi juga dapat diramu menjadi macam-macam resep minuman, dengan tetap bahan dasar utamanya adalah kopi. Melalui teknik yang berbeda akan menghasilkan beragam jenis minuman kopi.


“Di sini kami coba eksplorasi, beras kencur dicampur susu bagaimana, beras kencur campur es krim, campur soda bagaimana. Jadi salah satu menu kami yaitu Saranti, beras kencur campur susu, creamer, dan gula,” katanya.


Setidaknya sudah ada 10 variasi minuman jamu hasil kreasi Acaraki dengan berbahan dasar beras kencur dan kunyit asam. Rentang harganya Rp18.000-Rp30.000. Ke depannya, Acaraki akan terus mengembangkan resep minuman jamu lainnya.


Jony memaparkan beras kencur dan kunyit asam adalah dua jenis jamu yang umum dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, bila menilik sejarah jamu gendong, ada delapan jenis jamu yang memiliki filosofi mendalam, yang juga melambangkan fase hidup manusia. Mulai dari kunyit asam, beras kencur, cabe puyang, pahitan (sambiloto dan temulawak), kudu laos, kunci suruh, gepyokan, dan sinom (kunyit asam dan daun asam).


“Kami sudah meriset delapan bahan ini, sudah siap. Waktu awal pikirnya secara bertahap akan launching, tapi dari permintaan pelanggan dan hasil eksperimen akan launching [selanjutnya] jahe,” ujarnya.


Jony juga menekankan untuk pentingnya melihat kembali kekayaan atau kelebihan yang dimiliki di Indonesia. Di Acaraki, pihaknya mencoba mengadopsi jamu dengan berbagai stigma negatif dan mengemas ulang serta merevitalisasinya menjadi sesuatu yang unik. Apalagi, katanya, potensi jamu masih sangat besar. Mengingat ada sekitar 15.000 resep jamu dari hasil survei kepada 200 suku di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan.


Dia mengatakan inovasi untuk jamu ini diharapkan dapat membuat jamu lebih populer di kalangan masyarakat. Pihaknya juga optimistis jamu akan semakin dikenal luas dengan pengenalan lewat teknik pengemasan baru ini. Bahkan, bukan tidak mungkin katanya untuk memiliki kafe jamu seperti kedai kopi yang menjamur saat ini.


“Kalau lihat Starbucks, sebenarnya bisa buka Starbucks versi jamu,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
entrepreneurship, jamu

Editor : Siti Munawaroh
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top