Perkenalkan, Miliarder Baru India Byju Raveendran si Mantan Guru Sekolah

India punya miliarder baru. Melalui aplikasi pendidikan yang valuasinya tumbuh bernilai miliaran dolar, mantan guru sekolah Byju Raveendran jadi salah satu orang kaya baru di Negeri Hindustan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  13:54 WIB
Perkenalkan, Miliarder Baru India Byju Raveendran si Mantan Guru Sekolah
Byju Raveendran - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – India punya miliarder baru. Melalui aplikasi pendidikan yang valuasinya tumbuh bernilai miliaran dolar, mantan guru sekolah Byju Raveendran jadi salah satu orang kaya baru di Negeri Hindustan.

Raveendran bergabung dalam jajaran orang kaya baru setelah perusahaan yang didirikannya, Think & Learn Pvt., mencetak pendanaan senilai US$150 juta pada Juli 2019. Kesepakatan ini sekaligus memberi valuasi senilai US$5,7 miliar pada perusahaan.

Think & Learn adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan pengajaran pendidikan. Perusahaan ini terkenal dengan brand aplikasinya belajarnya bernama Byju's, yang diambil dari nama sang pendiri.

Sebagai pendiri, Raveendran memegang porsi kepemilikan lebih dari 21 persen dalam perusahaan. Penuntasan kesepakatan tersebut bertepatan dengan pengumuman bahwa aplikasi Byju's akan bekerja sama dengan Walt Disney Co. dan membawa layanannya ke pantai Amerika pada awal 2020.

Pengusaha berusia 37 tahun ini berambisi mengembangkan pendidikan di India seperti halnya yang dilakukan Mouse House untuk industri hiburan. Ia pun mengambil langkah terbesarnya secara geografis dan kreatif untuk merambah negara-negara lain.

Dalam aplikasi baru milik Raveendran, Disney menggunakan karakter-karakter seperti Simba dari The Lion King dan Anna dari film kartun Frozen untuk mengajarkan matematika dan bahasa Inggris kepada siswa-siswa dari kelas satu hingga tiga.

Karakter-karakter Disney juga ditampilkan dalam aktivitas pengajaran lainnya seperti kuis interaktif, video animasi, dan games.

“Anak-anak di mana pun memiliki koneksi erat dengan Simba atau Moana Disney. Karakter-karakter ini menarik perhatian anak-anak sebelum kita membawa mereka melakukan pembelajaran,” terang Raveendran, yang juga bertindak sebagai CEO perusahaan.

Booming Pendidikan Daring

India tengah melalui periode dramatis terciptanya wirausaha baru dengan kekayaan melimpah. Generasi baru wirausaha mandiri memasuki jajaran jutawan sekaligus membantu tumbuhnya populasi orang kaya baru dengan laju tercepat di dunia.

Berkat usahanya dalam pendidikan daring, Raveendran, setidaknya di atas kertas, berhasil menyabet posisi di antara sekian banyaknya orang-orang kaya itu.

Pengajaran pendididikan secara daring memang sedang booming, utamanya di Bangalore, basis perusahaan. Di wilayah ini, penggunaan internet meledak karena kemunculan ponsel pintar dan paket nirkabel yang terjangkau.

Menurut India Brand Equity Foundation, pasar pengajaran daring di India diperkirakan akan tumbuh berlipat ganda menjadi US$5,7 miliar pada tahun 2020.

Anil Kumar, CEO Redseer Management Consulting Pvt., mengatakan bahwa teknologi pendidikan untuk taman kanak-kanak sampai kelas 12 adalah salah satu segmen yang tumbuh paling cepat di pasar internet India.

“Startup-startup pendidikan India siap untuk memanfaatkan peluang global mengingat mereka telah melayani basis berbahasa Inggris yang besar dan menciptakan konten pendidikan yang unik,” jelasnya, dilansir dari Bloomberg.

Nilai kekayaan Byju's sendiri telah menanjak. Raihan pendapatannya diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 30 miliar rupee (US$435 juta) pada tahun yang berakhir Maret 2020, menurut Raveendran.

Laju pertumbuhan itu telah menarik perhatian beberapa investor terbesar di industri ini, mulai dari Naspers Ventures dan Tencent Holdings Ltd. hingga Sequoia Capital dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan.

Think & Learn

Raveendran tumbuh di sebuah desa di pantai selatan India. Kedua orang tuanya adalah guru sekolah. Semasa kecil, ia terbilang tak begitu aktif. Raveendran kecil lebih suka bermain-main ke lapangan sepak bola dan belajar sendiri di rumah.

Ia kemudian berhasil menjadi seorang insinyur. Dengan otak encernya, ia mulai mengajar dan membantu teman-teannya memecahkan soal-soal ujian masuk ke sekolah-sekolah top India.

Tak disangka, jumlah murid yang dibimbingnya membengkak sampai Raveendran akhirnya mulai mengajar ribuan murid di stadion olahraga. Popularitasnya ikut menanjak sehingga ia kerap bepergian ke kota-kota berbeda.

Dia mendirikan Think & Learn pada 2011 dan menawarkan pengajaran secara daring sebelum meluncurkan aplikasi utamanya pada tahun 2015.

Dengan aliran fulus yang diraupnya dari jutaan siswa, Think & Learn telah membukukan profit dalam tahun buku yang berakhir pada Maret 2019.

Saat itulah Raveendran mulai mencari investor jangka panjang seperti dana pensiun. Dukungan terbaru yang berhasil digaetnya adalah Qatar investment Authority.

Dalam putaran pendanaan terbaru Byju's, Raveendran membeli saham untuk mempertahankan tingkat ekuitasnya. Bersama dengan istri dan saudara laki-lakinya, klan Raveendran saat ini disebut-sebut memegang total kepemilikan sekitar 35 persen.

Pendekatan yang diambil Byju's sederhana, yakni menarik minat anak-anak untuk belajar dengan mengubah konten-kontennya.

Di Disney, ia mungkin telah menemukan audiens yang siap pakai. Semua pelajaran tentang layanan baru dengan Disney diatur dalam konteks klasik raksasa hiburan dan tetap setia pada narasinya.

Untuk menjelaskan suhu, sebagai contoh, aplikasi ini membuat adegan di mana karakter Elsa di Frozen jatuh sakit karena terus bermain dengan salju.

Karakter Anna kemudian mengeluarkan termometer untuk mengukur demamnya dan sebuah cerita pun lalu mengalir soal panas dan dingin.

“Kami menyesuaikan Disney Byju dengan kurikulum sekolah Amerika dan Inggris. Karakter-karakter [Disney] memiliki daya tarik universal,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
india, amerika serikat, daftar miliarder

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top