Mulanya Bruntusan Karena Skincare, Mery Sukses Jadi Beautypreneur

Salah satu brand komsetik dan skincare yang terbilang cukup sukses mengembangkan mereknya adalah everShine yang baru dimulai sejak tahun lalu.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 19 Oktober 2019  |  19:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam dua tahun terakhir, semakin banyak beautypreneur yang mengembangkan brand kosmetik dan skincare lokal. 

Hal ini tidak lepas dari besarnya peluang bisnis dalam bidang tersebut. Apalagi kesadaran wanita Indonesia untuk tampil cantik dengan kulit yang sehat semakin tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) 2018 mencatat, perkembangan industri kosmetik nasional mengalami kenaikan pertumbuhan 20% atau empat kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2017.

Namun, menjadi beautypreneur sukses, apalagi dengan brand sendiri, tidaklah semudah itu. Dibutuhkan strategi khusus agar brand yang dikembangka dapat diterima secara baik oleh pasar. 

Salah satu brand kosmetik dan skincare yang terbilang cukup sukses mengembangkan mereknya adalah everShine yang baru dimulai sejak tahun lalu.

Mery, owner jenama kosmetik everShine mengatakan keputusannya untuk berkecimpung dalam bisnis skincare dan kosmetik tidak lepas dari pengalaman buruknya terhadap produk skincare yang pernah digunakan.

Dia menceritakan bahwa dulu dirinya sering bergonta-ganti skincare bahkan tidak terlalu peduli akan izin BPOM dan sertifikat halal dari produk tersebut, yang penting kulitnya tampak putih dan kinclong. 

Sampai akhirnya, ia terlalu ketergantungan terhadap produk skincare tersebut hingga 8 tahun penggunaan saat dilepas, wajahnya langsung bruntusan penuh jerawat.

“Saya dulu tidak peduli produk skincare itu aman atau tidak, saya pakai saja, muka saya dulu putih dan kinclong banget padahal di dalamnya itu rusak parah. Sampai pasa saya lepas dan tidak menggunakan lagi karena waktu itu saya sempat sakit muka saya jadi hancur banget, radang satu muka. Coba ke berbagai dokter sudah tidak bisa lagi karena memang kulit saya sudah jenuh dan sensitif sekali,” kisahnya.

Sampai akhirnya dia berpikir untuk membuat produk skincare sendiri yang menggunakan produk-produk alami. Mery pun kemudian mencari pabrik yang bisa mewujudkan impiannya membuat skincare berbahan alami. Hingga akhirnya pilihannya jatuh pada PT Nose Herbalindo.

“Saya pilih jasa maklon kosmetik karena tak ingin mengeluarkan investasi besar membeli peralatan pabrik untuk memproduksi produk kosmetik,” aku Mery.

Saat berkonsultasi dengan Nose, dia diberi kesempatan memilih formula dari ekstrak tanaman apa yang digunakan dan saya memilih ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) karena belum ada yang menggunakan.

Sementara itu, 18 kandungan asam aminonya sangat baik untuk kulit dan membantu menyamarkan noda hitam di wajah, merawat kulit yang berjerawat, mengatasi peradangan akibat jerawat, membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak, menghilangkan kerutan halus di kulit, mencerahkan sekaligus melembabkan kulit.

“Kandungan vitamin C pada moringa juga lebih banyak dari jeruk, dan baik untuk kulit sebagai antioksidan pencegah sel kulit rusak paparnya,” terang Mery.

Rupanya produk tersebut sangat cocok digunakan di kulitnya hingga akhirnya kulit wajah Mery yang awalnya penuh dengan radang dan bruntusan, kini mulai membaik. Salah satu produk yang menjadi unggulan adalah Refresh Toner Essence yang mengandung Moringa, Curcuma, dan Citrus.

“Saat ini saya bisa memproduksi 100.000 pieces per bulan dari yang awalnya saya hanya memulai dengan 5.000 pieces perbulan. Ini karena produk yang saya produksi memang terbukti khasiatnya, bahkan banyak direview oleh para influencer dan beauty vlogger,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kosmetik

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top