GoFood Prediksi Tren Kuliner 2020, Apa Saja?

Tren camilan dan makanan di Indonesia terus berkembang seiring dengan inovasi baru yang dilakukan pebisnis kuliner.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  17:41 WIB
GoFood Prediksi Tren Kuliner 2020, Apa Saja?
Gofood siap memberikan layanan dengan tagline LebiHep;) pada 2020. / Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA – Layanan pesan antar makanan GoFood memperkirakan beberapa jenis makanan, minuman, dan camilan yang akan menjadi tren di tahun ini.

Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan bahwa prediksi ini didasarkan pada data pertumbuhan internal di platform GoFood dari jenis makanan yang mengalami peningkatan signifikan selama 6 bulan terakhir.

“Metode untuk menentukan prediksi tren kuliner ini, kita melihat data beberapa waktu terakhir. Data yang diambil adalah growth (pertumbuhan pemesanan), bukan dari volumenya. Makanan dan minuman ini yang pertumbuhannya cukup pesat,” katanya di Jakarta, Selasa (11/2).

Dari data yang dikumpulkan, GoFood memprediksi tren kuliner 2020 sebagai berikut. Pada jenis makanan, menu yang semakin banyak di pesan adalah nasi telur, menu ikan, dan bubur ayam.

Pada kategori minuman, menu yang bakal menjadi tren tahun ini adalah minuman cokelat dan es regal. Sementara, pada kategori camilan atau jajanan, menu yang peningkatannya pesat adalah bakwan, tahu, dan donut.

Es regal diprediksikan bakal menggeser kejayaan es kopi susu pada 2020/Novita Sari Simamora

Bakwan dan donat bakal menjadi camilan favorit pada 2020, versi Gofood/Novita Sari Simamora

Secara spesifik, GoFood memperkirakan tren kuliner 2020 pada jenis makanan akan mengarah pada menu makanan dengan campuran atau olahan ikan. Jenis minuman yang sedang tren dan naik daun adalah es Regal dan jenis camilan yang akan banyak dipesan adalah bakwan.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Gojek Ainul Yaqin mengungkapkan beberapa tips yang harus dilakukan para merchant agar dagangannya dilirik para pelanggan.

“Pertama dari produk. Harus inovatif dan unik, tidak sekadar mengikuti tren yang sedang berkembang. Boleh ikut tren  tapi kasih nilai tambah lainnya. Selain itu, konsistensi rasa yang enak harus tetap dijaga untuk model bisnis yang lebih sustain,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
entrepreneur, makanan, Gojek

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top