Mimpi Najelaa Shihab, Tokoh di Balik Kesuksesan Sekolah Cikal

Sudah sejak kecil Najelaa Shihab bercita-cita ingin menjadi guru
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 22 April 2020  |  06:58 WIB
Mimpi Najelaa Shihab, Tokoh di Balik Kesuksesan Sekolah Cikal
Najeela Shihab

Bisnis.com, JAKARTA -- Sudah sejak kecil Najelaa Shihab bercita-cita ingin menjadi guru.

Selain karena kecintaannya terhadap dunia pendidikan yang sudah tertanam dari keluarga besarnya, putri Quraish Shihab ini juga ingin mengubah mindset pendidikan di Indonesia agar lebih menitikberatkan pada pengembangan kepribadian dan minat bakat masing-masing anak daripada sekadar hafalan atau text book.

Impiannya tersebut diwujudkan dengan mendirikan Rumah Main Cikal yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Cikal (Cinta Keluarga), pada Agustus 1999, saat usianya masih 22 tahun. Namun, sebelum mendirikan Sekolah Cikal, wanita yang akrab disapa Elaa ini telah memulai karirnya sebagai pengajar di kampus almamaternya di Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Indonesia.

“Saya sengaja memilih masuk Fakultas Psikologi karena dalam dunia pendidikan saat ini kita lebih banyak membahas benda mati seperti kurikulum atau standardisasinya, padahal yang penting itu adalah personal manusianya yang menjadi subjek pembelajar,” jelasnya.

Cikal sendiri memiliki kurikulum 5 start competencies, yang bertujuan untuk membentuk karakter anak baik dari sisi kecerdasan, emosional, hinggga spiritual dan moral. Sejak awal didirikan, Cikal memiliki konsep bahwa yang belajar bukan hanya murid, tetapi juga guru dan orang tua sebagai satu ekosistem pendidikan.

Usahanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tak hanya berhenti di sekolah saja, wanita kelahiran 11 September 1976 ini juga menginisiasi berbagai gerakan pendidikan yang berkaitan dengan guru dan orang tua seperti Komunitas Guru Belajar, Kampus Guru Cikal, Keluarga Kita, Ini Budi, dan lainnya.

“Dari situ aku temukan bahwa masalah pendidikan sangat besar dan kompleks sehingga untuk mengubah pendidikan yang bertanggung jawab tidak hanya salah satu pihak saja, perlu kerjasama antara seluruh stakeholder,” tuturnya.

Untuk membuat gebrakan yang memiliki dampak lebih besar, istri dari Ahmad Fikri Assegaf ini kemudian memprakarsai kegiatan Pesta Pendidikan yang menjaring ratusan organisasi dan komunitas berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia, yang kemudian menjadi cikal bakal organisasi pendidikan Semua Murid Semua Guru.

Sejak pertama kali didirikan pada 2015, Komunitas Semua Murid Semua Guru telah menjaring hingga 715 organisasi, jumlah guru penggeraknya pun telah tersebar di 200 kabupaten dengan total 73.00 guru. Elaa berharap dalam beberapa tahun ke depan, akan ada 400.000 hingga 800.000 guru yang terlibat.

Elaa menuturkan bahwa pendidikan seharusnya menjadi dunia yang paling inovatif dan dinamis karena menjadi jembatan masa depan. Dia melihat bahwa sosok Raden Ajeng Kartini sebagai teladan utama dalam dunia pendidikan, sebab beliau mampu mendobrak banyak hal dan memiliki pemikiran yang progresif dan sangat visioner.

“Kartini banyak mempraktekkan prinsip pendidikan yang ideal dari apa yang telah dilakukannya. Hal menarik dari dunia pendidikan ini karena menjadi sektor yang perempuanya paling banyak. Saya ingin banget perempuan yang sudah memilih berada di bidang ini untuk menjadi innovator bukan hanya sekadar status quo,” tuturnya.

Selain sekolah Cikal, Najeela Shihab juga merupakan pendiri startup Sekolahmu, yang merupakan aplikasi dengan sistem yang memadukan pendidikan konvensional dengan sistem yang serba digital (blended learning) pertama di Indonesia.

Berbasis teknologi dan berkolaborasi untuk menyediakan program belajar bagi semua orang. Diluncurkan saat Temu Pendidik Nusantara 2019, Jakarta, 25-27 Oktober 2019.

Startup ini, merupakan satu dari delapan platform yang terpilih untuk memberikan pelatihan dalam progran Kartu Prakerja yang diluncurkan pemerintah.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan, sekolah

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top