Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Yuk Latih Jiwa Leadershipmu, Selama #diRumahSaja

Akan sangat disayangkan, bila masa #diRumahSaja dihabiskan tanpa melakukan aktivitas untuk meningkatkan kreativitas dan mengembangkan kemampuan memimpin.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 25 April 2020  |  15:00 WIB
Melatih leadership skill selama masa pandemi. - ilustrasi
Melatih leadership skill selama masa pandemi. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Masa pandemi virus Corona (Covid-19) yang mengharuskan banyak orang beraktivitas di rumah saja, sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengasah pengembangan diri, misalnya mempertajam skill leadership atau kepemimpinan.

Joseph Folkman, Founder of Leadership Development Firms Novations and Zenger Folkman, melalui penelitiannya yang dilakukan pada 100.000 pemimpin, mengatakan bahwa dengan mengembangkan satu skill saja, dampak yang akan ditimbulkan sangat besar.

"Saya memeriksa data dari lebih dari 100.000 pemimpin dan menemukan bahwa mengembangkan hanya satu keterampilan dapat memiliki dampak yang mendalam," katanya, seperti dilansir dari Forbes, Sabtu (25/4/2020).

Joseph menuturkan, orang-orang yang tidak memiliki kemampuan mendalam, peringkat efektivitasnya secara rata-rata berada pada persentil ke-29. Namun, jika memiliki satu skill mendalam (misalnya keterampilan atau perilaku individu pada persentil ke-90), efektivitas keseluruhan akan meningkat 22 poin persentil ke persentil ke-52.

Oleh karenanya, Joseph memaparkan ada 15 hal yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kemampuan leadership, yaitu sebagai berikut:

Berlatih mendengarkan secara aktif. Kebanyakan orang tidak melakukannya dengan baik dan seringkali tidak menganggap penting hal ini.

"Setelah percakapan anda berikutnya, tanyakan pada orang yang anda dengarkan seberapa baik menurut mereka anda mendengarkan dan apa yang dapat anda lakukan agar lebih baik," katanya.

Membangun hubungan yang emosional. Menurut Joseph, di lingkungan pekerjaan seringkali orang akan menghindari percakapan pribadi, atau bahkan enggan menyapa dengan cara yang menyenangkan. Sebagian merasa sibuk sehingga membangun interaksi dinilai hanyalah buang-buang waktu.

Padahal, menurut Joseph, sebagian besar karyawan bersedia bekerja lebih keras dan berbuat lebih banyak untuk seseorang yang mereka sukai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leadership Tips Karir
Editor : Novita Sari Simamora

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top