Wirausahawan Italia Ini Sulap Limbah Laut Jadi Pakaian Mewah

Seluruh produknya dibuat dari botol plastik daur ulang, jaring penangkap ikan, atau limbah berbahan dasar nilon dan kain organik lainnya yang dapat didaur ulang.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  16:24 WIB
Wirausahawan Italia Ini Sulap Limbah Laut Jadi Pakaian Mewah
Pakaian produksi Kampos. Seluruh produknya dibuat dari botol plastik daur ulang, jaring penangkap ikan, atau limbah berbahan dasar nilon dan kain organik lainnya yang dapat didaur ulang - Dok./Kampos.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kampos, sebuah perusahaan startup Italia, meluncurkan jajaran produk dan aksesori ramah lingkungan untuk merayakan sejarah dan keindahan Laut Mediterania.

Didirikan oleh pengusaha Alessandro Vergano, seluruh produknya dibuat dari botol plastik daur ulang, jaring penangkap ikan, atau limbah berbahan dasar nilon dan kain organik lainnya yang dapat didaur ulang.

Setiap detil produk dan aksesoris telah dirancang agar menjadi sebuah produk ramah lingkungan dan berkelanjutan. Produk Kampos dibuat secara daur ulang dan dapat diproses kembali setelah digunakan.

"Perusahaan mode memiliki platform luar biasa yang dapat digunakan untuk menjangkau konsumen secara positif, tetapi hanya sedikit yang merangkul masalah sosial sebagai bagian dari model bisnis mereka," kata Vergano, seperti dikutip melalui Business Insider, Selasa (19/5/2020).

Dengan mengedepankan konsep keberlanjutan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengembangan produk hingga pengemasan konsumen akan turut berkontribusi secara sosial dengan setiap pembelian.

Lini produk awal Kampos, yang semuanya dibuat di Italia, terdiri dari pakaian renang, kemeja, t-shirt, parfum, kacamata hitam, pareo serta aksesori untuk pria, wanita, dan anak-anak.

Produknya terbuat dari: Econyl, 100 persen nilon regenerasi (filamen) atau GOTS bersertifikat (Global Organic Textile Standard) kapas organik dan biologis; dan Newlife ™, sistem benang filamen poliester daur ulang yang unik dan bersertifikasi yang 100 persen bersumber dari botol bekas, diproses menjadi polimer melalui proses mekanis, bukan kimia, dan dipintal menjadi benang.

Lalu, tidak ada plastik yang digunakan dalam kemasan.

Nama Kampos adalah singkatan dari kata Yunani, Hippo Kampos, yang diterjemahkan menjadi Kuda Laut.

Dalam budaya Roma dan Yunani, kuda laut itu suci bagi Neptunus dan Poseidon, Dewa Laut. Kuda laut dianggap sebagai simbol kekuasaan, otoritas dan nasib baik dengan emosi dan intuisi yang kuat.

Dalam budaya Roma dan Yunani, kuda laut itu suci bagi Neptunus dan Poseidon, Dewa Laut. Itu dianggap sebagai simbol kekuasaan, otoritas dan nasib baik dengan emosi dan intuisi yang kuat.

Vergano meluncurkan Kampos untuk menghormati budaya asalnya dan untuk merayakan gaya hidup Mediterania.

Dia juga mengatakan bahwa, sebagian dari pendapatan Kampos akan disumbangkan ke One Ocean Foundation, sebuah nirlaba yang didirikan di Porto Cervo, Sardinia.

"Ini adalah upaya bersama untuk mempercepat solusi masalah lautan, mempromosikan ekonomi biru yang berkelanjutan, dan meningkatkan pengetahuan melalui literasi laut."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Italia, fashion, limbah

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top