Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Normal Baru, Pameran Virtual dan Pendaftaran Online Jadi Kebiasaan Baru

Kondisi pandemi virus corona membuat sejumlah pameran mundur atau dibatalkan. Kini pelaku usaha mengadakan pameran online.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Juni 2020  |  10:53 WIB
Sejumlah delegasi mencoba alat Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) di Pavilion Indonesia pada pertemuan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali. Pameran tersebut menampilkan pencapaian Indonesia mulai dari ekonomi, industri, infrastruktur hingga pariswisata. - Antara/Zabur Karuru.
Sejumlah delegasi mencoba alat Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) di Pavilion Indonesia pada pertemuan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali. Pameran tersebut menampilkan pencapaian Indonesia mulai dari ekonomi, industri, infrastruktur hingga pariswisata. - Antara/Zabur Karuru.

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha event organizer dalam bisnis meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE) akan mulai mengandalkan bisnis pameran secara virtual pada masa normal baru untuk tetap menjaga pembatasan sosial.

General Manager Debindo-ITE, Raditia Zafir mengakui selama 3 bulan terakhir pihaknya sudah menyusun strategi pameran pada masa normal baru.

Sebagai contoh, dengan sekitar 20 event yang dibatalkan dan beberapa di antaranya punya potensi transaksi yang sangat besar. 

Raditia menjelaskan, kondisi pandemi membuat sejumlah pameran mundur atau dibatalkan. Umumnya, pameran yang diundur adalah proyek pameran bekerjasama antar stakeholder dengan pemerintah.

Penjadwalan ulang pameran direncanakan Debindo sekitar Oktober 2020. Meski demikian ada pula pameran dari pemerintah yang akhirnya diundur ke 2021. 

“Kami yang ikut menyelenggarakan Trade Expo Indonesia dari Kementerian Perdagangan tahun ini sangat merasakan imbasnya, juga pameran lain yang direncanakan Maret, April, Mei, terpaksa postpone. Slotnya kami pindahkan ke September dan Oktober,” ujarnya

Untuk sementara waktu, Debindo-ITE juga berstrategi untuk memprioritaskan pameran yang berskala nasional ketimbang internasional. Hal ini mengingat anjuran untuk bepergian di beberapa negara masih cukup restriktif dalam menyikapi Covid-19.  

Debindo pun mulai membuat mekanisme pameran virtual, konferensi virtual, dan business matching program secara virtual.

Selain itu, Raditia juga menyebut pameran atau konferensi virtual ini bisa lebih efisien dengan menghubungkan lebih banyak pelaku dari seluruh dunia secara online.

“Di luar negeri framework pameran sudah dikeluarkan dan sudah mulai pameran misalnya di China dan Korea Selatan, sebab ini [pameran] sangat menggerakkan roda ekonomi,” tuturnya.

Oleh sebab itu kini pihaknya sudah merencanakan beberapa alternatif dan terobosan baru pada era new normal yakni pendaftaran pengunjung masuk pameran secara online. Jika tak ada pendaftaran secara online maka pengunjung tidak bisa masuk area pameran. Hal ini penting untuk mengendalikan jumlah pengunjung.

"Cara dari kami juga bisa dengan cara membuat jam shift kunjungan. Sehingga pengunjung saat mendaftar online bisa mengecek sendiri mereka bisa datang jam berapa. Ini bagus mengatur tingkat keterisian," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran online New Normal Kenormalan Baru
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top