Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menangkap Peluang Industri Tekstil untuk UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa pelaku industri dan UMKM nampaknya kecil namun berperan besar bagi negara.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  16:46 WIB
Pedagang menata kain tekstil di pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan
Pedagang menata kain tekstil di pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri tekstil sama seperti industri lainnya yang mengalami hantaman akibat pandemi virus corona. Kreativitas perlu diperlukan untuk melihat dan mempergunakan peluang yang ada dengan baik.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa pelaku industri dan UMKM nampaknya kecil namun berperan besar bagi negara.

“Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan krusial terhadap perekonomian Indonesia. Tercatat UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Total UMKM seluruh industri 64,2 juta unit menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja,” ujarnya dalam Webinar Strategi UKM Fashion di Era New Normal yang diselenggarakan oleh APR, Kamis (23/7/2020).

Ia menuturkan bahwa masih banyak umkm yang lebih suka menjual produk impor padahal barang tersebut dapat diperoleh dari industri tekstil di tanah air. Sehingga ia mendukung penuh semua produk buatan lokal agar bisa bersaing dengan produk luar negeri.

“Kami akan mendorong dan mewujudkan semangat presiden agar kita bisa mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia sehingga dapat meningkatkan bahan baku yang bisa didapat di Indonesia seperti rayon.”

Namun, di tengah pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini pelaku UMKM tengah menghadapi tekanan yang amat berat karena mereka tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi sebagaimana biasanya.

Adapun, Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa industri manufaktur naik, dan tekstil seharusnya bisa mengambil bagian juga agar mengalami kenaikan yang pesat.

“Tekstil bisa mengambil bagian juga dalam kenaikan dr pemesanan sepeda, seperti tasnya, bajunya, celana, topi, kaos. Kalau bisa kita serbu pasar sepeda ini jadi memang saya melihat ini kesempatan yang bagus bukan hanya industri sepedanya yang naik tapi related industrinya yang bisa naik juga. Tekstil tidak ada matinya dengan catatan harus didukung penuh,” paparnya.

Secara keseluruhan tekstil juga salah satu penghasil devisa terbesar di Indonesia.Namun, Kualitas sekarang makin lama makin bagus yang harus diperhatikan adalah jangan sampai produk yang dijual adalah barang-barang impor itu adalah inti dari gerakan bangga buatan Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm tekstil
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top