Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Solusi Jitu untuk Pelaku UMKM Hadapi Krisis

Menurut Founder Legalku, M. Philosophi, setiap UMKM sangat membutuhkan rencana manajemen risiko dari skala kecil sampai skala besar dalam membangun bisnis.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  12:05 WIB
Pengunjung melihat produk UMKM di Jakarta, belum lama ini. Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melihat produk UMKM di Jakarta, belum lama ini. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam melalui krisis akibat pandemi Covid-19, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu merumuskan sejumlah solusi jitu untuk mempertahankan usaha.

Menurut Founder Legalku, M. Philosophi, setiap UMKM sangat membutuhkan rencana manajemen risiko dari skala kecil sampai skala besar dalam membangun bisnis.

Sebut saja, beberapa contoh risiko kecil yang mungkin terjadi adalah kesulitan memperoleh izin pengedaran produk, sementara contoh risiko skala besar seperti yang terjadi saat ini, pandemi Covid-19 yang mengubah kebiasaan pasar (behaviour market). Hal ini penting dirumuskan agar pelaku usaha bisa mengukur kemampuan adaptasi ketika melalui proses-proses tak terduga tersebut.

“Kecenderungan pasar sekarang tetap trending dan ini khususnya buat UMKM daya beli tidak turun tetapi market menjaga memilih prioritas daya beli,” ujar Philosophi dalam Live di IG Bisnis.com, Jumat (24/7/2020).

Dia menegaskan, ada kecenderungan pelaku usaha UMKM pada masa krisis melakukan perubahan target pasar sampai produk secara reaktif saja tanpa disertai riset market dan produk yang mumpuni. Padahal, ada banyak cara diluar mengubah pasar juga produk untuk bertahan hidup, salah satunya dengan mengganti jalur pemasaran.

“Misalnya, channeling offline. Sekarang mulai saja online, melalui e-commerce atau jalur konsinasi. Misalnya yang sekarang offline kuat itu apotik, cob kreatif aja kerjasama memasang display produk di apotik,” kata Philo.

Untuk memungkinkan sejumlah strategi itu, Philo menegaskan pentingnya kerjasama yaitu kolaborasi lintas sektor. Melalui kolaborasi dengan pihak lain akan memampukan UMKM untuk mengembangkan jalur penjualan serta memperluas pasar.

“Bagusnya kolaborasi ini juga jangan yang homogen, tetapi heterogen. Misal jangan jualan makanan yang sama, dimsum sama dimsum. Tapi heterogen pelengkap misal yang jualan makanan kerjasama dengan yang jualan minuman,” sambung Philo.

Selain kolaborasi Philo juga menegaskan pentingnya mentorship atau kehadiran mentor bagi pelaku usaha UMKM selama proses usaha. Apalagi pada masa pandemi Covid-19, proses mentoring ini sangat membantu proses ekspansi bahkan juga memberikan spiritual and social guidance bagi pelaku usaha dalam melakukan eksekusi.

Dia menambahkan, Legalku menjadi salah satu platform yang bisa berperan dalam pengembangan UMKM sebagai konsultan legal. Oleh sebab itu, Legalku juga ikut berperan memberikan rekomendasi atau nasehat bagi pelaku usaha bebas biaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm krisis ekonomi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top