Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelajaran Bisnis dari Pandemi Covid-19

Berikut adalah beberapa strategi penting yang dapat diterapkan pemilik bisnis untuk tidak hanya bertahan dari krisis Covid-19, tetapi memanfaatkan pengalaman tersebut untuk menjadi lebih baik.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 16 September 2020  |  16:29 WIB
Ilustrasi entrepreneur
Ilustrasi entrepreneur

Bisnis.com, JAKARTA -- Sudah enam bulan sejak wabah Covid-19 dan meskipun krisis belum berakhir, para pemimpin dan pemilik bisnis sedang mengevaluasi bagaimana bisnis mereka berhasil melewati pandemi.

Proses ini menuntut manajemen bergulat dengan kompleksitas tinggi dengan cara yang metodis. Tujuannya adalah menilai kinerja untuk menentukan kapabilitas apa yang kurang, kemudian membangun kapabilitas tersebut sebelum krisis berikutnya.

Bisnis yang berhasil melewati krisis melakukannya karena kepemimpinan yang baik telah mempersiapan kemampuan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak terduga.

Seperti yang diingatkan oleh Rahm Emanuel pada tahun 2008, "Anda tidak ingin krisis yang serius menjadi sia-sia."

Dilansir melalui Forbes, berikut adalah beberapa strategi penting yang dapat diterapkan pemilik bisnis untuk tidak hanya bertahan dari krisis Covid-19, tetapi memanfaatkan pengalaman tersebut untuk menjadi lebih baik.

1. Pahami situasinya.

Tanyakan pada diri Anda: Apakah sistem manajemen risiko perusahaan berfungsi? Jika tidak memiliki sistem manajemen risiko, apa kerugiannya? Bagaimana menilai efektivitas respon terhadap risiko yang dilakukan? Seberapa baik perusahaan dapat berkomunikasi dengan karyawan, pelanggan, dan pemasok? Apakah perusahaan memiliki cukup likuiditas untuk bertahan dari krisis? Sangat sulit untuk jujur tentang kinerja Anda, tetapi ini adalah cara terbaik untuk mengembangkan proses tata kelola Anda.

2. Menganalisis perilaku konsumen.

Bisnis membutuhkan pemahaman yang jelas tentang bagaimana pola konsumen bergeser selama pandemi dan pergeseran mana yang berjangka pendek versus mana yang berjangka panjang. Apakah pelanggan Anda berhenti membeli barang-barang mewah demi barang-barang penting? Apakah mereka beralih ke titik harga yang berbeda atau menunda pengeluaran?

Menentukan secara tepat apa yang pelanggan Anda lakukan secara berbeda selama krisis akan menginformasikan bagaimana Anda menyesuaikan bisnis Anda dan mengkomunikasikan perubahan tersebut kepada karyawan, pelanggan dan pemasok Anda.

3. Sesuaikan strategi pemasaran Anda.

Segala hambatan yang terjadi pada bisnis Anda dan berpotensi mempengaruhi layanan kepada pelanggan harus segera diatasi dan Anda harus terbuka dengan isu tersebut.

Sebagai contoh, pelanggan Anda tidak akan peduli dengan masalah dengan rantai pasokan Anda; mereka akan peduli tentang cara Anda menangani masalah tersebut. Jika Anda membuat alasan, Anda mungkin tidak menang. Meskipun bisnis Anda tidak bertanggung jawab atas masalahnya, pelanggan Anda akan tetap meminta pertanggungjawaban Anda.

4. Sesuaikan strategi pendekatan ke konsumen.

Covid-19 telah memilih pemenang dan pecundang berdasarkan industri. Anda harus memahami kondisi bisnis Anda dan beradaptasi dengannya.

ika Anda berada di industri perjalanan dan perhotelan, Anda mungkin mempertanyakan kemampuan Anda untuk bertahan hidup. Jika Anda menjalankan bisnis toko kelontong, prospek Anda mungkin cukup bagus.

Jalan bisnis ke depan akan sangat bervariasi menurut industri dan ukuran bisnis masing-masing. Meskipun pandemi telah memengaruhi kita semua, tidak ada solusi satu untuk semua.

5. Rencanakan anggaran 2021.

Oktober adalah saat sebagian besar bisnis merencanakan anggaran tahun berikutnya. Proses ini biasanya dimulai dengan menanyakan, "Bagaimana kinerja tahun lalu?" Dan kemudian membuat penyesuaian yang diperlukan. Tetapi tahun 2020 bukan tahun yang biasa. Dalam hal ini, pemilik usaha mungkin harus kembali ke 2019 dan melihat asumsi mana yang masih berlaku, lalu terapkan pelajaran yang didapat pada tahun 2020 untuk merencanakan tahun 2021 dan seterusnya.

6. Evaluasi karakter manajemen.

Krisis membangun tim manajemen yang hebat. Ketika semuanya berjalan dengan baik, semua orang terlihat baik. Namun saat air pasang surut, Anda dapat dengan mudah melihat siapa yang tidak siap. Pemilik usaha bertugas mengevaluasi kinerja manajemen. Jika hasilnya jelek, apakah mereka mendapat pelajaran berharga? Apakah mereka berani dalam upaya mereka untuk melakukan hal yang benar, atau apakah mereka berpaling dan lari?

Motivasi mungkin menjadi aset terbaik bisnis Anda saat ini. Ketika keadaan menjadi buruk, karyawan akan mengikuti pemimpin yang menunjukkan karakter yang kuat. Pada akhirnya, jenis kepemimpinan inilah yang memisahkan perusahaan bagus dari perusahaan hebat. Sekarang, lebih dari sebelumnya, karakter dapat menjadi pembeda antara perusahaan mana yang bertahan dan mana yang tidak.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top