Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masih Banyak Pebisnis Belum Maksimal Branding dan Promosi Digital

Penggunaan platform e-commerce dan media sosial mencatat tren yang semakin meningkat
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 September 2020  |  15:15 WIB
Niagahoster
Niagahoster

Bisnis.com, JAKARTA  - Di masa pandemi banyak bisnis dan UKM mendadak go online, karena peningkatan aktivitas online masyarakat, serta keinginan memperluas pasar.

Penggunaan platform e-commerce dan media sosial mencatat tren yang semakin meningkat. Bahkan layanan hiburan Netflix pun mencatat kenaikan sebesar 15,8 juta selama pandemi. Hal ini menunjukkan perubahan lifestyle dan cara masyarakat dalam berkomunikasi, hingga melakukan aktivitas ekonomi.

Perusahaan penyedia layanan web-hosting Niagahoster melihat fenomena go online ini sebagai peluang sekaligus tantangan. Memahami ketatnya persaingan di dunia online, bisnis dan UKM tidak cukup hanya sampai pada tahapan membuka toko di dunia maya

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat sebanyak 301,115 usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) go online saat pandemi. Kenaikan angka go online ini juga dialami oleh Niagahoster yang mencatat adanya kenaikan klien aktif sebesar 7,79% di kuartal II, dibandingkan kuartal sebelumnya.

Fenomena UKM go online “dadakan” ini menjadi catatan khusus untuk pemerintah dan pelaku usaha itu sendiri. Membangun bisnis yang “tahan lama” merupakan sebuah proses berkelanjutan yang melibatkan perpaduan antara strategi, perencanaan, dan eksekusi yang tepat sasaran.

Ayunda Zikrina, Head of Brand & Reputation Management Niagahoster mengungkapkan branding dan promosi digital merupakan duet strategi yang dapat dilakukan oleh personal, pelaku usaha, hingga perusahaan agar mendapatkan perhatian dari publik dan pasar. Namun sayangnya, dua hal ini masih belum dilakukan secara maksimal oleh para pelaku usaha. 

Niagahoster sendiri mencatat sebanyak 24,38% dari klien kalangan pelaku usaha terpaksa menutup kanal digitalnya karena bisnisnya tidak berjalan lancar. Hal ini dinilai merupakan gabungan dari persoalan pengembangan produk yang tidak matang, masalah dari sisi produksi dan perencanaan keuangan, hingga kurang memaksimalkan promosi di kanal digital. 

"Proses branding dan promosi digital sering dilupakan dalam membangun bisnis. Akibatnya proses inovasi produk jadi terhambat. Orang sekedar berjualan tanpa memerhatikan feedback atau masukan dari pasar. Inilah yang membuat bisnis tidak mampu bertahan.” kata Ayunda Zikrina dalam gelaran Konferensi Pers menyambut Brand Marketing Con. by Niagahoster (24/9).

Di tengah semakin banyaknya bisnis dan UKM yang go online, Ayunda menilai bisnis harus mulai membangun strategi branding dan digital marketing agar semakin dikenal luas. Hal ini pun sejalan dengan data yang dikutip oleh Forbes, yaitu branding yang dibangun secara konsisten di semua platform akan meningkatkan keuntungan sebesar 23%.

Saat ini, 67,40% dari total pemilik website di Niagahoster mengaku membuat kanal digital untuk mengembangkan bisnis. Demi mencapai kesuksesan secara online, baik personal maupun pemilik bisnis diharapkan membangun branding dan perencanaan promosi digital sedari dini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online pebisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top