Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakai Bahan Scuba, Produsen Masker Lakukan Inovasi Produk

Biasanya masker scuba dipesan oleh instansi, sehingga produsen masker telah menyiapkan stok bahan scuba.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 25 September 2020  |  07:46 WIB
Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Shela Rachmayanti mempraktikkan cara melepas masker yang benar. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Shela Rachmayanti mempraktikkan cara melepas masker yang benar. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk mencegah penyebaran penularan virus corona (Covid-19), masyarakat diwajibkan untuk mengenakan masker. Pada awal kemunculan pandemi, masker yang diperbolehkan hanyalah masker bedah atau masker media karena dinilai paling efektif menangkap penularan Covid-19.

Kondisi ini membuat masyarakat berebut untuk membeli masker medis sehingga harganya menjadi sangat jauh dari harga normal sebelum pandemi virus corona (Covid-19). Ada juga yang  menjual dengan harga mendekati Rp1 juta per kotak.

Pandemi ini juga menimbulkan hasrat orang-orang mencari keuntungan, maka tak sedikit pula polisi menangkap penimbun masker medis, yang menyebabkan kelangkaan di masyarakat.

Untuk mengatasi kondisi kelangkaan tersebut, pemerintah atas rekomendasi WHO memperbolehkan masyarakat untuk menggunakan masker non medis yakni masker kain. Ini tentu saja dilihat sebagai peluang oleh para desainer dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah untuk beramai-ramai memproduksi masker kain berlapis dengan berbagai motif dan dapat digunakan berkali-kali.

Bahkan bisa dikatakan bahwa produksi dan penjualan masker menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para pelaku umkm untuk tetap bertahan di masa pandemi ini.

Selain masker kain, tak sedikit pula yang meluncurkan masker dengan bahan buff dan scuba. Dua jenis masker ini biasanya digunakan orang-orang agar kelihatan sporty.

Desainer sekaligus pemilik brand Kiesera, Ardhina mengatakan bahwa sejak pandemi terjadi penurunan pendapatan, kemudian mereka mencoba melakukan inovasi dengan memproduksi masker yang awalnya dibundling dengan paket kerudung.

Namun karena permintaan yang kian meningkat, Kiesera pun memproduksi masker secara terpisah dengan konsep double printing sehingga bisa dipakai bolak-balik.

"Alhamdulillah yang tadinya masker hanya bundle untuk pembelian kerudung, ternyata banyak permintaan dan angka penjualannya cukup signifikan," ujarnya.

Dia juga memiliki produk scuba. Biasanya masker scuba paling banyak dipesan oleh instansi, sebab harga yang lebih murah dibandingkan masker kain berlapis lainnya.

Namun, 6 bulan pandemi Corona, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang melarang penggunaan masker scuba dan masker buff karena dinilai tidak efektif menangkal virus. Kondisi ini membuat Ardhina harus menunda produksi masker, meskipun permintaan terbilang cukup besar.

"Saat ini kami hold dulu karena masker scuba enggak direkomendasikan. Permintaan sih saat ini sudah lumayan sekali sebenarnya," tuturnya melalui pesan singkat kepada Bisnis, Kamis (24/9/2020).

Namun sebagai seorang pengusaha, Ardhina harus berinovasi, apalagi saat ini di tempat produksinya dia sudah memiliki banyak stok bahan scuba.

Ardhina sudah memiliki stok bahan mentah scuba. Tak ingin bahan scuba mubazir, maka dia tengah merancang masker scuba berlapis untuk disesuaikan dengan aturan pemerintah.

"Persediaan bahan scuba sudah ada. Saya mau buat model baru dengan lapisan double. Intinya saya percaya jika didouble maka hasilnya akan berbeda, atau bagaimana caranya bahan scuba ini bisa dimanfaatkan sesuai aturan," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona masker covid-19 pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top