Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Perencanaan Utang yang Sehat

Meskipun utang memungkinkan banyak orang untuk mencapai tujuan penting seperti membeli rumah, hal itu juga dapat merusak kondisi keuangan mereka jika salah kelola.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  12:12 WIB
Ilutrasi utang
Ilutrasi utang

Bisnis.com, JAKARTA - Utang adalah topik yang seringkali menuai pandangan yang bertentangan.

Meskipun utang memungkinkan banyak orang untuk mencapai tujuan penting seperti membeli rumah, hal itu juga dapat merusak kondisi keuangan mereka jika salah kelola.

Beberapa orang tentu memiliki alasan tersendiri mengapa mereka harus berutang. Namun tidak dipungkiri juga bahwa keberadaan utang bisa menggerus nilai kekayaan bersih, dan membuat kita sulit menabung.

Selama nilai dari total utang Anda masih di bawah 50% dari total nilai aset, maka jumlah utang Anda tergolong sehat. Meski demikian, belum tentu besaran cicilan utang yang Anda miliki setiap bulannya adalah sehat.

Berikut tips merencanakan keuangan dari Lifepal bagi mereka yang harus menambah utang demi mencukupi kebutuhan sehari-hari atau membeli aset.

1. Cicilan utang per bulan maksimal 35% dari penghasilan

Nilai debt service ratio (DSR) atau rasio pelunasan utang maksimal adalah 35% dari penghasilan.

Namun apa jadinya jika pihak bank atau pemberi kredit menyetujui permohonan cicilan senilai 50% dari penghasilan kita? Tetap saja, jumlah tersebut tidak ideal.

Cicilan utang yang terlalu banyak jelas bisa mengakibatkan menurunnya kualitas hidup. Jelas saja, kemampuan kita dalam mencukupi kebutuhan hidup per bulan akan terganggu.

Belum lagi, kita akan semakin sulit menyisihkan uang untuk dana darurat, kebutuhan proteksi, hingga investasi jangka panjang.

2. Jika harus berutang lagi, cari tahu dulu estimasi cicilannya

Apabila seorang yang saat ini memiliki cicilan rumah, lantas dirinya harus membeli mobil secara kredit untuk keperluan penggunaan pribadi, apakah hal ini bisa dibenarkan?

Bisa saja dibenarkan, asalkan nilai total utang tertunggaknya tidak melebihi 50% dari nilai aset dan DSR-nya tidak lebih dari 35%.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan cicilan kredit hitung terlebih dulu perkiraan cicilan yang bakal Anda bayar. Untuk memudahkan Anda mengetahui perkiraan cicilan, Anda bisa menggunakan dua jenis kalkulator yang ada di Lifepal.co.id.

Pertama adalah Kalkulator Bunga Flat (tetap), yang umumnya digunakan untuk menghitung angsuran bulanan dari kredit kendaraan bermotor, kredit tanpa agunan (KTA), dan lainnya. Yang kedua adalah Kalkulator Bunga Efektif yang umum digunakan dalam kredit pemilikan rumah (KPR), kredit usaha rakyat (KUR), maupun kredit emas.

3. Ambil cicilan panjang atau DP besar?

Tenor cicilan utang atau besaran uang muka (DP) tentu bisa mempengaruhi besarnya angsuran atau cicilan utang Anda.

Semakin panjangnya tenor pinjaman, maka cicilan akan terlihat lebih ringan. Namun hati-hati, tenor yang panjang umumnya juga disertai tingginya tingkat suku bunga kredit.

Sementara itu, besarnya DP tentu akan mempengaruhi nilai pokok utang yang juga berdampak pada besarnya cicilan per bulan. Membayar uang muka dalam jumlah besar akan mengurangi pokok utang hingga berdampak ringannya angsuran per bulan. Namun apakah saat ini Anda sedia uang tunai dalam jumlah besar?

Dua cara ini bisa Anda manfaatkan untuk mengatur besarnya estimasi cicilan. Namun pahamilah dengan seksama seputar besarnya beban bunga yang harus Anda tanggung nantinya.

4. Jangan buat pusing keluarga dengan mewariskan utang

Bukan hanya harta yang akan Anda wariskan ke keluarga, utang pun akan diwariskan. Pastikan bahwa ketika Anda mengajukan permohonan utang ke lembaga keuangan, Anda sudah terlindungi dengan asuransi jiwa.

Asuransi jiwa tentu akan sangat berfungsi untuk membantu kita menghadapi risiko hilangnya penghasilan saat kita wafat di usia produktif. Uang pertanggungan yang dicairkan dari asuransi jiwa bersifat bebas pajak, dan bisa dimanfaatkan untuk menggantikan sumber penghasilan yang hilang akibat kepergian tulang punggung keluarga.

Umumnya, setiap orang yang mengajukan KTA, KPR, maupun pinjaman dana lain akan diberikan fasilitas berupa asuransi jiwa. Selain menggantikan sumber penghasilan, tentu saja uang pertanggungan itu bisa dimanfaatkan untuk melunasi utang.

5. Apabila dana darurat tidak cukup, jangan berutang

Besar kemungkinan rasio utang terhadap aset dan DSR Anda masih sehat, tapi jika jumlah aset lancar Anda terlalu sedikit maka hal itu juga cukup berbahaya.

Besaran nilai basic liquidity ratio atau yang kerap disebut dana darurat adalah 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Semuanya tergantung dari status pernikahan dan risiko pekerjaan Anda.

Apabila Anda masih lajang dan tidak memiliki tanggungan, anggaran sebesar 3 kali pengeluaran bulanan mungkin cukup. Namun jika Anda sudah berkeluarga tentu saja, dana darurat sebesar 3 kali pengeluaran tak akan cukup.

Oleh karena itu, pastikan saja kebutuhan dana darurat sudah tersedia jauh-jauh hari sebelum Anda mengajukan permohonan kredit.

Itulah hal-hal yang patut diketahui dalam mengelola keuangan saat kita harus berutang. Pastikan saja keputusan Anda untuk berutang adalah hal yang merupakan kebutuhan Anda, bukan hanya sekedar utang untuk keperluan konsumtif, atau untuk menutupi utang-utang Anda yang sudah menggunung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top