Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Cara Pemilik Resto AYCE Dongkrak Penjualan Saat PSBB

Padahal, di beberapa restoran, terutama yang menyajikan menu makanan all you can eat (AYCE), masyarakat jelas lebih banyak yang memilih untuk makan di tempat karena mereka dapat menikmati beragam jenis makanan hanya dengan membayar satu harga. Salah satunya Pochajjang Korean BBQ yang merupakan bagian dari Kulo Group.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  15:57 WIB
Daging yang dijual di Ayce
Daging yang dijual di Ayce

Bisnis.com, JAKARTA – Para pelaku usaha kuliner, khususnya yang memiliki gerai atau restoran harus terus memutar otak dan melakukan inovasi karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat masyarakat tidak bisa makan di tempat.

Padahal, di beberapa restoran, terutama yang menyajikan menu makanan all you can eat (AYCE), masyarakat jelas lebih banyak yang memilih untuk makan di tempat karena mereka dapat menikmati beragam jenis makanan hanya dengan membayar satu harga. Salah satunya Pochajjang Korean BBQ yang merupakan bagian dari Kulo Group.

Michelle Sulistyo, CMO Kulo Group mengakui bahwa selama ini penjualan terbesar Pochajjang berasal dari konsumen yang makan di tempat atau dine in. Namun, setelah pemerintah memberlakukan PSBB dan mengeluaran kebijakan untuk melarang makan di tempat, otomatis pemasukan dine in sama sekali tidak ada.

Sebetulnya, para pelaku usaha, termasuk Pochajjang sempat merasakan kenaikan penjualan yang sangat signifikan ketika pemerintah membolehkan untuk dine in. “Mungkin dikarenakan orang orang juga sudah pada kangen untuk melakukan dine in karena mereka cukup dengan Rp99 ribu saja sudah bisa AYCE,” ujarnya.

Akan tetapi ketika kembali diberlakukan PSBB, pemasukan dine in kembali melorot tajam bahkan tidak ada sama sekali. Untuk itulah pihaknya melakukan inovasi dengan menyediakan menu siap saji dan take away seperti rice box hingga frozen food yang memungkinkan masyarakat untuk merasakan kembali sensasi memangang daging dari rumah.

Daging dari Pochajjang juga sudah dimarinasi dengan sempurna sehingga tidak perlu repot untuk meracik bumbu sendiri. Harga yang ditawarkan sangat cocok di kantong, mulai dari Rp88.000 untuk 300 gram daging premium.

Adapun pilihan rasanya yakni Bulgogi, Spicy Bulgogi, Soy Honey atau Black Pepper dan Rp99.000 untuk 250 gram daging Saikoro atau Wagyu.

Sementara itu, untuk menu rice box pihaknya menawarkan harga mulai dari Rp35.000 untuk menu satu lauk hingga Rp38.000 untuk menu combo atau kombinasi daging sapi dan ayam.
Michelle mengatakan bahwa saat ini pihaknya sangat mengandalkan penjualan secara digital serta platform e-commerce sebagai channel pejualan terbaru. Penjualan secara digital tersebut menurutnya sangat membantu bahkan diakui olehnya bahwa –menu-menu tersebut cukup berhasil mendongkrak pemasukan.

“Dari segi penjualan tentu pastinya terdampak namun tidak terlalu signifikan dikarenakan Pochajjang sudah menyediakan menu siap saji dan take away seperti Rice Box dan Frozen Beef,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis bisnis kuliner
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top