Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Personal Branding Permudah Wirausaha Berganti Haluan Bisnis

Anne Avantie memaparkan berbabagai permasalahan yang dialami para pelaku industri kreatif juga perajin kain tradisional.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  11:06 WIB
Anne Avantie - istimewa
Anne Avantie - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Personal branding ternyata sangat memudahkan seorang pelaku usaha untuk melakukan perubahan ataupun pergeseran bidang usaha pada masa krisis.

Hal itu diungkapkan oleh Anna Avantie, perancang busana yang kini sedang asik mengelola usaha baru yakni kuliner, Dapur Ndeso. Kepada Bisnis, Anne bercerita dalam kiprahnya selama ini, mempopulerkan wastra Indonesia di kancah lokal maupun global ternyata cukup sulit. Hak ini akan semakin sulit, terutama dengan banyaknya adaptasi baru pasca pandemi.

Berubahnya tren para perancang busana dalam mempopulerkan kain tradisional melalui peragaan busana atau pameran, membuat pentingnya strategi baru dari semua pemangku kepentingan mendorong perajin kain tradisional di daerah. 

Sebagai perancang busana, Anne menilai, permasalahan yang dialami para pelaku industri kreatif juga perajin kain tradisional tidak melulu terkait dengan ketersediaan modal dan infrastruktur.

Hal yang menurut Anne lebih mendasar adalah kurangnya pendampingan dan pelatihan pemasaran melalui personal branding bagi para pelaku usaha dan perajin di daerah.

Anne menilai, personal branding dengan mengandalkan media sosial salah satu upaya bagi para perajin di daerah untuk bertahan dan tetap eksis memasarkan kain tradisional di tengah pandemi.

“Di Indonesia personal branding itu masih kurang. Banyak perajin, pelaku usaha kreatif di daerah tak berhasil membuat branding. Akhirnya apa? Produk mau sebagus apapun orang jadi tidak mengenal,” ungkap Anne kepada Bisnis.

Beberapa faktor yang membuat banyak perajin dan pelaku usaha kreatif enggan melakukan branding ataupun personal branding karena banyak sindiran atau nyinyiran yang timbul dalam upaya itu. Bagi sebagian masyarakat, upaya melakukan personal branding diasumsikan sebagai tukang pamer semata. Padahal, bagi Anne Avantie, personal branding memberi tantangan bagi si pelaku untuk mempertahankan kredibilitas dan memacu kreativitasnya.

Oleh sebab itu, sentimen negatif terhadap personal branding juga harus ditepis agar bisa memajukan para perajin di tingkat daerah.

Pada awalnya Anne tak ada niat mau berbisnis kuliner di masa pandemi. Namun berkat personal branding, setiap kali dia mengunggah masakan ke media sosial banyak warganet yang suka dan mengusulkan untuk dijual.

"Jadi bisa dicoba siapapun," kata Anne kepada Bisnis.

Dia pun menerima sejumlah usulan warganet dan mulai membuka Dapur Ndeso Anne Avantie. Berdasarkan pantauan Bisnis pada Instagram @dapurndesoanneavantie, semua masakan yang dijual memang langsung dibuat oleh sang desainer dari dapurnya sendiri.

Adapun salah satu menu sambal andalan yang digemari warganet adalah sambal terong. Anne menyebut sambal terong adalah makanan favoritnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anne avantie kain tenun
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top