Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Alasan Bisnis Kecantikan Tidak Terpengaruh Pandemi

Pasar kecantikan estetika medis dan antipenuaan telah mengalami tingkat ketahanan yang tinggi meskipun pandemi melanda.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  14:48 WIB
Ilustrasi - Sheknows
Ilustrasi - Sheknows

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi virus corona (Covid-19) telah menimbulkan efek riak pada industri di seluruh dunia.

Meskipun ini merupakan tahun yang sangat sulit, pandemi telah membuktikan bahwa kehidupan masih terus berjalan dan industri tertentu dapat mengatasi badai lebih baik daripada yang lain.

Meskipun bukan saat yang mudah untuk berbisnis, pasar kecantikan yang terdiri dari estetika medis dan anti-penuaan telah mengalami tingkat ketahanan yang tinggi selama tahun yang penuh gejolak ini.

Menurut laporan riset pasar oleh Technavio, pasar estetika medis diperkirakan akan tumbuh sebesar US$7,64 miliar selama 2020-2024, dengan CAGR 7 persen selama periode perkiraan, seperti dikutip melalui Entrepreneur, Kamis (15/10/2020).

Anush Movsesian, seorang praktisi perawat top di bidang estetika dan kedokteran kosmetik, berbagi pemikirannya tentang apa yang telah membantu menjaga pengobatan kosmetik tidak terpengaruh oleh pandemi global.

1. Penuaan adalah masalah universal, tidak peduli apa yang sedang terjadi

Pandemi atau tidak, penuaan adalah sesuatu yang terus kita hadapi, dan itu sesuatu yang tidak boleh kita abaikan.

"Anti-penuaan adalah tentang perawatan yang konsisten, dan kami harus memastikan bahwa kami mematuhi janji dan rutinitas kami," ujar Movsesian.

Orang-orang tidak meninggalkan pada rutinitas kecantikan mereka memenuhi janji temu dengan dokter masing-masing. Namun, dia juga mengingatkan bahwa para beauty enthusiast tidak boleh bersaing untuk mendapatkan hasil yang tidak realistis yang justru berisiko merusak estetika wajah mereka.

2. Perawatan diri telah menjadi prioritas yang lebih besar

Dalam menghadapi pandemi, kami telah melihat perawatan diri meroket dalam hal prioritas, dan memang seharusnya begitu. Masyarakat telah menyadari betapa pentingnya perawatan diri, dan estetika adalah bagian besar darinya.

Ini mencakup segala hal mulai dari makan lebih baik hingga berolahraga hingga prosedur kosmetik.

Dengan kemajuan teknologi, lebih banyak orang saat ini, tanpa memandang jenis kelamin, memasukkan estetika dalam praktik perawatan diri umum mereka untuk mencapai penampilan dan kepuasan yang lebih baik.

3. Praktik kosmetik selalu dan masih sangat aman

Meskipun perawatan diri sangat penting saat ini, keselamatan masih menjadi perhatian yang valid.

"Karena profesional medis berlisensi yang mempraktikkan perawatan estetika dan anti-penuaan, tidak diragukan lagi bahwa keselamatan diperhatikan dengan sangat serius. Mendapatkan prosedur estetika atau anti-penuaan berisiko rendah jika Anda tahu Anda mendapatkannya dari profesional berlisensi," Kata Movsesian.

Pandemi telah meningkatkan minat pada anti-penuaan dan estetika karena orang-orang menyadari betapa pentingnya perawatan diri untuk vitalitas kita dan betapa amannya prosedur ini.

Movsesian menjelaskan betapa pentingnya peran industri ini dalam aspek kesehatan dan kebugaran kita secara keseluruhan sambil membuktikan keuletannya bahkan dengan tekanan global. Masa depan untuk estetika terlihat cerah.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis kecantikan tren kecantikan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top