Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Agar Penjualan F&B Tetap Meningkat di Masa Pandemi

Lilis Musliawati, Marketing Manager Steak 21 mengatakan bahwa pandemi ini menjadi tantangan terbesar sejak restoran hadir tahun 1999 karena adanya pembatasan kunjungan konsumen untuk makan di tempat.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  19:19 WIB
Steak - Brake.co.uk
Steak - Brake.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemic Covid-19 dan kebijakan PSBB memiliki dampak yang signifikan pada berbagai bidang usaha, khususnya food and beverage yang mengalami penurunan omzet hingga 70 persen, termasuk salah satunya restoran Steak 21.

Lilis Musliawati, Marketing Manager Steak 21 mengatakan bahwa pandemi ini menjadi tantangan terbesar sejak restoran hadir tahun 1999 karena adanya pembatasan kunjungan konsumen untuk makan di tempat.

Dalam kondisi ini pihaknya harus terus memutar otak, salah satunya dengan memanfaatkan layanan delivery online yang terbukti sangat memudahkan dan menguntungkan pelanggan serta berhasil meningkatkan penjualan di gerai-gerai Steak 21.

Selain itu, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan aplikasi Shopee melalui ShopeePay yang memberian beragam promosi sehingga ikut membantu mendorongkrak jumlah kunjungan ke gerai Steak21.

Di samping itu, Lilie juga menyampaikan tiga poin utama bagi sesama pelaku usaha dalam menghadapi tantangan pandemi COVID-19.

Pertama, selalu berpikiran terbuka. “Dalam menggeluti sebuah usaha, kita ditantang untuk terus beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Memiliki pikiran yang terbuka dan mindset untuk terus maju sangat penting dapat terus berinovasi dalam situasi yang sulit,” ujarnya dalam ShopeePay Talk, Jumat (16/10/2020).

Kedua, berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama platform digital yang akan memberikan nilai tambah bagi usaha kita dalam melayani masyarakat dengan lebih baik. Ketiga yang tak kalah penting adalah mengandalkan kualitas produk dan layanan.

“Terus sajikan produk yang berkualitas untuk pelanggan termasuk pelayanan yang memuaskan dan terpercaya. Perhatikan juga protokol kesehatan di gerai, agar tetap aman bagi para pelanggan dan, karyawan,” tuturnya.

Sementara itu, Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay mengatakan bahwa ShopeePay terus bekomitmen untuk berkembang bersama para merchant yang bergerak di berbagai bidang, seperti F&B, retail, online, dan lain-lain.

“ShopeePay Talk kami inisiasi untuk menjadi wadah bagi para pelaku bisnis untuk saling berbagi inspirasi dan informasi yang ringan namun juga bermanfaat, terutama di masa-masa sulit ini,” ungkapnya.

Sebagai informasi, kampanye Di Rumah Aja Bareng ShopeePay merupakan kampanye yang dihadirkan ShopeePay dalam menjawab tantangan PSBB ketat yang diberlakukan sejak 11 September 2020 lalu.

Tidak hanya pembayaran digital, ShopeePay juga menyediakan teknologi dan platform yang memungkinkan pemesanan dari merchant favorit lewat tautan khusus. Selain itu, ShopeePay juga mempromosikan para merchant yang berpartisipasi lewat berbagai program menarik dan berbagai kanal komunikasi.

“Kami berharap para pelaku bisnis dapat mendapatkan informasi dan insight yang bermanfaat dari sesi ini. ShopeePay Talk akan hadir kembali setiap bulannya dengan membawa topik-topik hangat yang inspiratif,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan industri makanan minuman
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top