Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Pelajaran Penting dari CEO Airbnb Brian Chesky di Tengah Pandemi ala

Brian Chesky memimpin Airbnb keluar dari bencana tahun ini. Apa yang dapat dipelajari pengusaha dari pengambilan keputusan yang sangat cepat?
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  17:47 WIB
Airbnb - Istimewa
Airbnb - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketika pandemi membuat dunia terhenti, kebanyakan orang meninggalkan rencana perjalanan mereka.

Tidak ada yang bisa meramalkan hal itu akan terjadi, apalagi Brian Chesky, salah satu pendiri dan CEO Airbnb.

"Saya tidak tahu apakah saya mampu membuat keputusan 10 tahun dalam 10 pekan," kata Chesky dalam wawancara baru-baru ini dengan The Wall Street Journal, seperti dikutip melalui Inc., Senin (26/10).

Apa yang dilakukan perusahaan dalam rentang waktu singkat itu sangat mengesankan setidaknya menurut Michael Seibel, kepala eksekutif Y Combinator, ketika berbicara dengan WSJ.

Meskipun Airbnb membiarkan ribuan pekerja masuk ke departemen pemasarannya, mereka juga memperlengkapi kembali dan melatih kembali fokusnya dengan cara yang menurut Chesky belum dilakukan para pendirinya sejak perusahaan diluncurkan.

Berikut adalah tiga poin penting dari kisah bisnis Airbnb:

1. Dengarkan pelanggan Anda - semuanya.

Ketika Airbnb memutuskan untuk mengembalikan uang untuk pembatalan, perusahaan menghadapi reaksi keras dari pemilik properti yang marah. Chesky mencoba untuk mengantisipasi tekanan tersebut dengan mengembalikan uang tuan rumah (host) untuk sepertiga dari masa inap yang dibatalkan dengan dana yang dipinjamkan dari perusahaan investasi Silver Lake dan Sixth Street.

"Kami bukan apa-apa tanpa host. Anda adalah sumber kehidupan kami,\" kata Chesky dalam wawancara dengan The Wall Street Journal. Ini adalah pengingat untuk menjaga orang-orang yang - secara harfiah - menjaga bisnis Anda tetap berjalan.

2. Gunakan data untuk mendorong keputusan Anda.

Saat berbagai negara melonggarkan pembatasan perjalanan, Airbnb melihat peningkatan reservasi di area lokal. Lebih dari setengah pemesanan Airbnb pada bulan Agustus berada dalam jarak berkendara, sekitar 300 mil dari lokasi tamu. Jadi Airbnb menyesuaikan algoritme rekomendasinya untuk menampilkan lebih banyak penginapan lokal. Dengan memanfaatkan tren industri dan data dari konsumen mereka, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan tetap selaras dengan apa yang diinginkan dan dibutuhkan pelanggan.

3. Jangan takut untuk mengambil langkah \"mundur\".

Airbnb memiliki rencana besar untuk ekspansi sebelum pandemi melanda. Mereka bekerja untuk membangun Experience, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk memesan aktivitas seperti kelas mencicipi anggur dan tembikar.

Dengan akuisisi Hotel Tonight tahun lalu, Airbnb berencana menambahkan hotel ke platformnya. Pandemi memaksa Chesky mengesampingkan rencana itu. Model bisnis inti Airbnb adalah dan selalu menghubungkan pemilik rumah dengan penyewa jangka pendek.

Dengan perampingan dan pivot, Airbnb dapat tetap bertahan selama pandemi dan, setelah mengalami penurunan pendapatan sebesar 66,5% dari tahun ke tahun pada kuartal kedua, perusahaan kini berada di jalur yang tepat untuk melaporkan keuntungan pada kuartal ketiga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Airbnb tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top