Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cara Startup Kebugaran Bertahan di Masa Pandemi

Kondisi ini semakin mencekik dunia kebugaran atau olahraga, terlebih dengan adanya kebijakan lockdown atau di Indonesia dikenal dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat orang membatasi aktivitasnya di luar ruangan. Padahal, olahraga sebagian besar dilakukan di luar ruangan. Aktivitas pun diubah dari offline menjadi online.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 10 November 2020  |  12:05 WIB
Ilustrasi olahraga
Ilustrasi olahraga

Bisnis.com, JAKARTA - Kesadaran akan memiliki kesehatan dan gaya hidup yang lebih baik telah menjadi salah satu tren utama masyarakat Indonesia. Kesadaran ini tentunya berdampak pada industri kebugaran dan olahraga yang terus berkembang sehingga masyarakat mulai memiliki rutinitas serta kebiasaan akan gaya hidup sehat. Seperti yang sudah diketahui, Pandemi COVID-19 mempengaruhi seluruh industri di tanah air, tak terkecuali industri kebugaran.

Kondisi ini semakin mencekik dunia kebugaran atau olahraga, terlebih dengan adanya kebijakan lockdown atau di Indonesia dikenal dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat orang membatasi aktivitasnya di luar ruangan. Padahal, olahraga sebagian besar dilakukan di luar ruangan. Aktivitas pun diubah dari offline menjadi online.

Berdasarkan Survei Konsumen Indonesia yang dilakukan oleh McKinsey, aplikasi kebugaran dan olahraga online akan menjadi primadona baru pada saat dan paska COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna aplikasi kebugaran akan meningkat dari 35 persen menjadi 69 persen per tahunnya. Hal ini tercermin dari startup olahraga lokal asal Indonesia yang mengalami peningkatan pesat paska COVID-19.

"Tren tersebut mencerminkan pertumbuhan pelanggan aktif DOOgether lebih dari 1.000 persen selama 6 bulan terakhir," ujar CEO DOOgether, Fauzan Gani dalam keterangan tertulisnya.

Dia menegaskan untuk tetap bertahan di tengah pandemi, DOOgether membuka kelas-kelas ataupun event olahraga secara online yang bisa dilakukan sesama anggota. Hal ini dapat membantu masyarakat untuk berolahraga guna meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19.

Menurutnya, DOOgether juga siap mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan membantu para mitra studio olahraga. Harapannya, DOOgether dapat bantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor kesehatan dan kebugaran.

"DOOgether hadir sebagai solusi atas masalah kesehatan di tengah pandemi COVID-19 siap menjadi teman hidup sehatmu. Sebagai perusahaan lokal yang bergerak di industri kebugaraan, kami juga tentunya akan terus membantu para mitra lokal dalam mengembangkan bisnisnya terutama di masa pasca PSBB COVID-19 sekarang," katanya.

Sementara itu, Nadia Saphira, pemilik studio olahraga lokal Breathe, mengatakan bahwa kehadiran DOOgether sejak tahun 2016 hingga sekarang terus membantu para studio dan trainer dalam mendapatkan pelanggan baru. Aplikasi ini juga membantu industri dan bisnis olahraga tetap berjalan di tengah pandemi COVID-19.

"Tentu sangat berat untuk bisnis, tetapi dengan adanya peran DOOgether, studio kita mendapatkan bantuan kelas-kelas online dan juga event-event online. Jadi masyarakat bisa tetap hidup sehat dan imunitas tubuh bisa terjaga," jelasnya.

Di masa pandemi ini DOOgether telah meluncurkan dua fitur baru yaitu #dirumahaja by DOOgether dan DOOlive. #dirumahaja olahraga by DOOgether memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga melalui berbagai video-on-demand (VOD) latihan olahraga yang disediakan oleh berbagai studio lokal bermitra dengan DOOgether.

Sedangkan, DOOlive memberikan kesempatan serta pengalaman yang lebih interaktif bagi masyarakat. DOOlive memberikan fitur live classes sehingga orang dapat langsung melihat dan melakukan latihan olahraga dengan trainer favorit mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp kebugaran
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top