Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Hewan Peliharaan Kian Menggemuk

Bisnis hewan peliharaan kini memanfaatkan teknologi untuk menyediakan solusi yang terintegrasi dalam satu platform.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 07 Desember 2020  |  17:02 WIB
Balita bermain dengan anjing. Aktivitas bermain dengan anjing, bisa meningkatkan kecerdasan emosional balita. - Time of India
Balita bermain dengan anjing. Aktivitas bermain dengan anjing, bisa meningkatkan kecerdasan emosional balita. - Time of India

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi virus corona (Covid-19) menyebabkan kemunduran signifikan di hampir semua sektor bisnis, tetapi sektor industri hewan peliharaan mencatatkan pertumbuhan positif.

Dikutip dari siaran pers start-up sektor hewan peliharaan, yakni Petskita, Senin (7/12/2020), saat ini di Indonesia adan 67 persen rumah tangga memiliki hewan peliharaan, dengan proporsi terbesar pada kucing sebesar 37 persen, burung sebesar 19 persen, ikan sebesar 16 persen, serta anjing sebesar 15 persen.

Berdasarkan data dari Euromonitor International, diperkirakan pasar untuk produk-produk hewan peliharaan akan mencatatkan pertumbuhan hingga 14 persen per tahun. Sementara itu, potensi untuk industri layanan hewan peliharaan di Indonesia juga akan terus meningkat sebesar 7,1 persen per tahun.

Namun, ada beberapa masalah yang sering dihadapi para pecinta hewan di Indonesia. Pertama, produk makanan, perawatan, dan aksesoris di toko-toko hewan masih sangat terbatas. Untuk pemilik hewan yang tinggal di daerah terpencil, mereka lebih susah mengakses produk-produk berkualitas untuk hewan kesayangannya.

Kedua, jasa layanan perawatan hewan, seperti layanan salon atau penitipan, masih sangat konvensional dan kurang tersentralisasi. Ketiga, pemilik hewan di Indonesia juga belum terbiasa memantau pertumbuhan dan rekam kesehatan hewan peliharaan, karena belum ada platform yang mudah digunakan.

Melihat permasalahan ini, Petskita hadir memanfaatkan teknologi untuk menyediakan solusi yang terintegrasi dalam satu platform. Sejak Mei 2020, Petskita meluncurkan Pet Marketplace dengan lebih dari 1.000 pilihan produk, makanan hewan hingga gadget dan aksesoris.

Tidak hanya berfokus pada anjing dan kucing, Petskita menyediakan produk untuk ikan, burung, kelinci, hingga hewan eksotik. Adapun model marketplace Petskita memudahkan semua Pet Parents alias pemilik hewan memenuhi kebutuhan hewan kesayangan mereka secara online di masa pandemi.

Menurut Herpeiriati CEO Petskita, sebagai sesama pecinta hewan, start-up ini hadir untuk merevolusi industri Pet Economy di Indonesia, agar kehidupan hewan peliharaan bisa menjadi lebih sejahtera, sehat, dan bahagia.

“Bagi kami, Petskita bukan hanya sekedar platform bisnis, namun lebih dari itu, kami ingin membentuk komunitas pecinta hewan terbesar di Indonesia,” ungkap Herpeiriati.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Taufin Rusli selaku CTO Petskita, dan Gunawan Wahab selaku Managing Director Petskita bahwa metode bisnis ini berhasil mendapatkan respon positif dari para pemilik hewan di Indonesia. Dengan lebih dari 6.700 monthly active users (MAU), Petskita membukukan peningkatan penjualan sebesar 71 persen dalam tiga bulan pertama sejak pendiriannya.

Herpeririati menyebut Petskita akan mendisrupsi Pet Economy dengan menciptakan ekosistem hulu ke hilir untuk semua kebutuhan hewan peliharaan. Dalam waktu dekat, Petskita berencana meluncurkan sistem pemesanan online untuk menghubungkan Pet Parents dengan penyedia layanan hewan, seperti salon, tempat penitipan, klinik, lembaga pelatihan, hingga asuransi khusus untuk hewan peliharaan.

Lebih jauh, Petskita juga sedang mengembangkan My Pet ID, sebuah sistem identifikasi elektronik, dimana Pet Parents bisa memproses sertifikat kelahiran hewan secara online. Setelah terdaftar, My Pet ID memudahkan Pet Parents untuk mengisi dan memantau pertumbuhan serta rekam medis hewan peliharaan mereka. Sistem My Pet ID akan terintegrasi dengan layanan Petskita, sehingga Pet Parents juga bisa mendapatkan rekomendasi produk yang tepat sesuai umur, kondisi, dan jenis hewan masing-masing.

Menurut Herpeiritati, pada masa kini hewan peliharaan bukan lagi hanya bertugas untuk menjaga rumah. Namun lebih dari itu, mereka sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga sendiri. Oleh sebab itu, Petskita mengundang semua Pet Parents untuk bergabung dan berkontribusi dalam komunitas Petskita yang dinamakan @kitaforpets.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang akan membantu para Pet Parents memberikan produk dan perawatan terbaik bagi hewan kesayangan,” ungkap Herpeiriati.

Selama 30 tahun terakhir, Pet Economy menjadi sektor yang terus mencatatkan pertumbuhan secara stabil. Terhitung sejak tahun 2016, mayoritas dari semua penduduk di dunia memiliki setidaknya satu hewan peliharaan. Anjing masih menjadi hewan peliharaan favorit dengan tingkat kepemilikan 33 persen, disusul dengan kucing sebanyak 25 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hewan hewan peliharaan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top