Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Anak jadi Pengusaha? Latih Keterampilan Ini Sejak Masa Kanak-Kanak

Yang menarik, bagaimanapun, adalah bahwa akal, kreativitas, ketahanan dan kepositifan mereka kemungkinan besar merupakan bagian dari kepribadian dan cara mereka berpikir jauh sebelum mereka menjadi pengusaha.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  18:06 WIB
entrepreneur
entrepreneur

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha berpikir dengan cara yang unik. Setidaknya para pengusaha yang hebat di bidangnya memiliki karakter tersebut.

Yang menarik, bagaimanapun, adalah bahwa akal, kreativitas, ketahanan dan kepositifan mereka kemungkinan besar merupakan bagian dari kepribadian dan cara mereka berpikir jauh sebelum mereka menjadi pengusaha.

Mereka sudah memiliki pola pikir dan keterampilan untuk membuat kesuksesan menjadi tak terelakkan.

Menurut Fobes, berikut lima keterampilan yang dipelajari wirausahawan di masa kanak-kanak.

1. Kesadaran komersial

Memiliki pemahaman dasar tentang penawaran dan permintaan, dan bagaimana mereka berada di mana pun Anda melihat, adalah fondasi yang kokoh untuk membangun seseorang keterampilan. Mempelajarinya dimulai dengan memperhatikan operasi bisnis sehari-hari yang terjadi di sekitar Anda, dan membicarakannya.

Keterampilan ini dapat dikembangkan selangkah lebih maju dengan memperhatikan dan menilai komersial dari sebuah iklan. Brand telah berhasil melakukan pekerjaannya jika telah membuat orang ingin membeli apa yang mereka jual.

2. Menggunakan telepon.

Sebuah survei terhadap kaum milenial tahun 2018 menemukan bahwa 81% dari mereka merasa cemas saat berbicara di telepon. Walaupun ada anggapan bahwa banyak panggilan telepon jauh lebih baik daripada email, menjawab dan berbicara di telepon mengajarkan kita lebih dari sekadar menyampaikan informasi.

Kesopanan, berpikir langsung, komunikasi dan keterampilan interpersonal dikembangkan saat menjawab dan melakukan panggilan telepon, belum lagi kemandirian dan mengatasi rasa malu.

3. Mempersiapkan sesuatu jauh-jauh hari

Sebelum jalan-jalan, biasanya orang tua akan memberi tugas kepada anaknya untuk mengemas koper dengan segala yang kita perlukan. Orang cenderung akan melihat laporan cuaca untuk memutuskan pakaian apa yang akan dibawa berlibur. Mereka juga akan memikirkan kembali perjalanan sebelumnya dan apa yang telah terlewat sebelumnya.

Praktik semacam itu mengajari kita bagaimana menjadi mandiri, mengambil tanggung jawab, merencanakan ke depan, belajar dari kesalahan kita dan berpikir untuk diri kita sendiri. Pengusaha mungkin tidak menyadari bahwa keterampilan persiapan yang mereka pelajari saat tumbuh dewasa adalah persiapan untuk masa depan mereka.

4. Menggunakan kalender

Waktu adalah satu-satunya sumber daya yang terbatas, dan kunci untuk kehidupan yang bahagia dan sejahtera adalah menggunakannya dengan baik.

Memiliki dan mengisi agenda pada kalender mengembangkan pemahaman tentang konsep waktu, dan penguasaan cara penggunaannya. Kebiasaan ini membangun rutinitas dan keterampilan organisasi, bahkan jika hanya digunakan untuk mencatat waktu tidur atau makan siang, atau teman bermain dan perjalanan. Begitu seseorang menguasai waktunya, mereka diperlengkapi dengan sempurna untuk menguasai hidup mereka.

5. Memprediksi masa depan

Beberapa pebisnis terbaik hebat karena mereka berpikir sepuluh langkah di depan orang lain. Pikiran mereka penuh dengan "jika ini - maka itu" dan mereka telah memikirkan potensi aksi dan reaksi yang dihasilkan dari setiap langkah yang mereka buat.

Tidak perlu membuat prediksi dalam skala besar sejak masa kanak-kanak, meskipun mencobanya pada skala yang lebih kecil mungkin menyenangkan.

Jika Anda tidak memakai mantel apa yang akan terjadi? Jika Anda meminta bantuan, apa yang akan terjadi? Melihat lebih jauh satu langkah ke depan dapat mengatur masa depan seseorang dengan baik.

Pengusaha paling sukses saat ini kemungkinan besar mempelajari keterampilan dan karakteristik kewirausahaan ini secara tidak sadar, dari pengalaman masa kecil, role model, dan keyakinan awal yang berkembang tentang dunia dan tempat mereka di dalamnya.

Setelah dilakukan dan dikuasai, keterampilan ini dapat membimbing seseorang untuk masa depan yang cerah. Dengan menerapkan proses ini, kita mungkin dapat menciptakan masa depan yang cerah untuk generasi pemimpin bisnis berikutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top