Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelatihan BRI : Produk Jamu Makin Dilirik Masyarakat Dunia

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan pelatihan daring kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan mengajak praktisi untuk berbagi tip dalam berwirausaha jamu. Masyarakat dunia sudah aware dengan bahan alami.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 07 Maret 2021  |  13:13 WIB
Aktivitas di pabrik pembuatan jamu Sido Muncul. - sidomuncul.co.id
Aktivitas di pabrik pembuatan jamu Sido Muncul. - sidomuncul.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan pelatihan daring kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan mengajak praktisi untuk berbagi tip dalam berwirausaha jamu. Masyarakat dunia sudah aware dengan bahan alami.

Dalam kolaborasi dengan BRI Research Institute ini, BRI mengadakan pelatihan daring bertema Tanam Rerambat : Tanaman Rempah Ramuan Obat dengan menghadirkan pendiri laman jamudigital.com Karyanto sebagai pembicara utama di Jakarta, Minggu (7/3/2021).

Karyanto membagikan pengalaman dalam mengelola bisnis di sektor industri jamu-jamuan atau empon-empon sebagai motivasi atau kiat-kiat sukses kepada pelaku usaha lain.

Menurutnya, gerakan back to nature yang mengajarkan masyarakat untuk berpindah dari obat-obatan sintetik menjadi obat-obatan berbahan alami (herbal) atau yang dikenal dengan sebutan obat tradisional atau jamu telah digaungkan di seluruh dunia.

"Masyarakat dunia sudah aware dengan bahan alami dan tentu ini menjadi suatu potensi yang luar biasa," kata Karyanto seperti dikutip Antara.

Menurutnya, saat ini ada 30.000 spesies tanaman di Indonesia, dengan 9.600 di antaranya terindikasi bermanfaat sebagai obat. Namun, pemanfaatannya baru mencapai 300 jenis tanaman. "Jadi potensinya masih sangat besar dan menjadi daya saing bangsa Indonesia dengan negara lain," katanya.

Murjiyati, pemilik usaha Jamu Rizky Barokah dari Desa Wisata Jamu Kiringan, Bantul, juga turut membagikan pengalaman dalam memasarkan produk jamu-jamuan. Ia adalah sosok UMKM binaan BRI ini sudah berbisnis sejak 35 tahun terakhir.

Menurutnya, pelaku UMKM tak perlu malu berjualan jamu atau empon-empon karena produk ini semakin diakui sebagai ramuan yang memiliki kegunaan untuk kesehatan dan dibutuhkan oleh semua kalangan.

Peserta pelatihan daring juga meraih tambahan pengetahuan mengenai layanan keuangan dan pentingnya persiapan dana darurat serta hari tua dari BRI. Pelaku UMKM dapat mempersiapkan dana-dana tersebut melalui produk DPLK BRI.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menambahkan kegiatan ini menjadi sarana BRI untuk memperkenalkan aplikasi Link UMKM yang bisa digunakan pelaku usaha untuk menjalankan pemberdayaan terpadu.

"Melalui aplikasi ini, diharapkan lebih banyak lagi UMKM yang siap naik kelas dan merambah pasar internasional ke depannya," katanya.

Selama ini, BRI dan BRI Research Institute terus berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan daring berbasis komoditas untuk inspirasi para pelaku usaha sampai dengan rencana 12 edisi di sepanjang tahun 2021.

Ia mengatakan pelatihan UMKM secara reguler ini dilakukan melalui rumah BUMN BRI yang tersebar di 56 titik dengan jadwal yang tersedia di setiap rumah BUMN yang dikelola BRI.

"Ada juga pelatihan tematik UMKM secara nasional setiap hari Rabu pukul 14.00 sampai 16.00 WIB dengan menghadirkan pembicara/narasumber yang handal dan ahli di bidangnya," kata Aestika.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamu obat herbal
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top