Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berolahraga Aman Pakai Masker, Pusat Kebugaran Berpeluang Dibuka

Sebuah penelitian yang dilakukan di Monzino Cardiology Center (CCM), Milan, Italia, mengungkapkan temuan awalnya bahwa masker aman digunakan selama melakukan olahraga intensif dan dapat mengurangi risiko penyebaran virus corona.
Laurensia Felise
Laurensia Felise - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  11:57 WIB
Berolahraga Aman Pakai Masker, Pusat Kebugaran Berpeluang Dibuka
Pusat Kebugaran. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Penelitian yang dilakukan di Monzino Cardiology Center (CCM), Milan, Italia, mengungkapkan temuan awalnya bahwa masker aman digunakan selama melakukan olahraga intensif dan dapat mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Melansir The Guardian, Selasa (9/3/2021), penelitian ini dilakukan dengan pengecekan pada tingkat pernafasan, detak jantung, tekanan darah, dan tingkat oksigen dalam tubuh kepada enam perempuan dan laki-laki yang berolahraga dengan sepeda statis. Para partisipan akan diuji ketika mereka menggunakan masker dan tidak menggunakannya.

Hasil penelitian yang kemudian dipublikasikan dalam European Respiratory Journal tersebut menyatakan penggunaan alat penutup wajah dapat mengurangi kemampuan partisipan dalam melakukan olahraga berat sekitar 10 persen. Ini karena mereka merasakan kesulitan bernafas melalui masker.

“Pengurangan ini secara krusial tidak menunjukkan adanya risiko pada orang sehat ketika mereka menggunakan masker selama berolahraga, bahkan ketika mereka bekerja dengan kapasitas tinggi,” tulis ahli jantung di CCM Dr. Massimo Mapelli.

Ia menambahkan temuan ini dapat memiliki implikasi praktik dalam kehidupan sehari-hari, seperti peluang meningkatnya keamanan untuk membuka pusat kebugaran dalam ruangan, selagi menunggu banyak orang yang akan menjalankan vaksinasi Covid-19.

Akan tetapi, riset ini perlu lebih banyak dilakukan untuk melihat apakah penelitian ini juga berdampak bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau paru-paru.

Partisipan dalam riset ini merupakan orang sehat dengan rata-rata usia 40 tahun yang menjalankan tiga sesi olahraga. Sesi pertama dilakukan tanpa pemakaian masker, kedua dengan penggunaan masker bedah sekali pakai, dan terakhir dengan masker jenis FFP2. Hasilnya, penggunaan masker FFP2 mengurangi pengambilan oksigen puncak, sedangkan pada masker bedah memiliki dampak yang lebih kecil.

Saat ini, para peneliti tersebut sedang menyelidiki pengaruh penggunaan masker terhadap kemampuan orang-orang sehat maupun dengan riwayat penyakit jantung dan paru-paru dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan rumah atau menaiki tangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olahraga kebugaran
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top