Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Langkah Jitu Rintis Bisnis Dari Nol ala Cak Mono

Dalam merintis usaha itu membutuhkan upaya untuk membuatnya bertumbuh. Banyak para calon pengusaha yang mundur sebelum memulai usaha karena takut gagal.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  17:56 WIB
Cak Mono dan pelanggannya.  - Cak Mono
Cak Mono dan pelanggannya. - Cak Mono

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam merintis usaha itu membutuhkan upaya untuk membuatnya bertumbuh. Banyak para calon pengusaha yang mundur sebelum memulai usaha karena takut gagal.

Terlepas dari skala ukuran usaha tersebut, selalu akan ada risiko yang dihadapi di awal membangun bisnis.

Begitu pula yang dialami oleh Agus Sudharmono, owner dari e'Sambelin. Menurutnya, memulai bisnis dari nol akan dapat berkembang bila para pelaku usaha memiliki kreatifitas dan inovatif dalam bisnisnya.

“Tidak ada kata terlambat untuk memulai merintis usaha sendiri. Hal yang ada itu akan terwujud dengan sendirinya bila pelaku usaha berani memulainya, dan tidak akan terwujud bila hanya simpan dalam pikiran,” tuturnya pada Bisnis, Rabu (19/5/2021).

Pria yang kerap disapa Cak Mono tersebut membagikan tips untuk memulai bisnis dari nol :

1. Apa yang Dijual

Langkah yang paling dasar adalah tentukan produk atau jasa apa yang akan ditawarkan pada pasar. Produk atau jasa yang ditawarkan tidak perlu harus mengikuti tren, ide tersebut bisa didapat dari apa kegemaran pribadi. Dengan begitu, Anda akan sangat paham apa yang dijual.

2. Riset

Cari tahu seluruh hal yang berhubungan dengan produk yang dibuat. Misalnya, sebelum menetapkan nama merek, Anda harus terlebih dahulu mencari informasi apakah nama tersebut sudah dipakai atau belum oleh prodak lain.

Dengan begitu, pada saat bisnis Anda maju tidak akan ada yang menuntut akan nama tersebut.

Pelajari perkembangan pasar dan tentukan target pasar prodak. Dengan begitu, prodak yang dibuat akan menyesuiakan kebutuhan target, mulai dari design visual produk dan juga kualiatasnya.

“Awalnya, sebelum menetapakan nama e’Sambelin, saya kepikirana prodak sambal saya namanya Disamabelin. Tapi itu tidak jadi karena sudah umum dan ada yang pakai. Maka dari, saat ini bisa memanfaatkan internet untuk riset terlebih dahulu,” ujarnya.

3. Belajar dari Kompetitor

Cari tahu prodak atau jasa yang serupa, amati kisah sukses dan gagalnya. Kemudian adaptasi untuk diterapkan dalam rintisan bisnis. Dari sana bisa membuat rencana serta visi misi bisnis yang dimulai. Ini tak bisa disebut menjiplak, namun dengan cara tersebut pelaku usaha akan miliki gambaran serta tujuan jelas kedepannya.

4. Jalin Relasi

Manfaatkan relasi yang selama ini telah dimiliki. Promosi dari mulut ke mulut masih menjadi hal yang penting untuk memulai bisnis dari nol.

Jangan pernah malu untuk memasarkan prodak pada orang-orang terdekat. Orang-orang tersebut akan membantu dalam membuka pintu relasi yang lainnya.

Kemudian, minta pendapat mereka untuk masukan dalam meningkatkan produk seperti apa yang layak dijual.

5. Jangan Pikirkan Dulu Untung

Pada awal merintis usaha, jangan pernah memikirkan untung dan rugi terlebih dahulu. Yang paling tepat adalah bagaimana nama brand bisa memikat pasar.

Jika dari awal Anda sudah memikirkan pendapatan, maka akan menjadi tidak sehat untuk jangka panjang. Hal itu karena para pelaku usaha akan mudah merasa takut gagal.

Cara yang terbaik adalah mengatur keuangan dengan baik. Lakukan beberapa strategi yang tidak membutuhkan banyak budjet namun berefek besar dalam promosi. Dan sesuaikan budjet produksi dengan kemampuan pribadi. Setiap kerja keras akan membuahkan hasil yang tidak sia-sia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis entrepreneur pemula
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top