Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Sisi Positif Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Membandingkan diri dengan seseorang yang unggul, kemungkinan besar akan membuat Anda merasa lebih buruk.
Ithamar Yaomi DC
Ithamar Yaomi DC - Bisnis.com 23 September 2021  |  21:11 WIB
Ini Sisi Positif Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Membandingkan diri dengan orang yang lebih sukses, bisa menjadikan diri lebih termotivasi. - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden ke-26 Amerika Serikat Theodore Roosevelt pernah berkata, "Perbandingan bisa jadi pencuri kebahagiaan." Sentimennya tetap mendarah daging dalam masyarakat modern. 

Jika Anda mencari informasi melalui internet tentang perbandingan sosial, kemungkinan besar akan muncul segudang kutipan dan artikel inspirasional yang akan mendorong Anda untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain.

Namun, ada dua masalah dengan saran ini. Pertama, perbandingan sosial telah dijelaskan oleh para peneliti sebagai "elemen interaksi sosial yang hampir tak terelakkan."

Kebanyakan orang membandingkan diri mereka dengan orang lain sampai batas tertentu, dan sayangnya kita tidak dapat menekan tombol untuk berhenti melakukannya. Kedua, penelitian memberitahu kita bahwa tidak semua perbandingan berbahaya.

Meskipun menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon tidak pernah adil, beberapa perbandingan dapat memicu dan bukannya melukai harga diri. 

Misalnya, ketika senior di sekolah membandingkan diri mereka dengan seseorang yang berhasil menemukan pekerjaan yang bagus, mereka terinspirasi untuk lebih proaktif dalam pencarian pekerjaan mereka sendiri.

Di bawah ini adalah empat rekomendasi tentang bagaimana Anda dapat memperoleh manfaat yang sama dengan melihat orang lain, daripada merasa lebih buruk:

1. Fokus pada Kesamaan

Penelitian tentang perbandingan sosial menunjukkan bahwa jika Anda membandingkan diri dengan seseorang yang unggul, kemungkinan besar Anda akan merasa lebih buruk. 

Namun, Anda bisa menjadikan orang tersebut sebagai panutan, bukan pesaing. Fokuslah untuk meraih kesuksesan dan jadikan pembanding untuk memotivasi.

2. Tetapkan Tujuan (Goals)

Meskipun melihat pencapaian orang lain adalah hal yang wajar, hal ini tidak harus dijadikan sebagai perbandingan untuk menetapkan tujuan dan standar kesuksesan Anda. 

Seorang karyawan dapat melihat kesuksesan dalam tiga cara berbeda, mendefinisikan kesuksesan mereka melalui:

- Pengembangan diri

- Kemampuan untuk menghindari kegagalan

- Kemampuan untuk tampil lebih baik dari yang lain

3. Tetapkan Norma Kolaborasi

Ketika orang-orang dalam tim berfokus pada pencapaian individu mereka dan berusaha untuk menjadi mandiri, mereka merasa lebih buruk ketika membandingkan diri mereka dengan rekan satu timnya yang memiliki pencapaian luar biasa, membandingkannya dengan pencapaian mereka sendiri yang lebih rendah. 

Di sisi lain, jika tim fokus pada menyelaraskan tujuan mereka dan berjuang untuk tindakan bersama, pencapaian satu rekan tim terasa seperti pencapaian tim, artinya seluruh tim menikmati kesuksesan.

4. Jangan Hanya Melihat Satu Orang

Jack Welch, mantan CEO General Electric pernah menjelaskan bahwa Anda perlu melihat 10 orang sebagai panutan, bukan hanya satu, “Anda tidak dapat membuat diri Anda menjadi orang lain. 

Anda ingin menjadikan diri Anda sebagai perpaduan dari ide-ide terbaik yang dapat Anda gabungkan dengan kepribadian dan gaya Anda.”

Demikian pula penelitian telah menunjukkan bahwa ketika Anda mengidentifikasi panutan karir Anda sendiri, seringkali menggabungkan atribut positif dari pilihan orang lain yang telah berdampak positif pada karir Anda daripada individu tunggal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

motivasi tips sukses

Sumber : Psychologytoday

Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top