Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berkat Digitalisasi, Omzet Penjual Sayur Ini Tembus Rp90 Juta Per Bulan

Titin Supartini, pemilik Warung Abah di Surapati, Bandung, berhasil meraup omzet Rp90 juta per bulan berkat digitalisasi
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  16:48 WIB
Titin Supartini pemilik Warung Abah
Titin Supartini pemilik Warung Abah

Bisnis.com, JAKARTA – Tak akan ada yang menyangka jika berjualan sayur dan bahan-bahan sembako di pasar digital bisa mencapai omzet hingga Rp90 juta dalam sebulan.

Hal ini telah dibuktikan Titin Supartini pemilik Warung Abah di daerah Surapati, Bandung yang berhasil memanfaatkan peluang dan menuai manisnya dampak digitalisasi.

Titin Supartini, pemilik Warung Abah di Surapati, Bandung, berhasil meraup omzet Rp90 juta per bulan berkat digitalisasi.

Sebelum membuka toko sayur dan sembako miliknya ini, Titin bersama suaminya sempat mencoba peruntungan dengan membuka kantin di salah satu universitas di Bandung sejak tahun 2014. Bersama sang suami, Titin yang memiliki latar belakang sebagai seorang koki hotel menggagas idenya untuk menyediakan masakan lezat dan murah bagi kalangan mahasiswa.

Sayangnya, ketika pandemi melanda, kantin pun harus tutup karena para mahasiswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara online. Hal tersebut membuat Titin dan sang suami terdampak secara ekonomi. Tak putus semangat, Titin pun memutuskan untuk membuka usaha sampingan di rumah dengan berjualan sayur mayur sembari menjalani pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil.

Mulanya dia hanya menjajakan dagangannya secara offline dan melayani tetangga-tetangga di sekitar rumahnya saja.

“Saya tidak pernah membayangkan akan jualan sayur di aplikasi. Tapi pada saat itu, ada Account Manager dari Grab yang menawari saya untuk masuk ke layanan GrabMart yang baru. Dibulan pertama saya masih bingung dan kewalahan untuk melayani pesanan offline dan online disaat yang sama. Bahkan sempat terpikir untuk berhenti, tapi untung saja saya konsultasi dulu ke tim Grab yang menangani warung saya sebelum memutuskan berhenti.” jelas Titin Supartini, pemilik Warung Abah.

Setelah melakukan konsultasi dengan tim GrabMart tersebut, Titin akhirnya memberanikan diri untuk memperluas jangkauan bisnisnya dengan memasarkan dagangannya di pasar online.Responnya diluar dugaan, banyaknya pesanan baik online dan offline, menghabiskan stok dagangannya. Karena hal tersebut, Titin pun akhirnya tidak bisa melayani konsumennya dengan maksimal.

Menyadari konsumennya kian bertambah, Titin memperbanyak stok barang yang dia jual, dia juga mulai berjualan barang-barang kebutuhan dasar lain seperti beras dan telur. Alhasil, pendapatan per harinya pun kian meningkat, bahkan dalam satu bulan ia bisa mendapatkan omzet sebesar 90 juta rupiah, di mana hampir sebagian besar pendapatannya dia dapati dari penjualan di pasar online (GrabMart).

Berkat kegigihannya tersebut, kini Titin telah memiliki 2 orang karyawan yang membantunya mengoperasikan warung Online dan Offline-nya tersebut. Dia juga menuturkan telah membeli 1 kulkas dan 3 freezer dari keuntungan yang dia dapat lewat berjualan secara online.

Hal yang paling penting dalam menjalankan bisnis ini bagi Titin selain memastikan kualitas barang - barang yang dia jual tetapi juga kepuasan para konsumen. Titin selalu berusaha untuk menjaga komunikasi dengan para konsumennya terutama yang membeli via Online. Titin juga secara terbuka menyilakan konsumennya untuk menghubunginya apabila ada barang yang perlu diganti. Dengan adanya komunikasi langsung kepada konsumen, konsumen pun lebih percaya dan kedepannya akan kembali lagi.

Titin meyakini bahwa Warung Abah tidak akan bisa sesukses sekarang kalau tidak ada dukungan dari para mitra pengantaran Grab.

“Saya sangat berterima kasih atas bantuan mitra pengantaran Grab selama ini. Hampir setiap hari di warung penuh oleh mitra-mitra Grab yang mengambil pesanan. Saya juga selalu menyiapkan kopi untuk mereka yang menunggu. Selain itu, setiap Jum’at saya juga sering mengadakan undian untuk para mitra yang berhadiah paket sembako. Alhamdulillah, para mitra-mitra Grab baik semua dan juga terus mendoakan Warung Abah supaya selalu sukses.” tutup Titin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

warung digitalisasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top