Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angkat Budaya Jadi Peluang Usaha Ala Rumah Batik Antau Singingi 

Rumah Batik Antau Singingi, melihat peluang pasar dari adanya kebutuhan kain batik dengan corak budaya setempat yaitu di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Dewi Laura, Ketua kelompok usaha bersama Rumah Batik Antau Singingi mengakui usaha itu dimulainya pada 2020 lalu.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 22 Maret 2022  |  10:32 WIB
Angkat Budaya Jadi Peluang Usaha Ala Rumah Batik Antau Singingi 
Angkat Budaya Jadi Peluang Usaha Ala Rumah Batik Antau Singingi
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU-- Kain batik sudah menjadi andalan untuk digunakan sebagai pakaian pada momen resmi maupun kasual. Seiring perkembangan zaman dan mengangkat budaya lokal, batik dengan motif daerah semakin diminati pasar, termasuk di Riau.

Rumah Batik Antau Singingi, melihat peluang pasar dari adanya kebutuhan kain batik dengan corak budaya setempat yaitu di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Dewi Laura, Ketua kelompok usaha bersama Rumah Batik Antau Singingi mengakui usaha itu dimulainya pada 2020 lalu.

"Sekitar Juli 2020 kami mengikuti pelatihan dari desa selama seminggu, dengan mendatangkan instruktur dari daerah Gunung Toar. Setelah pelatihan kami di anggota kelompok usaha bersama inu sepakat melanjutkan ilmu dari hasil pelatihan dengan membuat kain batik," ujarnya Senin (21/3/2022).

Setelah berjalan beberapa bulan, akhirnya di Desember 2020 lalu Rumah Batik Antau Singingi resmi didirikan dan menawarkan beragam jenis motif batik Kuansing kepada masyarakat.

Pada tahap awal, pihaknya mulai menerima pesanan dari pemerintahan desa, lalu ibu-ibu PKK, serta dari dinas pemda terkait seperti Dinas UMKM yang totalnya bisa mencapai belasan lembar kain batik.

Untuk setiap kain batik hasil produksi Antau Singingi menurutnya dijual di harga Rp300.000 perlembar, dan bisa untuk membuat satu baju atasan. Setelah berjalan setahun lebih, kini pesanan yang diterima rerata sebanyak 25 lembar kain batik.

Dia mengakui untuk pemesanan kain batik Kuansing ini sangat terbantu dengan adanya peraturan Bupati Kuansing, yang mewajibkan pegawai negeri serta aparatur daerah itu memakai baju motif Batik Kuansing setiap Kamis.

Dari aturan itulah jumlah pemesanan kain batik terus ada walaupun kadang setiap bulannya ada yang mengalami kenaikan atau penurunan pesanan. Hal ini menurutnya wajar karena tidak setiap bulan para pegawai harus mengganti baju batik tersebut.

Berkat kinerja yang terus tumbuh dan konsisten, Rumah Batik Antau Singingi telah mendapatkan dukungan dari Bank BRI, berupa diikutsertakan pada sejumlah kegiatan bazar atau pameran, termasuk di Kantor BRI Kanwil Pekanbaru.

Kedepan pihaknya berharap dukungan dari berbagai pihak, agar usaha batik Kuansing bisa terus berkembang dan dikenal oleh masyarakat secara luas.

"Harapan kami bisa diikutkan lagi berbagai pelatihan membatik, karena kami akui masih belum terlalu banyak ilmu batik, sedangkan untuk berkembang harus ada inovasi dan teknik baru," ujarnya.

Selain itu juga, pihaknya saat ini masih bergantung kepada suplai bahan baku dari daerah Solok tepatnya di Rumah Batik Salingka Tabek, Solok Sumatra Barat. Sehingga apabila stok bahan kain kosong, pihaknya tidak bisa melakukan produksi kain batik sesuai pesanan pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik batik indonesia batik tulis batik keren hari batik
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top