Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekad Tiga Dara Kenalkan Batik dan Sulam Melayu ke Generasi Muda

Ketua KUB Tekat Tiga Dara, Tengku Syarifah Nurila Zahara menceritakan awal mula usaha kreatif itu dari keinginannya melestarikan salah satu budaya Melayu yaitu membuat sulaman yang mulai ditinggalkan anak muda.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  17:02 WIB
Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tekat Tiga Dara
Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tekat Tiga Dara

Bisnis.com, PEKANBARU - Sejak dimulai pada 2006 silam dan mulai berkembang di 2009, hingga kini Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tekat Tiga Dara sudah menghasilkan beragam produk kreatif dan mengajak generasi muda di Riau untuk terlibat.

Ketua KUB Tekat Tiga Dara, Tengku Syarifah Nurila Zahara menceritakan awal mula usaha kreatif itu dari keinginannya melestarikan salah satu budaya Melayu yaitu membuat sulaman yang mulai ditinggalkan anak muda.

"Kami ingin melestarikan sulam khas Melayu kepada anak muda, karena itu kami menjalankan KUB Tekat Tiga Dara ini dan mengajak berbagai kelompok remaja untuk belajar sulam, batik, lalu menjahitnya menjadi beragam model barang seperti songket, kain selempang, tanjak," ujarnya Rabu (23/2/2022).

Nurila menjelaskan saat masih merintis dulunya, modal awal hanya dari tabungan Rp2 juta dan dibelikan kain untuk bahan sulaman. Lalu dari kenalan dan tetangga akhirnya berminat dengan hasil kreasi yang dibuatnya.

Karena konsisten sekitar 3 tahunan, produk sulaman Tekat Tiga Dara mulai dikenal masyarakat luas dan dia mulai diajak ke berbagai kegiatan mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Kota Pekanbaru dan bisa mengikuti Jambore PKK Provinsi Riau.

Bahkan di tingkat nasional, Nurila mengakui sudah keliling Indonesia saat menjadi peserta pameran produk kreatif, dan paling jauh sudah pernah menapakkan kakinya di Nusa Tenggara Timur.

"Alhamdulillah saat ini kami sudah punya 50 mitra di KUB Tekat Tiga Dara, pesanan datang dari dalam dan luar negeri jadi kami bersyukur dengan perkembangan usaha yang sudah sejauh ini," ujarnya.

Tetapi memang namanya usaha tidak selalu berjalan mulus. Ketika masa pandemi terjadi pada 2020 lalu, usaha Nurila sempat terdampak beberapa waktu. Namun dia tidak berhenti dan terus berusaha mencari jalan keluar, yaitu dengan mulai membuat masker kain.

Hasilnya tidak disangka permintaan masker kain kala itu sangat tinggi, hingga pihaknya harus menambah tenaga kerja guna memenuhi permintaan pasar. Berkat upaya ini KUB itu bisa tetap menghasilkan pendapatan meski pandemi belum tahu usainya kapan.

Dengan pertumbuhan usaha yang konsisten, KUB Tekat Tiga Dara sudah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak mulai dari pemda hingga perbankan yaitu Bank BRI. Nurila mengakui sudah beberapa kali mendapatkan pinjaman KUR dengan nilai Rp25 juta.

Hasilnya dari modal tambahan itu bisa meningkatkan produksi sulaman, dengan pembelian bahan baku lebih besar sehingga hasil usahanya kian bertambah.

Kedepan dia berharap usaha kreatif akan terus berkembang dan pemda serta perbankan diharapkan terus membantu dalam memasarkan produk UMKM di Riau. "Kami harap pemda terus membantu dengan melakukan pemesanan pakaian seragamnya, lalu untuk bank bisa membantu pemasaran menjadi semakin lebih luas," ujarnya.

Adapun PT Bank BRI (Persero) Tbk menyatakan sepanjang 2021 lalu penyaluran kredit terbesar atau 51,9 persen porsi kredit perseroan disalurkan ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Regional CEO BRI Pekanbaru Hari Basuki menjelaskan sepanjang 2021 BRI Regional Office Pekanbaru telah menyalurkan kredit senilai Rp22,7 triliun, dengan porsi terbesar adalah kredit UMKM yang mencapai 51,9 persen.

"Pada posisi 31 Desember 2021, Regional Office BRI Pekanbaru telah menyalurkan kredit UMKM senilai Rp11,77 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 345.900," ujarnya.

Dia menguraikan dari total Rp11,77 triliun tersebut, kredit yang masuk kategori Kredit Usaha Rakyat atau KUR mencapai Rp4,42 triliun KUR Mikro dengan jumlah nasabah sebanyak 134.000 debitur.

Sementara itu, kualitas pinjaman masih tetap terjaga dengan rasio NPL 1,33 persen. Kemudian untuk simpanan mikro tumbuh sebesar 25,4 persen secara tahunan dengan total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Mikro senilai Rp15,2 triliun.

Dia mengakui dengan kinerja tersebut, berkontribusi terhadap pertumbuhan laba mikro sebesar 10,93 persen secara tahunan, dan ditopang juga oleh pencapaian fee based income atau FBI mikro sebesar Rp105 Miliar, yang tumbuh sebesar 8,6 persen secara tahunan.

Adapun total kinerja penyaluran kredit BRI Regional Office (RO) Pekanbaru 2021 lalu mencapai Rp22,7 triliun, atau tumbuh 13,91 persen, sedangkan penghimpunan DPK sepanjang 2021 mencapai Rp28,9 triliun atau tumbuh sebesar 21,86 persen secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik peluang usaha
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top