Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berkah Pandemi, Olahan Jahe Wangi Kasai Cetak Omset Rp20 Juta Sebulan

Peluang bisnis dimanfaatkan oleh Tilmi Juliana, dari UMKM Jahe Wangi Kasai, asal Desa Kepenuhan Hilir, Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Riau. 
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  16:27 WIB
Berkah Pandemi, Olahan Jahe Wangi Kasai Cetak Omset Rp20 Juta Sebulan
Jahe Merah. - ANTARANEWS
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu tidak hanya memberi dampak besar bagi kesehatan masyarakat, tetapi membawa berkah dengan hadirnya potensi ekonomi dari produk kesehatan di Riau.

Peluang ini dimanfaatkan oleh Tilmi Juliana, dari UMKM Jahe Wangi Kasai, asal Desa Kepenuhan Hilir, Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Riau. 

Tilmi menyebutkan awalnya kelompok tani wanita di desa itu menanam sayuran, namun kemudian tidak aktif dan beralih menanam jahe merah di lahan bekas sayuran tersebut.

"Ada usulan dari anggota poktan kami menanam jahe merah, lalu kami mulai menanam di lahan satu hektare dan hasilnya diolah menjadi jahe bubuk, dan alhamdulillah diterima pasar di tengah situasi pandemi dua tahun lalu," ujarnya pada Kamis (24/3/2022).

Dia menguraikan masa pandemi menuntut masyarakat untuk mengkonsumsi produk kesehatan dan suplemen, sehingga jahe bubuk bisa memenuhi permintaan pasar itu dan UMKM Jahe Wangi Kasai mulai mengembangkan pasar jahe di kawasan tersebut.

Awalnya, kata dia, memang proses pengolahan jahe merah masih menggunakan sistem manual termasuk untuk menggiling jahe. Namun dukungan mulai datang dari berbagai pihak, salah satunya pemerintah desa yang memberikan bantuan mesin penggiling jahe.

Dengan adanya peralatan pendukung, usaha jahe wangi itu berkembang pesat dimana untuk tahap awal hanya mengolah jahe sekitar 5 kilogram, dan kini sudah tumbuh pesat menjadi sekitar 120 kilogram jahe setiap bulannya. Omset yang didapatkan juga dinilai menguntungkan yaitu sudah menyentuh angka Rp17 juta hingga Rp20 jutaan.

Untuk sampai pada tahap itu memang ada sejumlah proses yang dilalui Tilmi bersama rekan-rekan. Diantaranya mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan, seperti mengikuti proses perizinan, lalu uji keamanan oleh BPOM, sampai kepada sertifikasi halal.

Proses ini menurutnya dapat dilalui dengan dukungan dari pihak terkait, seperti pemerintah desa Kepenuhan Hilir, Dinas Perindustrian Perdagangan, Dinas Kesehatan, lalu Bank BRI.

Dia menuturkan sejauh ini Bank BRI menurutnya telah memberikan berbagai pelatihan termasuk bagaimana mengolah jahe merah dengan lebih baik. Serta dilibatkan dalam pameran UMKM di berbagai kesempatan dan kegiatan bank pelat merah tersebut.

Ke depan, pihaknya berharap produk jahe wangi itu bisa semakin mudah didapatkan dengan masuk ke jaringan ritel modern, sedangkan untuk toko dan supermarket lokal sudah bisa diakses.

"Harapan kami juga selalu dilibatkan berbagai kegiatan pelatihan dan pameran agar produk kami semakin berkembang dan lebih baik lagi. Serta kalau ada dukungan modal juga kami siap untuk menambah kapasitas produksi dan meningkatkan pemasaran dan penjualan," imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm riau pandemi corona
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top