Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diet Kantong Sampah Plastik, Peluang Berbisnis Tas Belanja Guna Ulang

Program ini sendiri ditargetkan kepada pasar tradisional dikarenakan masih adanya stigma bahwa pembeli dan pedagang pasar tradisional masih sulit melepas ketergantungan pada plastik sekali pakai.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 26 April 2022  |  17:05 WIB
Diet Kantong Sampah Plastik, Peluang Berbisnis Tas Belanja Guna Ulang
Daur ulang plastik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) berkolaborasi dengan pengelola pasar tradisional di daerah untuk melakukan program uji coba pasar.

Program ini sendiri ditargetkan kepada pasar tradisional dikarenakan masih adanya stigma bahwa pembeli dan pedagang pasar tradisional masih sulit melepas ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Kemudian untuk di Indonesia, pasar rakyat adalah penghasil sampah plastik terbesar di Indonesia dikarenakan manajemennya belum tersentralisasi.

Diketahui sebanyak 416 juta lembar kantong plastik dalam satu tahun dihasilkan hanya dari pasar rakyat saja.

Kini, diketahui bahwa Pasar Bebas Plastik telah berjalan di enam kota yakni di Bali, Bandung, Banjarmasin, Bogor, Jakarta, Surabaya.

Tiza Marfira, selaku Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik ketika ditanyakan mengenai peluang bisnis, dirinya menceritakan pengalamannya ketika turun ke lapangan, dirinya membahas mengenai tas belanja guna ulang.

“Biasanya kita menyasar secara prioritas toko kelontong yang khusus berjualan plastik agar mereka tidak tertinggal bahwa ada program pasar bebas plastik sehingga tidak laku dagangannya dan tidak dirugikan.” Ujarnya.

“Kemudian kita menghubungkan toko tersebut dengan tas belanja guna ulang” Ucap Tiza.

Hal ini dapat menjadi pengganti kantong plastik untuk berbelanja ke pasar, ataupun dapat menjual di depan kios ketika pelanggan lupa membawa tasnya.

Untuk itu jika Anda tertarik, berikut beberapa tips yang dapat Anda ikuti jika ingin mencoba berbisnis tas belanja guna ulang.

Dalam membangun bisnis, tahap yang dapat Anda lakukan pertama adalah perencanaan. Anda dapat menentukan bahan tasnya, desain, ukuran, pemasaran dan periklanan, dan lainnya.

Kemudian Anda dapat memberikan keunikan lainnya agar bisnis tas belanja guna ulang Anda semakin laku. Contohnya memberikan desain unik atau custom.

Kemudian, Anda dapat bekerja salam dengan perusahaan atau organisasi ramah lingkungan, yang juga mempromosikan untuk solusi hijau.

Temukan peluang untuk berjejaring dengan organisasi yang terlibat dalam upaya pembersihan lingkungan. Anda juga dapat berupaya agar produk Anda semakin terkenal.

Selain itu, jangan lupa untuk menetapkan nama bisnis Anda. Buatlah nama yang menarik, mudah dihafal atau bahkan agar Anda dapat terlihat dibandingkan yang lainnya. Anda juga dapat mempersiapkan slogan di bisnis Anda.

Kemudian, jangan lupa untuk menentukan dan fokus pada target market Anda. Contohnya jika Anda tertarik pada pelanggan yang datang ke pasar, Anda dapat mencoba untuk bekerja sama dengan para penjual atau membuka toko Anda sendiri.

Dalam berbisnis, tentunya Anda tidak bisa mencapai kesuksesan dalam semalam. Pastikan Anda terus semangat, komitmen dan belajar untuk meraih kesuksesan.

Sementara itu, dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia pada 22 April, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menggandeng Kelurahan Gedong, Kelurahan Ciracas & Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur dalam program pemilahan sampah di lingkup RW. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh perwakilan Manajemen FFI, Lurah setempat serta Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur di Jakarta, Rabu, 20 April 2022.

Corporate Affairs Director FFI Andrew F. Saputro memaparkan, melalui program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran warga terkait pemilahan sampah di lingkungan masing-masing. Kedepannya juga diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berujung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang.

“FFI sebagai salah satu produsen produk bergizi berbasis susu yang telah hadir selama 100 tahun bersama keluarga Indonesia mengucapkan terima kasih kepada tim Kelurahan Gedong & Ciracas, serta tim Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur atas kolaborasi yang baik ini. Program ini juga merupakan bentuk komitmen FFI dalam upaya mengimplementasikan Peraturan Gubernur No.77 tahun 2020 terkait pengelolaan sampah di lingkungan RW serta Peraturan Menteri LHK No. 75 tahun 2019 tentang peta jalan pengurangan sampah. Hal ini sejalan dengan salah satu visi kami, yaitu menjalankan bisnis yang berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih selaras dengan lingkungan,” papar Andrew.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur Wahyudi Rudiyanto mengapresiasi upaya yang dilakukan FFI untuk meningkatkan kesadaran warga dalam hal pemilahan sampah.

“Kami mengapresiasi FFI dan tim yang terlibat di dalamnya, termasuk Kelurahan dan pengurus Bank Sampah atas kolaborasi yang dilakukan untuk menjalankan program pemilahan sampah. Program ini tentunya sejalan dengan program yang tengah berjalan oleh Sudin LH yaitu Program Kartu Keluarga Pemilahan Sampah. Kami berharap, kedepannya kolaborasi seperti ini dapat diduplikasi oleh berbagai pihak agar masyarakat semakin sadar untuk memilah sampah rumah tangga yang berujung pada pengurangan volume sampah ke TPA Bantargebang,” jelas Wahyudi.

Selain itu, Lurah Gedong Nunung Siti Cholimah menyatakan dukungannya terkait program ini di lingkungan Kelurahan Gedong. “Program ini nantinya akan lebih mengkategorikan sampah mana yang akan dipilah dan dimanfaatkan. Saya sangat mengapresiasi dan mendukung program ini yang akan di laksanakan di RW 09 Kelurahan Gedong,” kata Nunung.

Melalui program ini, warga nantinya akan diberikan edukasi mengenai pemilahan sampah beserta jenisnya. Sampah rumah tangga terkumpul nantinya akan dikirim ke Bank Sampah setempat untuk dilakukan pemilahan lebih lanjut berdasarkan jenis dan nilai ekonomisnya untuk diolah kembali.

Warga juga berkesempatan untuk mengumpulkan sampah bekas kemasan produk FFI yang dapat disalurkan ke tempat penampungan khusus di Bank Sampah setempat. Nantinya, setiap warga yang mengumpulkan sampah bekas kemasan FFI akan mendapat poin yang dapat ditukarkan dengan merchandise menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah daur ulang
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top