Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 4 Cuitan Robert Kiyosaki soal Bitcoin, Sebut Harga Bisa Anjlok hingga US$1.100

Penulis buku Rich Dad, Poor Dad Robert Kiyosaki memiliki pandangan yang berubah ubah mengenai Bitcoin.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 19 Juli 2022  |  15:11 WIB
Ini 4 Cuitan Robert Kiyosaki soal Bitcoin, Sebut Harga Bisa Anjlok hingga US$1.100
Ilustrasi Bitcoin. Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Penulis buku keuangan terpopuler Rich Dad, Poor Dad, Robert Kiyosaki memiliki pandangan yang beragam terhadap Bitcoin dan aset kripto.

Ada saat di mana dia mengajak jutaan pengikutnya untuk membeli cryptocurrency. Ada pula saat dia menyatakan bahwa kaleng tuna adalah hal yang lebih baik daripada Bitcoin (BTC) dan mengklaim bahwa pengetatan regulasi dapat menyebabkan pemerintah pada akhirnya menyita aset kripto.

Dilansir dari The Motley Fool pada Selasa (19/7/2022), Kiyosaki awalnya mulai membeli Bitcoin karena dia tidak senang dengan pelonggaran kuantitatif The Federal Reserve atau The Fed dan langkah-langkah lainnya. Dia juga merupakan penggemar berat emas dan perak. Ini karena Kiyosaki melihat semuanya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan resesi.

Namun, pandangan ini tidak berlaku untuk Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir. Harga kripto telah anjlok meskipun faktanya inflasi mencapai level tertinggi dalam 40 tahun. Pada Juni, harga Bitcoin melantai ke level terendah dalam 18 bulan.

Kiyosaki kerap membagikan pandangannya terkait kondisi Bitcoin dalam beberapa waktu belakangan di akun Twitternya @therealkiyosaki.

Bahaya sebenarnya dari tweet atau cuitan Kiyosaki adalah konsep yang bisa dikatakan menjadi dasar dari jatuhnya harga crypto saat ini. Tidak ada yang memiliki bola kristal, dan ada banyak faktor yang masih bisa mendorong harga Bitcoin. Ini dapat dilihat dengan pesan Kiyosaki selama beberapa bulan terakhir.

Hanya dalam beberapa bulan, dia mengatakan bahwa level US$20.000, US$9.000 dan bahkan US$1.100 menjadi level terendah Bitcoin. Dia mengatakan Bitcoin, makanan, senjata, dan peluru adalah jalan ke depan. Kemudian Kiyosaki mengatakan tuna dan kacang panggang lebih baik daripada Bitcoin karena masih bisa dimakan. Dia pernah juga mengklasifikasikan mereka yang menjual aset kripto-nya sebagai pecundang.

Berikut opini Kiyosaki tentang Bitcoin beberapa waktu terakhir, seperti yang dilansir dari akun  Twitternya pada Selasa (19/7/2022).

4 Cuitan Robert Kiyosaki terkait Bitcoin

“Saya tetap optimis tentang masa depan Bitcoin. Menunggu tes level terendah baru. $20k? $14k? $11k? $9k? Mengapa saya tetap bullish? Fed dan Treasury adalah organisasi yang korup. Mereka akan menghancurkan diri sendiri sebelum mereka mendapatkan kembali kejujuran, integritas, dan kompas moral. Hati hati. Waspadalah.” 19 Mei 2022.

“DAVOS, Swiss IMF memperingatkan dunia menghadapi tantangan keuangan terbesar sejak Perang Dunia II. Bencana global telah datang selama bertahun-tahun. Pemimpin yang putus asa akan melakukan hal-hal yang putus asa. Perang Dunia datang? Tuhan kasihanilah kami. Hemat emas, perak, Bitcoin, makanan, senjata, dan peluru.” 23 Mei 2022.

“INVESTASI TERBAIK: Ikan Tuna Kalengan. Inflasi akan lepas landas. Investasi terbaik adalah kaleng tuna & kacang panggang. Anda tidak bisa makan emas, perak, atau Bitcoin. Anda bisa makan kaleng tuna dan kacang panggang. Makanan paling penting. Kelaparan masalah berikutnya. Berinvestasi dalam solusi. Hati hati. 13 Juni 2022.

“Pelajaran RICH Dad. ‘PECUNDANG berhenti ketika mereka kalah.’ Pecundang Bitcoin berhenti dan beberapa melakukan bunuh diri. ‘PEMENANG belajar dari kerugian mereka.’ Saya menunggu Bitcoin untuk ‘menguji’ $1100. Kalau pulih, saya beli lagi. Jika tidak saya akan menunggu pecundang untuk ‘menyerah’ kemudian membeli lebih banyak.” 28 Juni 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Robert Kiyosaki bitcoin aset kripto
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top