Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Efektif Agar Bisnis Startup Terus Bertahan

Strategi efektif seperti apa agar terus membuat bisnis startup bisa bertahan? Berikut ulasannya:
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  19:18 WIB
Strategi Efektif Agar Bisnis Startup Terus Bertahan
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA - Belakangan ini, fenomena 'winter is coming' menjadi sangat terkenal berkat salah satu serial televisi Game of Thrones.

Hal ini dimaksudkan untuk menjelaskan dampak kondisi ekonomi global bagi industri perusahaan rintisan (startup).

Tak hanya dialami oleh startup di Amerika, dampak dari perubahan kondisi ekonomi ini juga mulai terasa di Indonesia, utamanya startup digital.

Walau dari segi pengembangannya terlihat mengalami pertumbuhan, nyatanya fenomena efisiensi seperti PHK maupun hiring freeze tetap tak terhindarkan.

Lantas strategi efektif seperti apa agar terus membuat bisnis yang kerap diisi anak muda ini bisa bertahan? Berikut ulasannya:

1. Atur Keuangan

Menurut Edric Chandra selaku Program Initiator DSC 2022, situasi perlambatan ini biasa terjadi pada perusahaan mana saja, baik startup hingga perusahaan yang mapan.

Menurut portal analisis data pasar dan konsumen Statista dalam laporannya tahun 2021, tantangan terbesar bagi startup terletak pada kemampuan mereka mengelola keuangan.

Terlalu fokus dan berorientasi pada inovasi untuk membangun produk dan pasar, tak jarang membuat perusahaan startup melupakan urusan finansial. Padahal penganggaran merupakan salah satu elemen yang penting dilakukan sejak awal startup berdiri dan pengelolaan finansial yang baik akan berdampak pada keberlanjutan bisnis startup.

Selain itu, masalah lainnya terkait perusahaan yang terlalu fokus pada transaksi dan valuasi, bukan profit. Sehingga, baiknya pelaku startup juga harus memiliki strategi untuk mendapatkan modal segar dalam bentuk hibah. Tak hanya itu, perusahaan juga harus mulai melakukan kalkulasi yang lebih mendalam terkait struktur biaya tetap (fixed cost) dan tidak tetap (variable cost), dan jangan selalu bergantung pada pendanaan eksternal, sebab pendapatan perusahaan terlalu bergantung pada pemasaran dan subsidi.

2. Lakukan Diferensiasi dan Inovasi Produk

Menurut Surjanto Yasaputera selaku Ketua Dewan Komisioner DSC, startup adalah perusahaan yang memiliki visi untuk menyelesaikan masalah sosial. Maka dari itu, sudah jelas kalau inovasi adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari jenis perusahaan ini. Startup akan bergerak cepat dengan berbagai macam inovasi serta kreativitas yang hadir di dalamnya.

Jika benar Anda ingin membangun sebuah startup, pastikan Anda punya ketertarikan dalam melakukan riset secara konsisten terkait industi yang dimasuki. Perhatikan hal apa yang sering kali menganggu masyarakat sekitar dan cari beberapa kemungkinan solusinya.

Dengan visi bisnis macam ini, ada kemungkinan besar startup Anda bisa bertahan lama. Sebab, orang-orang membutuhkan solusi terhadap masalah yang ada. Selain itu, sebagai pendiri startup, maka skill kreativitas seperti memprediksi tren agar bisa diadopsi dalam bisnis juga harus dikembangkan dengan konsisten sangat diperlukan. Tanpa skill ini, bisa jadi Anda akan kalah dengan kompetitor dengan penyampaian produk yang lebih kreatif dan unik.

3. Founder’s Mentality dalam Menghadapi Persainga

Mental seorang founder yang dibutuhkan saat ini lebih dari sekadar mental yang sanggup jatuh bangun. Seorang founder harus memiliki frontline obsession, yaitu siap menjadi garda terdepan, apapun posisinya, kapanpun dibutuhkan.

Adapun, dalam ekosistem Diplomat Success Challenge dikenal adanya kriteria 3P yang harus dimiliki pengusaha yaitu:
- Paham akan produk dan industrinya
- Piawai dalam menjalankan operasional bisnis sehari-hari
- Persona, yakni punya kepribadian yang baik, akuntabel, dan berintegritas.

4. Jalankan Bisnis Berkelanjutan

Adanya fenomena Bubble Burst startup di seluruh dunia membuat banyak investor cenderung lebih berhati-hati dalam memilih startup yang akan mereka danai. Dibanding melakukan pendanaan kepada startup dengan bisnis yang trending, investor kini lebih tertarik pada bisnis yang lestari (sustainable), yaitu bisnis yang bisa menjadi solusi permasalahan yang ada pada masyarakat dari hulu ke hilir.

Untuk model bisnis berkelanjutan, tentu tak hanya sekedar mencari keuntungan, tapi bagaimana perusahaan rintisan (startup) memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

5. Manfaatkan Jaringan

Bila dirasa sulit untuk mendapatkan investor, cobalah untuk menjual startup yang dimiliki secara soft selling melalui jaringan atau partner yang dimiliki. Jaringan adalah cara yang pasti untuk membuat bisnis startup yang dimiliki diketahui oleh pasar investor.

Anda pun bisa dengan mengikuti acara networking yaitu sebuah acara yang memberikan seseorang peluang besar bertemu orang lain di industri startup. Bukan tak mungkin akan ada investor yang diam-diam melirik startup yang Anda miliki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis peluang bisnis StartUp
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top