Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Dapat Uang dari Konten TipTip, Raup Hingga Ratusan Juta Perbulan

di TipTip ini siapapun bisa menjual keahlian mereka tanpa harus punya banyak followers yang penting hasil karyanya kreatif.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 12 November 2022  |  16:37 WIB
Cara Dapat Uang dari Konten TipTip, Raup Hingga Ratusan Juta Perbulan
Aplikasi Tiptip
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Selama masa pandemi masyarakat semakin akrab dengan dunia digital. Hampir semua hal yang mulanya hanya bisa dilakukan secara offline, nyatanya bisa pula dimaksimalkan melalui jalur digital atau online.

Misalnya saja seminar yang tadinya hanya dilakukan dengan bertemu di sebuah ruang besar dengan jumlah peserta yang terbatas kini bisa dilakukan secara online melalui webinar.

Begitu pula dengan konser yang selama ini hanya bisa dilakukan di atas panggung, kini bisa didengarkan secara online. Termasuk konsultasi bersama para ahli yang kini juga sudah bisa dilakukan tanpa bertemu langsung.

Namun, untuk bisa memonetisasi aktivitas atau konten secara digital, terbilang cukup sulit. Padahal, seseorang yang memiliki keahlian di bidang tersebut ingin agar ilmu atau karya yang dia hasilkan bisa dimonetisasi dan dihargai oleh para penontonnya. Hanya saja selama ini belum ada platform yang bisa mewadahinya.

Jikapun disiarkan melalui youtube dan ingin bisa menghasilkan pendapatan, cukup sulit karena dibatasi oleh algoritma dan adanya persyaratan khusus seperti jumlah subscriber, jumlah jam tayang, jumlah penonton dan lain sebagainya.

Namun kini, para profesional yang ingin memonetisasi hasil karya mereka sudah lebih dimudahkan karena adanya platform TipTip yang siap mewadahinya.

Albert Lucius, Pendiri TipTip mengatakan bahwa selama ini banyak orang-orang profesional di luaran sana yang ingin 'menjual' keahlian mereka kepada masyarakat melalui saluran digital.

Namun sayangnya mereka tidak memiliki banyak pengikut di media sosial sehingga sulit bagi mereka untuk menghasilkan pendapatan dari situ apalagi dengan banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi.

"Maka di TipTip ini siapapun bisa menjual keahlian mereka tanpa harus punya banyak followers yang penting hasil karyanya kreatif dan berguna bagi orang yang memang benar-benar membutuhkan dan bersedia membayar atau mengapresiasi melalui payment langsung atau donasi yang langsung bisa diterima oleh si kreator," ujarnya.

Menurutnya, TipTip ini dibentuk untuk membangun ekosistem di sektor industri kreatif sehingga bisa saling mendukung satu dan lainnya.

Misalnya saja, penonton bisa mendukung kreator dengan melakukan pembayaran untuk mengikuti sesi live session atau membeli karya digital mereka. Selain itu, jika pun karya digital atau live session nya diberikan secara gratis, para penonton bisa memberikan tip jika mereka merasa video yang dihasilkan berguna dan bermanfaat bagi mereka.

Di sisi lain, TipTip juga menyediakan fitur promotor dimana seseorang bisa membantu mempromosikan konten yang dihasilkan oleh kreator kepada komunitas atau khalayaknya. Ketika ada yang membeli melalui link yang dia sebarkan maka orang tersebut akan mendapatkan penghasilan tersendiri.

Chief Marketing Officer TipTip, Paulina Purnomowati menuturkan bahwa pihaknya ingin mengajak dan mendorong siapa saja yang memiliki kreativitas, keahlian, atau kemampuan dalam menghasilkan konten digital 'memasarkan' melalui platform TipTip.

Karena itulah, mereka ingin agar para kreator ini memiliki jiwa entrepreneur atau menjadi seorang creativepreneuer yang bisa memproduksi sebuah karya, memasarkan karya digitalnya secara mandiri, menentukan harga yang layak, melakukan promosi hingga mengevaluasi karya yang sudah dijual di TipTip.

“Semua kontrol dan keputusan itu ada di tangan kreator. Kami berharap TipTip bisa menjadi marketplace karya digital buah kreativitas para kreator Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, ada dua jenis konten yang bisa dihasilkan di TipTip yaitu sebuah karya digital dimana seorang musisi, pelukis, fotografer, seniman, atau siapapun yang memilki sebuah karya bisa didigitalisasikan lalu dijual melalui platform TipTip, baik berupa video, fotografi, karya seni, e-book, desain, presentasi, dan karya digital lainnya.

Kedua adalah sesi live session. Di sini, seorang konten kreator, musisi, atau profesional seperti psikolog, chef, dokter, digital marketing, atau siapapun bisa membuka kelas live session dengan mengangkat tema atau topik tertentu. Menariknya, dalam sesi ini bisa terjadi komunikasi dua arah antara kreator dengan penonton.

Menurutnya ada beberapa topik yang diminati pada sesi live session ini yaitu pengembangan diri, parenting, serta tips and trick. Namun konten tersebut menurutnya perlu dikemas secara menarik berbentuk edutainment yaitu berupa konten edukasi yang juga menghibur.

"Jadi siapa saja bisa mendapatkan penghasilan di TipTip, ngga harus seorang influencer atau mereka yang pengikutnya banyak. Bahkan jika hanya 5 orang saja yang ikut, tapi mereka bersedia membayar atau memberikan tip maka sudah bisa dapat penghasilan langsung," jelasnya.

Wanita yang akrab disapa Pungki ini mengatakan bahwa tak sedikit pula konten kreator yang bergabung di TipTip bisa hasilkan puluhan juta perbulan bahkan ada yang bisa mencapai ratusan juta dari menjual konten digital atau dari sesi live session yang dilakukan.

"Jadi ada yang mendapatkan penghasilan sampai ratusan juta perbulan karena dia ngga cuma membuat konten yang menarik tapi juga gencar mempromosikan ke komunitasnya. Dia bisa dapat fee dari konten atau sesi live session yang dijual atau bisa juga dari tip yang diberi penonton," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur platform aplikasi aplikasi mobile aplikasi digital
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top