Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sosok Bernard Arnault, Lulusan Insinyur yang Jadi CEO Louis Vitton

Bernard Arnult, pemilik dari brand fashion mewah asal Prancis Louis Vuitton kini tuai sorotan.Sebab brand Louis Vuitton usai
Bernard Arnault/reuters
Bernard Arnault/reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Bernard Arnult, pemilik dari brand fashion mewah asal Prancis Louis Vuitton kini tengah jadi sorotan.

Lantaran, brand Louis Vuitton menunjuk Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai bintang iklan dalam perilisan sebuah koper terbaru untuk edisi spesial Piala Dunia 2022. Foto iklan tersebut saat ini menjadi viral di media sosial, usai kedua 'jagoan' lapangan hijau itu mengunggahnya di media sosialnya masing-masing. 

Dilaporkan Louis Vuitton menggelontorkan biaya wah untuk mengontrak dua pemain bola dunia termahal tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Bernard Arnult? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Melansir dari Britania, Bernard Jean Étienne Arnault lahir pada tanggal 5 Maret 1949, di Roubaix.

Ayahnya, Jean Leon Arnault adalah seorang pengusaha yang memiliki perusahaan teknik sipil, Ferret-Savinel.

Dari sisi akademis, Bernard Arnult bersekolah di Maxence Van Der Meersch High School di Roubaix. 

Kemudian, melanjutkan pendidikannya di École Polytechnique yang bergengsi dan lulus dengan gelar di bidang teknik pada tahun 1971.

Di tahun yang sama,  dia pun mengambil alih perusahaan konstruksi ayahnya, Ferret-Savinel dan berturut-turut dipromosikan ke berbagai posisi manajemen eksekutif. 

Lalu, tahun 1978 Arnult mengubah nama perusahaan menjadi Férinel Inc dan mengalihkan fokusnya ke real estate.

Bahkan, dia sukses mengembalikan keuntungan perusahaan ke masa kejayaannya, saat memulai strategi mengembangkan perusahaan produk mewah terkemuka dunia. 

Di tahun 1985, bermula dari modal sebesar US$15 juta, bersama dengan Antoine Bernheim, mitra pengelola bank Prancis Lazard Frères and Co., dia membeli Christian Dior.

Kemudian, pada tahun 1987, Arnault diundang untuk berinvestasi di LVMH oleh ketua perusahaan yang pada saat itu adalah Henri Racamier. 

Dirinya pun berinvestasi melalui usaha patungan dengan Guinness PLC.

Pada tahun 1990, Arnult pun menggantikan posisi Racamier. Bernard Arnault pun mengawasi kerajaan LVMH dari sekitar 70 merek fesyen dan kosmetik, termasuk Louis Vuitton dan Sephora.

Arnault terus mengakuisisi merek-merek mewah, termasuk perusahaan Italia Fendi (2003), department store Prancis ikonik La Samaritaine (2010), merek perhiasan Italia Bulgari (2011), dan mengakuisisi toko perhiasan klasik Amerika Tiffany & Co seharga US$15,8 (2021) miliar.

Dia juga membangun Fondation Louis Vuitton (2014), sebuah museum seni kontemporer di Bois de Boulogne, Paris, yang dirancang oleh arsitek Kanada-Amerika Frank Gehry. 

Pada tahun 2019, LVMH  membelanjakan US$3,2 miliar untuk grup perhotelan mewah Belmond, yang memiliki atau mengelola 46 hotel, kereta api, dan kapal pesiar sungai.

Berdasarkan laporan Forbes, Senin (21/11/2022) diketahui kekayaan bersihnya mencapai US$175,2 miliar.

Empat dari lima anak Arnault bekerja di pelosok kerajaan LVMH: Frédéric, Delphine, Antoine, dan Alexandre.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler