Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sosok Larry Fink, Pemilik BlackRock yang Borong Miliaran Saham Emiten Batu Bara Indonesia

Di balik kesuksesan Blackrock yang mendunia dan mengelola sekitar seperempat dari uang dunia, ada nama Larry Fink di belakangnya.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  15:51 WIB
Sosok Larry Fink, Pemilik BlackRock yang Borong Miliaran Saham Emiten Batu Bara Indonesia
Larry Fink
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - BlackRock kembali menjadi perbincangan publik usai perusahaan manajemen aset terbesar di dunia tersebut memborong miliaran lembar saham emiten batu bara di bawah komando Grup Bakrie dan Grup Salim, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI).

Lantas, seperti apa profil perusahaan BlackRock yang sukses memiliki 70 kantor di 30 negara dan sosok pemilik dibalik perusahaan tersebut? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Profil Perusahan BlackRock AS

BlackRock dibentuk oleh pendiri dan CEO Larry Fink pada tahun 1988 di New York City sebagai manajemen risiko dan manajer aset institusi pendapatan tetap, di mana berdasarkan laporan dari Innovation & Tech Today, saat ini portofolio perusahaan mencapai US$10 triliun atau setara dengan Rp156.000 triliun

Bahkan, menurut Marketwatch, saat ini ada sekitar US$40 triliun atau setara dengan Rp625.000 triliun yang beredar di seluruh dunia, yang berarti BlackRock mengelola seperempat dari uang dunia.

Artinya, dibanding CEO Tesla dan Amazon, BlackRock dan Larry Fink adalah pemain terbesar di panggung keuangan global 

BlackRock sendiri menguasai lebih dari 90 persen media AS yang menjadi pemilik saham teratas Time Warner, Comcast (NBC, MSNBC, CNBC dan grup media Sky), Disney dan News Corp. Tak heran, jika perusahaan ini disebut mampu mengarahkan narasi secara global dan memengaruhi geopolitik pada skala besar. 

Setelah 11 tahun berjalan, menyadari peluang  untuk membawa transparansi, skala, dan inovasi ke manajemen risiko untuk industri yang lebih luas, BlackRock pun mulai menjual bisnis teknologi miliknya, Aladdin. Teknologi ini menjadi bagian integral dari perusahaan, sehingga membedakan BlackRock sebagai manajer investasi dan risiko di pasaran.

Di tahun 2022, BlackRock mendirikan BlackRock Solutions, dengan Aladdin sebagai basis bisnisnya. Ini menandai awal dari peran BlackRock sebagai penyedia teknologi.

BlackRock pun kembali mengakuisisi Merrill Lynch Investment Management, memperluas kehadiran ritel dan internasionalnya pada tahun 2006.

Nama BlackRock kian dikenal, ketika tahun 2008 terjadi krisis keuangan dan Kepala Federal Reserve Bank of New York meminta BlackRock untuk menganalisis aset sekuritas yang didukung hipotek Bear Stearns dan menentukan nilainya. BlackRock memainkan peran penasihat utama bagi institusi di seluruh dunia.

Mengingat lanskap manajemen kekayaan yang terus berubah, BlackRock pun terus melakukan akusisi pada Investor Global Barclay (BGI) sembari meluncurkan AI berupa iShares Core untuk memberi investor eksposur pasar saham dan obligasi yang luas di dasar portofolio guna meningkatkan hasil dan mendorong kemajuan bagi investor, klien, dan perusahaan.

Terakhir, pada tahun 2019 BlackRock mengakuisisi eFront, penyedia perangkat lunak dan solusi manajemen investasi alternatif end-to-end terkemuka di dunia yang memungkinkan investor untuk mengelola portofolio dengan lancar di seluruh kelas aset publik dan swasta dalam satu platform.

Sosok Pemilik BlackRock

Dibalik kesuksesan BlackRock, ada sosok Laurence Douglas Fink alias Larry Fink sebagai pendirinya. Dia lahir pada tanggal 2 November 1952 dan menghabiskan masa kecilnya di Van Nuys, California. Ibunya adalah seorang profesor bahasa Inggris dan ayahnya seorang pemilik toko sepatu.

Setelah menyelesaikan sekolahnya, Larry Fink pun kuliah di UCLA, di mana pada tahun 1974, dia memperoleh gelar Sarjana Ilmu Politik. Pada tahun 1976, Larry melanjutkan untuk mendapatkan gelar MBA di bidang Real Estat di Sekolah Pascasarjana Manajemen UCLA.

Usai menyelesaikan studinya, Larry pun mengawali karier sebagai bankir investasi di First Boston. Dia mendapatkan reputasinya sebagai salah satu pedagang pertama yang mendukung sekuritasnya dengan hipotek.

Setelah beberapa tahun, dirinya menjadi manajer departemen obligasi pertama di bank tersebut. Berkat kepiawaian di industri tersebut, membuat dirinya dipercaya untuk mengepalai beberapa departemen baru di bank dan menambahkan aset senilai lebih dari satu miliar dolar ke portofolio bank selama masa kerjanya. Sayangnya, pada tahun 1986, dia membuat keputusan yang merugikan bank sebesar US$100 juta.

Meski membawa kerugian yang sangat besar, Larry mampu kembali bangkit dan mengambil pelajaran dari kesalahan itu.

Kejadian tersebut, membuat Larry berpikir bahwa dengan memanfaatkan hasrat perusahaan untuk memahami dan mengelola risiko agar dapat mengelola aset dengan cara yang lebih baik, maka dirinya mendirikan perusahaan yang berfokus pada investasi klien dan manajemen risiko, yaitu BlackRock.

Melansir dari Forbes, Larry Fink memiliki kekayaan mencapai US$1 miliar atau setara dengan Rp15,5 triliun.

Tidak banyak yang diketahui  bagaimana Larry menghabiskan kekayaannya, Namun, menurut Finty, dia memiliki sejumlah besar real estate.

Pada tahun 2018, Larry pun menjual apartemennya di Upper East Side Manhattan dengan harga US$12 juta, meskipun harga awalnya yang diminta adalah US$17,9. Dia juga disebutkan memiliki peternakan kuda di Salem Utara dan ratusan hektar properti di daerah tersebut serta memiliki sejumlah rumah di New York, Manhattan, dan Vail, Colorado.

Bahkan, kabar terbarunya, Larry melakukan perjalanan dinas ke seluruh dunia dengan jet korporat Gulfstream senilai US$98 juta atau setara dengan Rp1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BlackRock bumi resources tokoh bisnis tokoh
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top