Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kiprah Bos Grup Lippo John Riady, Pernah jadi Dosen hingga Jurnalis

John Riady bos Lippo Group pernah berprofesi sebagai dosen hingga jurnalis sebelum jadi pebisnis.
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady (kiri) bersama Presiden Direktur Ketut Budi Wijaya memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady (kiri) bersama Presiden Direktur Ketut Budi Wijaya memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kasus Meikarta, nama Group Lippo ikut mencuat.

Termasuk juga sosok bos Grup Lippo John Riady

Berdasarkan Forbes, harta kekayaan keluarga Riady mencapai US$1,4 miliar atau setara dengan Rp20,95 triliun, di mana kekayaan tersebut berasal dari grup bisnis yang telah terdiversifikasi, mulai dari properti, ritel, kesehatan, media hingga pendidikan,

Sebenarnya, di luar aksi korporasi tersebut, sebagai anak dari James Riady dan cucu dari Mochtar Riady, saat ini dirinya memang telah menjadi generasi ketiga yang memegang estafet kepemimpinan Grup Lippo.

Hal ini suatu yang wajar, sebab sejumlah konglomerat di Indonesia lainnya yang memiliki harta puluhan triliun biasanya mewariskan kekayaan mereka pada keturunannya. Apalagi, gurita bisnis yang dibangun menjadikan kekayaannya bertambah seiring dengan kinerja perusahaan yang dimiliki.

Walau masih terhitung belia, John yang kelahiran 1985 telah menduduki kursi direksi Lippo Group. 

Lantas, seperti apa sosok dari John Riady? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

Sebelum ikut mengurusi bisnis keluarga, John Riady ternyata memiliki ketertarikan yang besar dengan perpolitikan Indonesia, alhasil dia pun memutuskan untuk menempuh pendidikan Filsafat Politik dan Ekonomi Di Universitas Georgetown pada 2003 hingga 2006. 

“Saya sangat terinspirasi oleh seluruh rentetan kejadian di negara Indonesia, bagi saya sebagai salah satu negara yang menganut sistem demokrasi, saya melihat itu negara ini ingin terus berkembang, dan itu mengilhami saya sangat dalam apa yang saya memutuskan untuk belajar di perguruan tinggi,” ungkapnya dilansir dari John Riady:G20: Ensuring More Robust, Equitable Public Healthcare System, Jumat (27/1/2023). 

Pernah jadi Jurnalis

Kemudian, usai menyelesaikan gelar sarjananya, maka pada 2006 John memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan bekerja di media rintisan milik sang keluarga. 

Melansir dari LinkedIn, posisinya saat itu sebagai Editor dari The Jakarta Globe, sebuah majalah berbahasa Inggris yang berbasis di Jakarta. 

“Saya terlibat dalam sejumlah publikasi media. Saya sadar bekerja sebagai jurnalis, saya lebih memiliki banyak wawasan dan perspektif soal negara. Bagi saya itu adalah suatu yang menarik,” jelasnya. 

Namun, dia merasa dengan semakin dirinya mendalami suatu permasalahan, makin dirinya merasa tidak tahu apa-apa.

John pun kembali ke Amerika pada tahun 2008 untuk bisa mempelajari secara lebih komprehensif soal perpolitikan dan ketatanegaraan suatu wilayah. 

Jadi Dosen hingga Kolumis

Ketika kembali ke Amerika, dia menyelesaikan studi Master bidang Finance and Operations di Wharton School hanya dalam kurun waktu satu tahun, sembari mengejar gelar hukum sampai dapat memegang gelar profesional Juris Doctor di Columbia University Law School pada 2011. 

Melansir dari situs perusahaan Siloam, setelah menyelesaikan pendidikan, John pun pulang ke Indonesia yang kedua kalinya pada 2011. 

Sesampainya di Indonesia, dia akhirnya memutuskan untuk mengaplikasikan ilmunya dengan menjadi seorang dosen di Sekolah Hukum Pelita Harapan di Jakarta sekaligus aktif sebagai kolumnis reguler di harian Jakarta Post tentang masalah sosial, ekonomi dan politik yang berkaitan dengan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Berkat sederet prestasinya, tak heran apabila John mendapat lisensi sebagai pengacara di negara bagian New York dan John pun mengisi jabatan Asia Executive Board di Wharton Business school Asia Executive Board sekaligus dinobatkan sebagai World Economic Forum Young Global Leader in 2018. 

Kiprahnya di Grup Lippo

Dengan segala kerja kerasnya, secara cepat dia pun dipercaya untuk bisa menduduki posisi tinggi di bisnis keluarga. Bermula sebagai Direktur Eksekutif dari Lippo Group sejak 2011 sampai saat ini. Lalu, sejak 2019, dia pun diberi tanggung jawab lebih dengan merangkap sebagai CEO PT Lippo Karawaci Tbk. 

Berbeda dengan sang Ayah dan Kakek yang masih berkecimpung di bisnis tradisional, John rupanya memiliki ketajaman intuisi dalam membaca peluang pasar di masa depan. 

Alhasil, dia memutuskan untuk berinvestasi di ekosistem digital Asia Tenggara yang dirasa berkembang pesat. 

Di bawah kepemimpinannya, Lippo Karawaci (LPKR) tetap terus mengembangkan pasar dengan terus berfokus pada persoalan urbanisasi, digitalisasi, dan demografi 

Sejak 2014, John juga merupakan Founder dan Managing Partner Venturra Capital yang telah melakukan lebih dari 50 investasi di ruang teknologi Asia Tenggara. 

Bahkan, sebelum mengambil alih sebagai CEO Lippo Karawaci, John juga ikut mendirikan OVO, yang saat ini merupakan salah satu dari lima unicorn di Indonesia dan merupakan perusahaan pembayaran digital terkemuka serta menghitung Grab dan Tokopedia di antara pemegang sahamnya.

Kini, Grup Lippo telah menjadi perusahaan yang berfokus di real estate, department store, ritel makanan, rumah sakit, perbankan, hotel, dan internet broadband. 

Di Indonesia, Grup Lippo telah menjadi layanan terpadu terbesar dan melayani lebih dari 60 juta penduduk. Yayasan filantropinya pun telah mengelola 45 sekolah dan dua universitas serta 32 rumah sakit, termasuk rumah sakit perawatan kanker kelas dunia pertama di Indonesia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper