Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Merek Kolektif, Alternatif Penguatan UMKM Daerah

Berbagai usaha di suatu daerah dapat mendaftarkan merek kolektif, meskipun jenis produk barang atau jasanya berbeda-beda.
Mawarianti, perajin anyaman dari bahan keta./Bisnis-Eka Chandra Septarini
Mawarianti, perajin anyaman dari bahan keta./Bisnis-Eka Chandra Septarini

Bisnis.com, JAKARTA — Penggunaan merek kolektif dapat menjadi salah satu langkah alternatif bagi para usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di berbagai daerah dalam mengembangkan usahanya.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM Kurniaman Telaumbanua menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengembangkan usaha secara bersama melalui merek kolektif.

Misalnya, suatu daerah memiliki berbagai macam produk hasil karya masyarakat, baik produksi rumahan maupun UMKM. Kelompok itu dapat membuat suatu merek bersama meskipun produknya berbeda-beda dan mengembangkan merek kolektif itu.

Kurniaman menilai bahwa biaya pendaftaran merek kolektif bisa lebih terjangkau karena seluruh anggota kelompok menanggungnya bersama. Oleh karena itu, upaya membesarkan merek bersama itu bisa lebih optimal, serta efisien dari sisi waktu dan biaya.

"Merek kolektif memiliki potensi untuk digunakan bersama-sama oleh sekelompok orang yang ingin gotong royong menumbuhkan ekonomi kelompoknya. Ini cocok dengan karakter bangsa Indonesia yang suka berbagi dan tidak individual," ujar Kurniaman pada Jumat (10/2/2023).

Menurutnya, pendaftaran merek kolektif cukup dilakukan satu kali, yakni sekaligus untuk berbagai produk barang/jasa. Hal tersebut dapat membantu usaha-usaha di skala UMKM untuk berkembang dengan optimal dan efisien.

Kurniaman juga menilai bahwa masyarakat akan lebih mudah mendapatkan merek kolektif daripada indikasi geografis. Pasalnya, indikasi geografis dalam suatu merek harus menunjukkan kekhasan dari letak geografisnya.

Indikasi geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

"Jika memang tidak punya kekhasan tertentu, masyarakat bisa memanfaatkan merek kolektif ini saja karena pendaftarannya tidak menggunakan metode testing kualitas produk seperti indikasi geografis," ujar Kurniaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper