Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mendulang Cuan dari Thrifting 'Surga' Barang Bekas, Untung Jutaan Rupiah

Bisnis thrifting terus menjamur di Indonesia. Alasannya, karena banyak orang mencari barang unik dan bermerek dengan harga murah. 
Pakaian bekas
Pakaian bekas

Bisnis.com, JAKARTA - Tren thrifting atau berbelanja pakaian tumbuh pesat di kalangan generasi muda. 

Menjamurnya lapak baju bekas baik toko fisik maupun daring, jadi bukti bisnis ini punya ceruk pasar yang cukup menjanjikan.

Kemudahan mendapatkan pakaian impor bekas untuk dijual kembali juga menjadi salah satu penyebabnya.

Salah satu pemilik pakaian bekas ‘Kenatangan’ Timur Handoko mengatakan, kebanyakan pembeli berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar yang ingin mendapatkan pakaian bermerek dengan harga yang ramah di kantong.

“Satu faktor lagi kenapa anak muda doyan thrift, karena di thrift itu kita bisa dapetin pakaian yang unik berbeda dari yang lain. Contohnya, pakaian model-model di Vogue kita bisa dapetin,” ujarnya pada Bisnis, Jumat (10/3/2023). 

Vogue sendiri adalah majalah fesyen terbesar di dunia yang diterbitkan di 23 negara. Isinya kerap menampilkan beragam konten fotografi soal merek fesyen termahal dunia, misal Louis Vuitton, Chanel, Gucci hingga Balenciaga.

Berbanding terbalik dengan harga brand mewah untuk kondisi barunya yang bisa dibanderol US$1.100 atau setara Rp17 juta. Justru, lewat toko thrift milik Timur dijual mulai dari kisaran Rp30.000 sampai Rp100.000 saja.

Selain itu, dia juga menawarkan paket penjualan untuk usaha, mulai dari Rp175.000 hingga Rp350.000. Menurutnya, mereka yang memilih paket usaha biasanya membeli untuk kulakan alias dijual kembali.

"Paket usaha ini kita ini bisa dibilang yang paling terjangkau, karena kita menjual satu jaketnya itu Rp22.000 di saat yang lain menjual rata rata Rp35.000," jelasnya.

Tak heran, dengan harga yang cenderung lebih murah, paket usahanya pun berhasil menarik minat pebisnis lainnya dari luar pulau Jawa, di mana mereka sering melakukan pengiriman ke Kalimantan, Lombok, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, bahkan ke Papua atau Manokwari. 

Memulai bisnis sejak 2017, Timur menyampaikan saat itu pelaku bisnis pakaian bekas masih terbilang jarang di Indonesia, tak heran jika dia mendapat keuntungan maksimal dari hasil bisnis thrift. 

“Saat ini Kenatangan hanya menjual di Instagram dan Shopee, untuk keuntungan nya perbulan rata rata bisa Rp5 juta sampai Rp8 juta,” ucapnya.

Sebagai pelaku bisnis yang telah punya pengikut sebesar 18.900 di Instagram, Timur mengungkapkan, dirinya harus telaten dalam berburu mencari pasar untuk memperoleh stok. Biasanya, produk yang dia dapatkan cenderung berasal dari negara Jepang dan Korea. 

 “Biasanya kita ambil stok itu di  Depok, Jakarta Selatan, Pasar Senen, Kebayoran, Pasar Senen, dan beberapa tempat lagi di Jakarta,” jelasnya. 

Terkait sistem aliran barang ini, biasanya barang bekas impor itu berasal dari pelabuhan, lalu diteruskan ke pedagang pedagang pasar.

“Tergantung si ‘Uda’ [sebutan juragan bal jaket impor) kapan nurunin barangnya. Jadi, ketika dia mulai turunin barang dan drop ke gudangnya, kita bakal dikasih tau kapan waktunya untuk ambil,” ungkapnya.

Timur menjelaskan, tentu sebelum dijual kembali, pihaknya telah mencuci terlebih dahulu sehingga baju bekas yang ditawarkan kepada pembeli sudah dalam keadaan bersih. 

Sementara itu, Gracecilia Yohanna Panjaitan seorang owner dari Hartakarun.co yang telah memiliki 144.000 followers di Instagram, mengungkapkan awal mula usaha penjualan baju second atau thrift layak pakai ini bermula dari susahnya dia mendapat pekerjaan. 

"Waktu itu fresh graduate, susah cari kerja. Jadi, untuk isi waktu aku coba aja bisnis ini. Awalnya sedikit, lama-lama laku dan jadinya aku makin seriusin,” ceritanya pada Bisnis. 

Berbeda dengan Timur yang memilih memasarkan beragam jenis produk, seperti jaket, celana jeans, hingga sejumlah jenis pakaian. 

Perempuan yang berbisnis sejak 2019 ini ternyata lebih membatasi jenis pakaian, denga hanya menjual crewneck dan hoodie. 

Baginya, dengan memfokuskan produk pada satu model juga akan menjadi ciri khas yang membedakan store thrift shop milik Grace dengan toko lainnya.

"Pemilihan jenis pakaian juga sebenarnya didasarkan atas seleraku. Aku juga sempat melakukan survei dan ternyata memang benar customer lebih suka crew neck dan hoodie, sebab lebih mudah di mix and match,” ujarnya.

Namun, seiring kepopuleran thrifting, pebisnis yang berbasis di Bogor ini mengatakan, dengan makin menjamurnya bisnis thrift, membuat pertumbuhan bisnisnya berjalan secara fluktuatif. Sehingga penting untuk melakukan inovasi.

“Ketatnya persaingan bikin kita harus putar otak kan ya. Harus ada pembeda, kalau di toko aku itu ada sejumlah reworked clothes. Pakaiannya kita perbaiki, kita modifikasi,” ujarnya. 

Reworked bisa diartikan sebagai dikerjakan ulang dengan cara memotong, menghias, atau bahkan menggabungkan beberapa potong baju menjadi suatu model yang baru. 

Dalam menjalankan bisnisnya, Grace menggunakan platform Instagram sebagai media pemasarannya. Dia menambahkan, penggunaan media sosial membuat dirinya mendapat keuntungan berkisar Rp3 juta hingga Rp7 juta per bulan. 

“Di bisnis ini kita harus bangun kepercayaan. Sebelum dijual, baju bekas dari Hartakarun.co pun sudah dicuci bersih, diberi wewangian sehingga terlihat seperti pakaian baru,” jelasnya. 

Untuk menarik minat konsumen, dia pun rutin mengunggah katalog pakaian per minggunya di Instagram. 

Pemilik 'Kenatangan' Timur Handoko juga menyampaikan, ke depannya potensi bisnis ini bakal terus menjanjikan. Asalkan, pebisnis rajin membaca peluang soal  tren yang tengah diminati pasaran. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper