Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Apa Saja Bisnis Milik Sandiaga Uno, Salah Satu Menteri Terkaya Jokowi

Sederet bisnis yang sempat dikelola Sandiaga Uno menarik untuk dikulik. Pasalnya, saat ini dirinya didapuk sebagai menteri terkaya Jokowi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno setelah melaksanakan salat Iduladha 1443 Hijriah, Minggu (10/7/2022) di Masjid Istiqlal, Jakarta./Bisnis-Akbar Evandio
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno setelah melaksanakan salat Iduladha 1443 Hijriah, Minggu (10/7/2022) di Masjid Istiqlal, Jakarta./Bisnis-Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA - Sandiaga Uno tercatat menjadi menteri 'terkaya' dalam Kabinet Presiden Jokowi.  

Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta kekayaan Sandiaga Uno mencapai Rp10,6 triliun. 

Angka ini sebenarnya tidak terlalu mengherankan. Lantaran, Sandiaga Uno memang dikenal sebagai pengusaha besar dengan berbagai pengalaman menjabat sebagai jajaran direksi sejumlah perusahaan di berbagai sektor. 

Tumbuh di Riau dan Jakarta, Sandi ternyata menjalankan pendidikan tingginya di George Washington University dan Wichita University. Dirinya pun mengawali kariernya di beberapa negara, seperti Singapura dan Kanada. 

Sayangnya, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Dirinya pun memutuskan untuk pulang ke Tanah Air. 

Berbekal jejaringyang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, membuat Sandiaga Uno sukses menjalankan sejumlah bisnis. 

Lantas, apa saja bisnis yang sempat dirinya kelola? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.  

1. PT Saratoga Investama

Sandiaga bersama Edwin Soeryadjaya, putra William Soeryadjaya, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. 

Melansir dari situs perusahaannya, saat ini perusahaan menuai keberhasilan investasi di sektor industri energi, logam berharga, dan infrastruktur.

Beberapa di antara investasi tersebut termasuk PT Adaro Energy Tbk., PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. saham ketiga perusahaan tersebut tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan total kapitalisasi pasar lebih dari USD12 miliar pada tahun 2021.

Seiring dengan langkah Indonesia memasuki tahap perkembangan selanjutnya, jumlah penduduk kelas menengah yang tumbuh pesat telah melahirkan peluang pertumbuhan eksponensial bagi sektor industri tertentu yang kini menjadi fokus investasi Saratoga. 

Beberapa sektor tersebut antara lain adalah layanan kesehatan, jasa keuangan, teknologi digital dan produk konsumer.

2. Rumah 123

Rumah123.com adalah perusahaan teknologi asal Indonesia yang bergerak di bidang jual beli properti dan didirikan pada tahun 2007 oleh Sandiaga Uno

Melansir dari Instagram Sandiaga Uno, kepemilikan marketplace properti ini kemudian berpindah kepada iProperty Malaysia pada tahun 2011.

“Pada tahun 2017, iProperty Malaysia dibeli oleh REA Group Australia sekaligus mengambil alih aset-aset yang dimiliki oleh Rumah123.com,” katanya pada Maret 2020. 

3. Recapital Advisors

Dilansir oleh Bloomberg, tercatat bahwa Recapital merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan jasa penasihat keuangan. Melalui anak usahanya Recapital juga bergerak di bidang lain, seperti asuransi jiwa dan layanan perbankan. 

Recapital didirikan tahun 1997 dengan basis di Jakarta dan saat ini merupakan anak usaha dari PT Renaissance Capital Asia. Kantornya beralamat di Gedung Recapital lantai 10-11 di Jalan Adityawarman Kavling 55, Jakarta Selatan, dengan posisi eksekutif utama ditempati oleh Thomas Warren Shreve selaku CEO dan Sandiaga sebagai Co-Founder.

Sayangnya, melansir dari Bisnis, OJK menyatakan telah mencabut izin usaha Asuransi Recapital setelah sebelumnya yang bersangkutan dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha (PKU) pada 2020. 

Dalam pengumuman resmi OJK, dikatakan bahwa Asuransi Recapital tidak memenuhi ketentuan tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC) minimal sebesar 12 persen. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper