Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rumah Songket Adis, Mengukir Wastra Khas Palembang

Nyayu Nur Komaria berhasil menciptakan pinggiran-pinggiran songket dengan motif Rebung
Owner Rumah Songket Adis, Adis Karim saat berada di Galeri Rumah Songket Adis, Kota Palembang. Bisnis/Husnul
Owner Rumah Songket Adis, Adis Karim saat berada di Galeri Rumah Songket Adis, Kota Palembang. Bisnis/Husnul

Bisnis.com, PALEMBANG –  Rumah Songket Adis yang terletak di pusat Kota Palembang, Sumatra Selatan menjadi wujud keberhasilan perjalanan panjang seorang Adis di dunia kerajinan kain tradisional. 

Wanita bernama lengkap Nyayu Nur Komaria itu memutuskan untuk menggeluti wastra khas Kota Pempek sesaat setelah bersisurut dari profesinya di salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 2008 lalu. 

Dengan latarbelakang anak seorang penenun dan lulusan sarjana komputer, Adis memulai karirnya dari menjual hasil produksi sang ibu di platform online. 

Berjalannya waktu, jangkauan internet yang begitu luas tidak hanya mempertemukan dia dengan pembeli dalam negeri, bahkan juga buyer asal Shah Alam, Malaysia. Mujurnya, setelah momen tersebut, kain hasil usaha keluarganya juga semakin dikenal banyak orang hingga akhirnya Adis memutuskan untuk memiliki toko offline di rumahnya.

“Sempat mendirikan toko offline dengan memanfaatkan ruang tamu rumah,” katanya saat dibincangi Bisnis.

Akan tetapi, tidak hanya ingin menjadi penjual kain, Adis tergabung dalam Komunitas Indonesia Fashion Chamber (IFC) juga bertekad menjadi pengusaha yang multitalenta. 

Bermodalkan skill menggambar yang dimilikinya, Adis terus berinovasi mendesain busana trendi yang tetap mengusung motif wastra khas Palembang sebagai identitasnya.

Seperti pada tahun 2011-2012, misalnya, dia berhasil menciptakan pinggiran-pinggiran songket dengan motif Rebung (tunas atau anakan yang masih muda dari bambu) yang pada saat itu belum pernah ada di Palembang. 

Dan setelah proses panjang, gagasan anyarnya berhasil memperkenalkan Rumah Songket Adis sebagai produsen busana yang lebih kontemporer, bahkan mengusung Adis mendapatkan penghargaan Upakarti Presiden tahun 2014. 

“Saya selalu punya impian besar dari awal memutuskan menekuni bisnis wastra ini. Saya ingin menjadi leader pada local brand yang saya bangun,” ungkapnya. 

Terbaru, Adis juga berhasil berpartisipasi dalam gelaran Indonesia Modest Fashion Festival (IN2MF) 2023 dengan membawa hasil karya yang dia beri nama Royal Lakuer. 

Dia menceritakan karyanya itu terinspirasi dari ukiran Lakuer khas Palembang yang biasanya ada di alat-alat rumah tangga seperti kursi, meja, lemari sampai hiasan dinding. 

Menurutnya, desain yang bisa menjadi wastra baru khas Palembang itu juga mendapat animo yang cukup baik dari para pengunjung. Terlebih, makna yang terkandung dalam motifnya juga sangat berkaitan dengan kehidupan.

“Untuk Lakuer sendiri, kita sudah produksi kain, busana wanita maupun pria, jaket dan rencananya akan merambah seperti ke sarung bantal,” katanya. 

Namun diakuinya, harga jual untuk produk Lakuer ini sedikit lebih mahal lantaran batiknya merupakan batik tulis. Untuk harga kain saja mulai dari Rp1.75 juta sampai Rp3 juta. Sedangkan untuk busana rata-rata diatas Rp1,5 juta. 

Oleh karena itu saat ini Adis sedang mencoba menggembangkan ke batik cap, agar harga batik ini bisa lebih ekonomis dan dibeli oleh seluruh kalangan masyarakat.

“Karena kalau mau jadi identitas kan harus dipakai oleh orang banyak,” katanya. 

Hingga kini, Adis sendiri telah menjalankan usaha kain tradisional dengan memiliki tiga kategori brand yang berbeda meliputi Adis Songket, Adis Karim, dan The Palembang Heritage.

Untuk Adis Karim, lebih mengusung pada produk yang ramah muslim atau muslim-friendly diantaranya hijab, gamis muslim, hingga mukenah yang menggunakan motif wastra. 

“Kemudian ada The Palembang Heritage. Kalau kita pergi ke suatu daerah selalu ada khas oleh-olehnya. Saya ingin Palembang juga punya itu, jadi The Palembang Heritage ini kita hasilkan produk seperti streetwear, tote bag atau yang bisa dijadikan oleh-oleh,” pungkasnya. 

1707999217_987377c0-fd62-4245-ac40-dccc118463d1.
1707999217_987377c0-fd62-4245-ac40-dccc118463d1.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper